Germany


Summary:
Delft – Den Haag: Kereta NS
Den Haag – Copenhagen : Bus Eurolines
Copenhagen – Malmo – Helsingor – Helsingborg: Kereta Oresund Ticket
Helsingborg – Oslo: Bus SweExpress
Oslo – Bergen: Kereta NSB
Bergen – Oslo: Kereta NSB
Oslo – Stockholm: Bus SweExpress
Stocholm – Eindhoven: Pesawat RyanAir
Eindhoven – Delft: Kereta NS

Total Cost All In Delft – Den Haag 1.50 Den Haag – CPH 29.00 Hamburg 0.50 Scandinavia RAI 511.38 Ryanair 33.80 Eindhoven Kebab 3.20 Eindhoven Delft 11.00 Stipenkaart 6.81 Pulsa 3.78 Oslo Bergen PP 79.05 All in per orang EUR 680.02
Durasi: 13 Hari (23 April – 6 May)
Rute: Delft – Den Haag – Copenhagen – Malmo – Lund – Helsingor – Helsingborg – Oslo – Stockholm – Eindhoven – Delft
Note: Akomodasi 0 EUR (scandinavia emang mahal)

Pengeluaran Euro

Kamis 26 Feb 29.00 Eurolines Den Haag – Kopenhagen

Kamis 23 1.50 Tiket Delft – Den Haag one way April Jumat 24 0.50 Toilet Hamburg April

Rabu 6 3.20 Kebab Eindhoven Station May 11.00 Tiket Eindhoven – Delft one way 7.30 Stripenkaart Eindhoven Station

Pengeluaran Denmark Kronor (DKK)

Day Date Cash In Cash Out Details RAI Part RT Part Friday 24 1000 1000 DKK = 136.21 EUR Copenhagen 170 Clipkoort 3 Zone 85 85 April 130 Clipkoort 2 Zone 65 65 40 Locker (Number 26-08) 20 20 14 Postcard RAI 14 0 55 Braente Mandler (Kacang Manis) 28 28 20 Neng-neng Vivaldi 10 10 36 Dinner Ayam deket tempat Ardhy 18 18 Saturday 25 4 Toilet Nyhavn 2 2 Copenhagen 120 Canal Tour Copenhagen 60 60 April 158 Buffet Lunch 79 79 178 Souvenir RT 0 178 71 Souvenir RAI 71 0 570 Tivoli Entrance All Rides 285 285 40 Tivoli Aquarium 20 20 100 Dinner KFC Copenhagen 50 50 266 Bus Helsingborg – Oslo (DKK 133 per person) 133 133 386 Bus Oslo – Stockholm (SEK 267+SEK 284) 193 193 Sunday 26 2200 2200 DKK = 299.68 EUR Copenhagen April 40 Sosis deket City Hall 20 20 2 Pengamen 1 1 36 Dinner Doner Copenhagen (Ardhi’s advice) 18 18 27 18 Prangko RAI 18 0 April 318 Oresund Ticket 159 159 19 Roti 7-11 9.5 9.5 Tuesday 28 130 Hamlet Castle 65 65 Helsingor 3 Postcard RAI 3 0 April 9 Prangko RAI 9 0 60 Ice Cream 30 30 7 Sisa Coin Denmark 3 4 200 Tukar 200 DKK = 245.5 SEK 100 100 RAI DKK 1568 RT DKK 1632

DKK -> EUR 435.89 RAI Euro 213.59 RT Euro 222.30 Breakdown Transport Luar 970 Transport Inner 300 Admission 860 Food 504 Post Stuff 44 Souvenir 249 Locker etc 66 Sisa 207 Breakdown Percentage Transport etc 39.69% Admission etc 28.94% Food etc 15.75% Souvenir etc 9.16% Sisa 6.47%

Pengeluaran Norwegian Kronor (NKK)

Day Date Cash In Cash Out Details RAI Part RT Part Wednesday 29 3000 3000 NOK = 345.52 EUR Oslo 10 Toilet 5 5 April 40 Coin Locker Oslo Station 20 20 352 Oslo Pass 176 176 7 Postcard RAI 7 0 15 Buku Viking Museum RT 0 15 24 Prangko RAI 24 0 12 Postcard RAI 12 0 182 Dinner Burger King 91 91 28 Bekal Burger King sarapan 14 14 81 Belanja 40.5 40.5 Thursday 30 1870 Norway in a Nutshell 935 935 Bergen 70 Museum Art (student price) 35 35 April 30 McD deket rumah miring 15 15 15 Hotdog RAI 15 0 140 Kereta miring Floibanen 70 70 87.5 Belanja makanan 43.75 43.75 Friday 1 1000 1000 NOK = 115.67 Nutshell 154 Souvenir RT 0 154 May 80 Souvenir RAI 80 0 17 Postcard RAI 17 0 24 Prangko RAI 24 0 150 Belanja makanan buat dinner 75 75 Saturday 2 40.5 Belanja Makanan 20.25 20.25 May 50 Tram Ticket to Solerud 2 person 25 25 Sunday 3 130 One day transportation pass Oslo 65 65 May 120 Kebab deket stasiun Oslo 60 60 220 Dinner two person 110 110 1 Coin Norway 1 0 50 Sisa Notes Norway 25 25

RAI NOK 2005.5 RT NOK 1994.5 NOK -> EUR 461.19 RAI Euro 231.23 RT Euro 229.96 Breakdown Transport Luar 1870 Transport Inner 672 Admission 70 Food 954 Post Stuff 84 Souvenir 234 Locker etc 65 Sisa 51 Breakdown Percentage Transport etc 63.55% Admission etc 3.38% Food etc 23.85% Souvenir etc 7.95% Sisa 1.28%
Pengeluaran Swedia Kronor (SEK)

Day Date Cash In Cash Out Details RAI Part RT Part 27 1000 1000 SEK = ??? EUR Monday RT 48 Perangko RAI 48 0 Malmo-Lund April 20 Toilet Malmo Station 10 10 6 Postcard RAI 6 0 30 Coin Locker Malmo Station 15 15 30 Coin Locker Lund Station 15 15 5 Postcard RAI 5 0 33 Kopi bertiga 16.5 16.5 27 Naik bus berdua 13.5 13.5 50 Kebab Rekomendasi Rika 25 25 Tuesday 28 60 Kopi di temennya Christian 30 30 Helsingborg April 170 Ferry Helsingborg – Helsingor PP + Lunch 85 85 245.5 Tukar 200 DKK = 245.5 SEK FOREX 108 Belanja bareng Christian 54 54 Monday 4 180 Tiket Stripenkart Kereta buat berdua 90 90 200 One day ticket berdua 100 100 May 20 Postcard RAI 20 0 11 Mentos 5.5 5.5 2 Postcard RAI 2 0 12 Prangko RAI 12 0 119.5 Souvenir RT 0 119.5 45 Souvenir RAI 45 0 8 Postcard RAI 8 0 Tuesday 5 1000 1000 SEK = 94.41 EUR RAI 200 One day ticket berdua 100 100 May 198 Bus Stockholm – Skavsta Airport 99 99 100 Vasamuseet 50 50 Wednesday 6 240 Extra Luggage RT 0 240 3 Coin Swedia 2 1 May 4.5 Coin Collateral Exchange 1.5 3 315.5 Exchange SEK to EURO (???) di RT 157.75 157.75

SEK -> EUR 187.45 RAI Euro 83.70 RT Euro 103.75 Breakdown Transport Luar Kota 368 Transport Inner City 607 Admission 100 Food 262 Post Stuff 101 Souvenir 164.5 Locker etc 320 Sisa 323 Breakdown Percentage Transport etc 43.42% Admission etc 18.70% Food etc 11.67% Souvenir etc 11.82% Sisa 14.38%

Beberapa hari yang lalu, pas lagi ke tempat temen di Spacebox buat belajar ngotak ngatik HP baru, mampir bentar ke kost-an yg lama.Christine, penghuni baru begitu ngeliat saya langsung balik ke kamarnya dan bilang “I have one letter for you”. Hehe dia sering saya repotin buat ngasih tau saya kalo ada surat yg masih masuk ke alamat yg lama (yg kebetulan sekarang ditempatin dia). Tapi surat kali ini berbeda, kop suratnya bertuliskan “Politie“. Abis ngeliet, langsung dalam hati mikir2 “D*mn salah saya apa, kenapa bisa dapet surat dari polisi?”
Pada saat itu langsung tahu bagaimana jadi orang yg nerima surat denga logo polisi, padahal surat-surat yg saya terima biasanya logo universitas, NS (perusahan kereta), insurance atau advertisement ga jelas y g nawarin barang. Udah gitu surat polisi ini bahasa Belanda lagi “Gw salah apa ya?”. Langsung diketik di google translation di kamarnya temen, translate dan ternyata inti surat itu cuma diminta ngisi kuisioner via internet. Asem…. bikin ketar ketir aja.
Kejadian itu mengingatkan saya pada beberapa kejadian dengan polisi yang pernah saya alami. Dulu di Essen, saya dan Andreas pernah dalam sehari kena dua kali pemeriksaan sama polisi, nanyain paspor. Pemeriksaan pertama dan kedua hanya berselang beberapa menit.
Di Jepang pernah beberapa kali berinteraksi sama polisi. Sekali di deket Chofu station. Waktu itu lagi ngeliatin foto wanted list alias buronan di Jepang yang di tiap fotonya dikasih hadiah uang kalau bisa ngasih informasi yg mengarah ke penangkapan tersangka. Iseng2 saya bilang ke Beer, “Hey, that one is look like you” sambil nunjuk satu foto dan ngeliat muka dia. Rupanya tingkah laku kita mencurigakan polisi di dalam kantor polisi yang out of sudden keluar dan “mengundang” kami berdua masuk. Berhubung waktu itu saya masih belum bisa bahasa Jepang, masih bulan2 awal di Jepang, Beer yang nge-jawab pertanyaan Pak Polisi. Keluar2 dari kantor polisi Beer tampangnya bete gitu dan bilang “Next time hati2 kalo nunjuk foto kriminal”. Duh, jadi ga enak :D….
Udah gitu di Aomori central station. Lagi winter holiday dan waktu itu saya mau mengunjungi teman saya di Hokkaido. Berhubung waktu transit lumayan lama, buat nunggu kereta malam “express Hamanasu” Aomori – Sapporo, daripada bengong di dalam, saya keluar stasiun buat foto2. Pake backpack gede, bawa tripod, malem2 berkeliaran di sekitar stasiun foto2 rupanya mencurigakan. Dua polisi suddenly menghampiri saya dan menanyakan identitas. Bahasa Jepang saya masih kacau dan dua polisi muda ini nggak bisa bahasa Inggris, kombinasi yg bagus buat bahasa tarzan.
Di-“interogasi” selama 15an menit di luar stasiun, mana cuacanya dingin banget lagi (winter). Sambil interogasi mereka ngisi-ngisi formulir bahasa Jepang dan ngomong2 diantara mereka. Saya tak sengaja menangkap kata “onnanohito” yang artinya wanita di percakapan mereka. Berhubung bete di-“interogasi” saya akhirnya minta foto bareng mereka dan rupanya itu efektif buat ngusir dua polisi kurang kerjaan ini. Mereka akhirnya balikin “alien card” saya dan nyari orang lain buat diinterogasi. Ketika saya cerita ke Suwandi, dia ketawa2 dan bilang “Nald, lu disangka pervert tuh, kayanya ada orang (wanita) yang lapor ngeliat orang mencurigakan berkeliaran di sekitar stasiun”. Sialan. Rupanya di Jepang banyak pervert berkeliaran pake kamera, dan apesnya saya disangka salah satu dari mereka. Padahal kamera saya kamera saku. Parah.
Tapi pengalaman paling seru dengan polisi ketika kelas “Japanese Human Relations” kami ada acara Tokyo Excursion yang ditutup dengan acara makan2 di salah satu restoran di Asakusa. Feeling saya ketika masuk lumayan jelek karena orang yang duduk di sebelah meja kita mabuk. Satu orang bahkan mengangkat kursi dengan satu tangan dan ngomong2 nggak jelas. Sepanjang makan malam, kami terganggu dengan meja sebelah kami yang dihuni oleh orang mabuk, yang sudah dikomplain berkali-kali oleh Profesor ke pihak restoran, tetapi tidak ditanggapi dengan serius. Sekali waktu si cewek mabuk udah telentang di atas meja makan dan salah satu cowok yang mabuk tangannya masuk ke dalam rok. Si cewek terang aja nggak mau. Akhirnya si cowok bete dan memperlihatkan barang dia ke si Cewek.
Kebetulan dua teman saya (cewek) pas lagi ngeliat ke arah situ dan teriak. Batas kesabaran Profesor sudah habis dan membentak mereka. Mereka menyerbu meja kami untuk memukul Profesor kami (yang baru saja membentak mereka) dan tampaknya bentrokan fisik sudah tidak bisa dihindarkan kalau pelayan toko tidak menahan laju kedua pria mabuk tersebut. Pokoknya udah ribut banget. Dia sempat menendang meja kami sehingga salah satu teman tanganya terjepit meja. Hugo di barisan terdepan, saya di belakang dia dan semua siap2 buat tawuran. Sempat ada insiden yg berkaitan dengan pisau. Situasi sempat panas, Hugo juga mesti ditenangkan sama kita2 (ternyata orang Meksiko panasan). Polisi Jepang rupanya lambat banget datangnya. Kita sampe udah bete nungguin mereka dateng. Udah gitu pas dateng mereka bener-bener nggak ada wibawa sama sekali. Si cewek mabuk bahkan bergelayut di dada salah satu polisi setengah baya sambil ngambil topi si polisi. Udah gitu polisi2 ini cenderung persuasif, nggak ada acara borgol2an. Beda kaya polisi di Indo yang kayanya kalo kejadian kaya gini udah main hantam aja. Kesan yang kami dapatkan. Polisi Jepang lembek2. Btw foto yang pertama kali dilihat itu foto pas kejadian ini.
Lain di Jepang, lain pula pengalaman di China. Di Xian ada polisi yang memeriksa paspor setiap orang yang mau masuk ke dalam Xian Central Station. Entah apa maksudnya. Beberapa hari kemudian saya menghabiskan waktu hampir sejam di kantor polisi Shanghai. Ketika itu saya baru sampai di Shanghai setelah perjalanan 16 jam naik kereta dari Xian. Masih teler. Sambil teler karena kecapekan inilah saya mencari tourist information Shanghai, yang susah banget ditemui. Lagi capek2 gitu, saya ditabrak sama orang, dan refleks saya langsung megang kantong. Sialan, HP nggak ada di kantong. Akhirnya nyarilah kantor polisi terdekat yg kebetulan sekali ada di stasiun. Pengen bikin surat kehilangan, biar diganti sama insurance di Jepang.
Di dalam kantor polisi, untung banget ada yg bisa bahasa Inggris, tapi disuruh nunggu dulu. Pas dipanggil, duduk, ngasih liat paspor, dkk, kenapa di paha kiri ada yg ngeganjel ya. Diraba2, ternyata “lho HP gw kok bisa disitu.” Rupanya gara2 kecapean, abis telepon, saya masukin HP bukan ke kantong jeans, tapi justru diantara jeans dan long john. Dan HP itu ketahan di atas paha karena ada tas paha (yg buat jalan2). Berhubung ngerasa udah ketemu dan polisi2 ini ga tau, saya berusaha “OK sir, I’ll let it go” dan membatalkan bikin surat kehilangan HP. Polisi Shanghai rupanya kelewat ramah, “Tinggal dikit lagi, diselesaikan saja”. Dan saya langsung pengen ngeloyor pergi. Tiba2 di pintu masuk kantor polisi, HP jatuh dari balik celana jeans. Di background “You don’t loose your phone”. Aduh, tengsin banget, ngelapor hilang HP padahal HP nyelip di antara jeans dan long john. Langsung jalan tanpa ngeliat ke belakang lagi. Benar2 kehilangan muka. Udah gitu pas chatting sama Juanda di MSN, dia ngakak lagi. Apes, pas balik ke Jepang bbrp teman tahu kejadian ini. Duh…..
Lalu di Busan, Korea Selatan, saya pernah disamperin polisi pantai sambil bilang “dame, dame” yang dalam bahasa Jepang artinya “tidak boleh, tidak boleh”. Waktu itu saya lagi foto-foto di Hyeundae Beach sambil bawa tripod dan kamera. Sialnya, di Korsel, orang Jepang disangka pervert semua dan saya disangka sebagai orang Jepang. Udah gitu polisi pantai ini ngomong pake bahasa Jepang dan saya tanpa sadar reply pake bahasa Jepang juga. Nggak bener, kan ga semua orang Jepang pervert, dan saya bukan orang Jepang.
Masih di korea juga. Di DMZ alias DeMiliterized Zone, daerah perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Tentara berfungsi jadi tukang “ngusir” orang keluar dari kereta. Dari Seoul kami hanya bisa naik kereta ke Imjingang, lalu dari situ semua turis mesti ke semacam pos buat dapet kartu identitas yang kalo ga salah dituker sama paspor. Di satu bus, cuman saya yang satu-satunya orang non-Korea, bengong ga ngerti apa2 pas ada orang yg ngomong di depan bus. Di daerah ini entah kenapa banyak bener tentara, mungkin gara2 Korsel dan Korut statusnya masih perang kali ya.
Sebulan setelah di Korea, saya dan teman2 JUSST berlibur ke Thailand. Dalam perjalanan dari Chiang Mai ke Pai (Thailand Utara), bus kecil kami sempat dihentikan polisi/tentara yang memeriksa identitas semua penumpang. Aun sempat bilang “Disini banyak orang Myanmar yang ilegal Nald, makanya banyak pemeriksaan”. Kejadian yang sama kami alami ketika pulang dari Pai ke Chiangmai, minibus kami berkali-kali dihentikan buat diperiksa. Ternyata ketika itu ada kudeta di Thailand (19 Sept 2006) dan militer berkuasa. Sepanjang perjalanan ke Chiangmai saya melihat beberapa tank berkeliaran. Udah gitu di Chiangmai station banyak banget tentara bersenapan di dalam stasiun. Hal yang sama kami liat beberapa hari kemudian di jalan-jalan di kota Bangkok, banyak tentara. Sementara di Indo nyokap udah panik karena saya di Thailand pas kudeta (katanya sempet turun 5 kilo).
Soal tentara di stasiun ini rupanya tidak hanya di Thailand. Di Paris, ketika diadakan Paris Air Show, banyak sekali tentara berkeliaran di stasiun-stasiun di Paris. Saya sampai nanya2 ke Arryn kenapa banyak banget tentara di stasiun. Dia jg nggak tau kenapa. “Biasanya nggak kaya gini Nald”. Udah gitu pas di La Defense, pas nemenin Arryn dan Mbak Wahyu belanja, kami melihat tentara bersenapan di dalem shopping mall. Gile, ada apa ya?
Baru-baru ini, saya berurusan dengan polisi lagi ketika ikutan Traveling Summer University di Spanyol. Polisi beneran dan polisi gadungan. Di Madrid, ada orang sedeng dari Guinea Equator yg nyangka saya ngambil foto dia (padahal saya ngambil foto stasiun Madrid Atocha). Orang item, gede dan resek. Teriak-teriak di jalan. Berhubung saya nyangka di kriminal, saya teriak “policia” berusaha biar kamera saya tidak jatuh ke tangan dia dan orang2 biar ga diem aja (orang2 malah diem). Berhubung ada mobil polisi terdekat, saya kesana bareng dia, lebih aman kan daripada ngasih kamera ke orang nggak jelas. Si hitam tak bisa bahasa inggris dan saya tak bisa spanish. Jadilah ribut2 pake bahasa ga jelas sepanjang jalan ke mobil polisi itu. “I’m gonna hit you” kata dia, asem… asem…. kapan liburan saya bisa damai. Singkat cerita sampailah ke mobil polisi dan saya dan dia menceritakan versi kami sama Pak Polisi. Saya bisa membuktikan di kamera bahwa saya tidak foto dia, melainkan foto stasiun, dan tu orang bilang maaf. “African people are strange people, just stay away from them” kata Pak Polisi. Bener banget, nyebelin banget tu orang.
Beberapa hari kemudian, saya dan Lukas, sesama peserta Summer University dihentikan sama polisi gadungan di Albarracin. Tiba2 aja ada “turis” tersesat yang nanya jalan. Tak lama kemudian ada “polisi” setengah baya meminta saya, Lukas dan “turis” itu menunjukkan identitas dan uang kami. Uang? masa ada polisi yg minta kita nunjukin uang. Untungnya waktu itu di dompet saya duitnya < 10 EUR, dan “polisi” gadungan ini tak tertarik. Yang bikin curiga, ada 1 orang lagi, kayanya komplotan dia yang ikut2an meriksa kita. Mereka berdua tak berseragam. Kayanya bareng “turis” itu mereka komplotan penjahat. Untung kita
 nggak diapa-apain, padahal itu jalan yg kecil dan sempit dan jauh dari jalan raya. Hoki deh. Lalu di Barcelona, Albert nge-joke ketika di salah satu shopping street terkenal di Barcelona, dia bilang “tempat ini adalah the second most touristic place in Barcelona, after the police office”. hehe emang bener tampaknya. Spanyol lumayan banyak petty crimes, alias copet2 ini. Saya bahkan pernah ngeliat dua copet wanita mudah beraksi di dalam metro Madrid. Tapi sebagai orang Indonesia, mungkin insting bahaya kita sudah terasah kali ya, bisa merasakah aura jelek dari copet :p.
Huhhhh, moga2 nggak berurusan sama polisi lagi di masa yang akan datang.

 

“God, lead our way”
Masih berupa sketch.

Mencari cara meng-efektifkan libur musim panas kali ini 😉

Part 1 – Scandinavia (JUSST small reunion)
Part 2 – Spain (AEGEE Summer University)
Part 3 – Central Europe (family visit)
Part 4 – TU Delft Introduction Week’s Coach

***
Part 1 – Scandinavia
estimated. 4 Jul – 18 Jul

Jul 2 (Thu) – Rotterdam (Depart 21.30) using Eurolines
Jul 3 (Fri) – Bremen (Arrive 05.30). Bremen all day. Stay in seniro.
Jul 4 (Sat) – Bremen all day. Evening go to Airport. Sleep in airport
Jul 5 (Sun) – Bremen – Tampere (06.30 – 09.30). Tampere-Oulu-Kuusamolink
Jul 6 (Mon) – Kuusamo – Partakko link
Jul 7 (Tue) – Partakko – Nasseby – Repvagstranda link
Jul 8 (Wed) – Repvagstranda – Nordkapp link
Jul 9 (Thu) – Nordkapp – Skjervoy (lakes in mountains) link
Jul 10 (Fri) – Skjervoy – Helligskogen (waterfall and lake) – Evenes link
Jul 11 (Sat) – Evenes – Bo – Moskenes (beach Vinstad) link
Jul 12 (Sun) – Moskenes (Ferry) – Bodo – Trofors (waterfall) link
Jul 13 (Mon) – Trofors – Baggastranda (waterfall) link
Jul 14 (Tue) – Baggastranda – Andalsnes – Styrin – Ramnejfellsfossen link
Jul 15 (Wed) – Stryn – Hjelle – Rjukandefossen (waterfall) link
Jul 16 (Thu) – Rjukandefossen – Oslo – between Oslo& Stockholm link
Jul 17 (Fri) – ???
Jul 18 (Sat) – Departure from Oslo Airport
Summary: Scandinavia Trip (Finland and Norway). From Tampere towards North Pole, go south towards Bergen. Road Trip with Dmitri and Vas. Sleeping bag. Tenda, mobil, etc akan diurus Dmitri.

Part 2 – Spanyol (AEGEE Summer University)link here
estimated. 18 Jul – 4 Aug

Jul 18 (Sat) – Fly to Madrid. Scandinavia Trip End. Norwegian Air (Oslo – Prague) then Wizz Air (Prague – Madrid). Status: Booked.

Jul 18 (Sat) – Madrid – Summer university dimulai.
Jul 19 (Sun) – Madrid
Jul 20 (Mon) – Madrid
Jul 21 (Tue) – Trip Madrid – Toledo – Madrid
Jul 22 (Wed) – Trip Madrid – Albarracin – Zaragoza
Jul 23 (Thu) – Zaragoza
Jul 24 (Fri) – Zaragoza
Jul 25 (Sat) – Zaragoza
Jul 26 (Sun) – Trip ZGZ – Loarre Castle – Jaca
Jul 27 (Mon) – Jaca
Jul 28 (Tue) – Jaca
Jul 29 (Wed) – Trip Jaca – Altafulla Beach – Tarragona
Jul 30 (Thu) – Tarragona
Jul 31 (Fri) – Barcelona
Aug 1 (Sat) – Barcelona
Aug 2 (Sun) – Barcelona
Aug 3 (Mon) – Barcelona – Good bye Party
Aug 4 (Tue) – Barcelona – Summer University berakhir, go to Andorra.

Part 3 – Andorra – Vienna – Bratislava – Czech
estimated. 4 Aug – 16 Aug

Aug 4 (Tue) – go to Andorra. Sleep in ???.
Aug 5 (Wed) – Andorra. Sleep in ???.
Aug 6 (Thu) – morning back to Barcelona
Aug 7 (Fri) – Flight Barcelona – Vienna (ClickAir). Status: Booked.
Aug 8 (Sat) – Bratislava (Stay in ???)
Aug 9 (Sun) – Vienna (Stay in ???)
Aug 10 (Mon) – Vienna (Stay in ???)
Aug 11 (Tue) – Vienna (Stay in ???)
Aug 12 (Wed) – Prague. Stay in Hannah/A:e
Aug 13 (Thu) – Prague. Stay in Hannah/Ale
Aug 14 (Fri) – Prague. Stay in Hannah/Ale
Aug 15 (Sat) – Prague. Stay in Hannah/Ale
Aug 16 (Sun) – WizzAir Prague – Eindhoven.

Part 4 – KBRI + Introduction Week Coach
estimated. 17 Aug – 29 Aug

Aug 17 (Mon) – Tujuhbelasan di KBRI Den Haag.
Aug 18 (Tue) – Sleep all day
Aug 19 (Wed) – Introduction Week Coach
Aug 20 (Thu) – Introduction Week Coach
Aug 21 (Fri) – Introduction Week Coach
Aug 22 (Sat) – Introduction Week Coach
Aug 23 (Sun) – Introduction Week Coach
Aug 24 (Mon) – Introduction Week Coach
Aug 25 (Tue) – Introduction Week Coach
Aug 26 (Wed) – Introduction Week Coach
Aug 27 (Thu) – Introduction Week Coach
Aug 28 (Fri) – Introduction Week Coach
Aug 29 (Sat) – Introduction Week Coach

*sigh* masih banyak yg harus dikerjakan. At least GBTP (Garis Besar Travel Plan) udah selesai. Semoga semua rencana berjalan lancar.

Budget Estimation

Kereta Delft – Rotterdam EUR 1.90
Ticket Rotterdam – Bremen EUR 14. Done
RyanAir Bremen – Tampere EUR 31.54. Done, beli 2 kali, yg pertama terpaksa di-void, ka
rena 1 day behind schedule (EUR 31.44 melayang
)
Scandinavia budget again ???? EUR
Norwegian Air Oslo – Prague EUR 59.40. Done
Wizz Air Prague – Madrid EUR 26.54. Done
Summer University in Spain EUR 240 + EUR 30 (Optional). Belum dibayar.
Click Air Barcelona – Vienna EUR 78.50. menyebalkan, beda 3 hari, harga udah naik 30 Euro =(
Wizz Air Prague – Eindhoven EUR 21.03
Kereta Eindhoven – Delft EUR 11.00

Car rent 360 EEK/day TOTAL 6480 EEK Fuel 512 liters ( 6400km, 8l/100km) * 22kr/l TOTAL 11264 EEK Ferry Tallinn – Helsinki car + 2 people ( Tallink Star) TOTAL 951 EEK Ferry Stockholm – Tallinn car + cabin ( 2 people) TOTAL 2649 EEK

To do list.

Couchsurf host2 di Finland and Norway + Barcelona, Bratislava and Vienna
Info ticket Oslo Central Station -> Oslo Airport
Info Ticket Madrid Airport – Madrid Central Station.
Info Tiket bus Barcelona – Andorra
Info Barcelona Day Card
Info Bratislava Day Card
Info Vienna Day Card
Ceko, terserah mau dibawa Hannah/Alexandra kemana.

Details

Part 1 – Scandinavia [dari Dmitri]

Finland
Utajärvi ( bridge crossing Oulujoki; national park )
Koli ( Southern Finland )
Kuusamo ( Mid Finland, said to be great place )
Kilpisjärvi ( North, crossing Norway border )

Norway
Nordkapp ( northern point )
Narvik
Lofoten ( Islands – MUST SEE )
surrounding of Stryn, Lake Loenvatnet
Jotunheimen and Rondane mountains
Nordfjord
Hardangervidda National Park -> Hardangerfjord -> Hardanger Jøkulen ( glacier ) -> Vøringfossen ( highest waterfall in Norway, 182m ) -> Måbødalen valley
Bergen is a wonderful city, full of life and culture. In this “must-visit” city, you will find Bryggen, listed by Unesco as a World Heritage site; exceptional old houses; a vibrant fish and flower market; cable cars offering stunning views; great museums; dynamic culture, and more
Lake Jolster, Loen and Stryn to Hellesylt, where you will take the ferry on the lovely Geiranger Fjord, which can easily be considered the most beautiful fjord in the world. Here you will find magnificent and impressive waterfalls, such as the Seven Sisters and Bridal Veil
Hesjadalsfossen, Vaksdal ( fossen – waterfall )
Hjelle ( SWIM TO ISLAND )
Beautiful lake in mountain region near Kipsijärvi
About 10km walk east from Straumen ( waterfall with lake )
Preikestolen, 4100 Forsand, Norway – MUST SEE
Steinsdalsfossen (also called Øvsthusfossen or Øfsthusfossen) is a waterfall 2 kilometers west of Norheimsund, Hardanger in western Norway
Rjukandefossen is a double waterfall of approximately 18 metres located in the vicinity of the village Tuv in the municipality of Hemsedal, Norway
Ramnefjellsfossen (also, known as Utigardsfossen or Utigordsfossen) is unofficially listed as the third-highest waterfall in the world
Langfossen is a waterfall located in the municipality of Etne in western Norway

Advise dari temen

Vienna – Bratislava – Prague

Hi Mar,Gw ada rencana awal-mid august ke tiga tempat tsb, nah, berhubung u udah pernah kesana, bisa kasih tips and tricks? gw alokasi 9 hari di bulan august buat ketiga tempat itu (7 Aug – 16 Aug – tentative), kira2 tiap kota perlu berapa hari buat dikunjungi ya?

Di buku u ada Cesky krumlov, sama ceske budejovice. Misalnya gw di ceko 5 hari, kira2 2 kota itu patut dikunjungi ga? (ga pernah denger soalnya hehe).


***

halo ROnald,
btw, kalo gak terlalu private, balesnya di wall aja ya, kalo di inbox suka keteteran 😛
wah, mantabb itu..
di wina kayaknya 2 hari juga cukup, praha (wajib!) 3 hari, bratislava 1 hari (kecil banget kotanya), plus Cesky Krumlov 1 hari juga cukup (plus recommended abis! tapi cesky budejovice gak, biasa aja kotanya :D), selebihnya mending ke salzburg aja mungkin?


***

gw liat saran u, wina+praha+bratislava+cesky krumlov = 2+3+1+1=7 hari. Gw alokasi waktu efektif itu 8 hari. (8 Aug – 15 Aug), soalnya tgl 7 sampe vienna malam dan cabut dari prague tgl 16 tengah hari, [ngejar 17 agustusan di KBRI Den Haag sih ;)]…. 1 hari sisa, mau dikemanain ya? apa ke Budapest aja? atau spend more time in czech, entah kota apa gitu? ada saran soal one day ticket, etc? *masih bikin financial planning hehehe*

Advise dari Ardhy

hmmm… apa ya..
untuk transport vienna-bratislava ada penawaran khusus tiket 1 hari.
klo ga salah harganya 13 euro (atau 17 euro ya..) lupa gw
yg jelas itu tiket pp berlaku 1 hari
dan gratis transport selama di bratislava (not in vienna lo ya hehehe).
btw, ngemeng2x soal bratislava
gw sempet parno abis lihat film hostel 1 dan hostel 2 (search di google)
hehehe.. :p cek aja sendiri ya..

di bratislava, yg mesti dilihat:
castle, menara ufo di jembatan sungai danube, dan city center
transport udah gratis, makanan relatif murah, tapi souvenir teteup mahal 🙂

klo di vienna, kayak paris deh, setiap sudut kota bagus
gw kemarin mengunjungi istana (summer dan winter palace)
city center, opera house, St. Stephen’s Cathedral, city center,
pokoknya banyak.

penghematan di vienna apa ya..ga ada deh kayaknya
standar, naik subway klo mau hemat tenaga dan waktu
makanan relatif mahal, mirip seperti di denmark


Website (dari Dmitri)







Things (Dmitri + Vas’ list)
thermos
tent (2?) dmit
matrases each
bbq dmit
saw
axe
shovel
sleeping bags each
laptop dmit
GPS navigator
red tape buy
baseball bat dmit
kettle
(car-electr. & usual) vas
Music vas
mini-fridge vas
toothpicks buy
tooth thread(х3) buy
this blue shit to rinse teeth buy
coal buy
flammable liquid buy
matches and lighters buy
superglue buy
ducktape buy
2 chairs dmit
list of roads
TP buy
thick gloves for bbq buy

Akhirnya scandinavia trip selesai juga. Salah satu trip yang berkesan untuk saya, terutama untuk pemandangan alam di deket Bergen. Top banget, tempat yg pasti akan saya datangi kembali suatu saat nanti.
Semua moda transportasi yang ada dipakai, dari bus (termasuk bus malam,sama dalam kota), subway, metro, trem, kereta (termasuk scenic train dan kereta dengan kemiringan 26 derajat), ferry lintas negara, nebeng mobil host dan ditutup dengan maskapai murah meriah yang pas mendarat ada suara terompet (kaya tahun baruan aja) alias RyanAir. Perjalanan dengan jenis2 transportasi paling lengkap selama ini. Lupa naik becak aja kali ya ;p
The Beginning
Awalnya bisa di-trace back ke bulan Desember 2008. Pas lagi chatting sama Widita, dia nanya, spring break mau kemana. Berhubung masih anak baru dan belum begitu familiar dengan libur2 yg ada di TU Delft, saya buka blackboard, dan ternyata, liburnya lumayan juga ya, 11 hari. Langsung deh searching2 tiket murah. Tiket yg pertama dibeli justru RyanAir Stockholm – Eindhoven. Bener2 impulsif saat stress nggak kemana2 winter holiday kemarin. Soal cara ke Stockholm, waktu itu pikirannya, masih ada tiga bulan-an buat mikirin.
Rencana awal, jalannya sendirian. Tapi setelah mencari umat, Christian, anak Total Scholarship Prancis mau bergabung, dan Rahmadi, anak TUD jg interested. Sayangnya Christian batal di saat2 terakhir karena bokek abis liburan ke Yunani (kadang2 saya pengen jadi anak Total, kerjanya jalan2 melulu, bikin mupeng aja)

Copenhagen – Day 1 – 3

Akhirnya dibuat perjalanan via darat. Copenhagen jadi tujuan pertama kami. Ada Ardhy yang dengan baik hatinya menampung kami selama di Copenhagen. Plus kasih2 advice cara menghemat uang, terutama di bagian transportasi.
kesan mengenai copenhagen
  • cewek-cewek copenhagen bener2 cantik2. Potongan barbie-like, blonde, mata biru, dan bodi bagus. Sampai2 Rahmadi banyak foto candid cewek2 Copenhagen, saya yang mau ngambil candid mesti mengelus dada dengan kemampuan kamera yg seadanya. Bener2 SLR dibutuhkan disini. Komentar Rahmadi yg saya ingat “Nald, gw udah mulai ga bisa bedain yang mana warga biasa, yang mana model”. Beruntungnya Ardhy. Komentar2 lain “Gila Nald, tukang sampah aja cantik”. gw “Setuju, semoga yg di Stockholm lebih cantik -> tapi kecewa pas di Stockholm”.
  • Bule Copenhagen suka berjemur di jembatan istana. Kami menspot tiga bule cantik dengan celana jeans + bra sedang berjemur.
  • Orang denmark suka kencing di semak2, kalo ga percaya dateng aja ke Royal Park. Ga cowok ga cewek, sering masuk semak2 dan menghilang, abis itu nongol lagi.
  • 20 Kronors story (detail nanti)
  • Keretanya bagus banget, interior kereta terbaik yang pernah saya lihat, meskipun bikin sakit kantong. Kereta mereka sangat peduli lingkungan, abis itu kita bisa ngeliat stasiun awal – akhir dalam bentuk LED display. Bener2 keren.
  • Diwawancara sama wartawan di deket patung Little Mermaid, tentang rencana pemindahan patung ke China dalam rangka World Expo selama 6 bulan.
Malmo – Day 4
Kota swedia yang paling deket Copenhagen ini, turning torso-nya yang terkenal. Bangunan yang dibuat oleh arsitek yg kesannya, iseng amat ini orang. Tapi sama Mas Sigit dibela dengan “hehe ini bukan iseng… but really great construction… designed by genious Spanish Architect, Santiago Calatrava”. Informasi yg berguna, karena saya awalnya tak tahu apa2 tentang bangunan ini.
Lund – Day 4
Kota ini sekilas mirip banget sama Delft, university town. Terlintas mengunjungi tempat ini setelah ngeliat foto2nya Bang John yg sempet kesini juga. Di-guide sama Rika, yang baru kenal, abis saya email-in ketua PPI Swedia, minta tolong siapa tahu ada yg bisa guide kami berdua pas di Swedia (Malmo, Lund, Helsingborg, dan Stockholm). Dapet 3 nama, 1 di Lund (Rika) dan 2 di Stockholm. Cuma Rika doang yg ada waktu buat nge-guide kita2.
Salah satu tempat unik yg dikunjungi disini adalah kuburan Swedia. Pas lewat kuburan, Rahmadi memperoleh dorongan untuk melihat nisan2 orang Swedia. Itu kuburan biasa, sambil jalan Rahmadi sibuk mengomentarin tahun kematian orang2 itu.
Helsingborg – Helsingor – Day 5
Helsingborg, tujuannya transit doang sebelum ke Oslo dan Helsingor. Helsingborg – Helsingor itu bener2 kota kembar, tapi yg satu punya Swedia, yang satu punyanya Denmark. Jaraknya cuman dipisahkan 20 KM sama laut. Bisa ngeliat dari kota tetangga dari tepi pantai, padahal udah beda negara. Tinggal di tempat Christian, host Couchsurfing kami. Tujuan utama kesini sih ke Hamlet Castle (yup, Hamlet-nya Shakespeare). Kastilnya sih biasa, tapi dungeonnya bagus.


Di kota ini Rahmadi mengalami “pelecehan”, pake tanda kutip. Abis nuker duit Denmark Kronor di Forex, tiga orang menghampiri kami (saya, Rahmadi dan Christian). 1 tampang bule dan 2 tampang asia. Ngobrol2 bentar, sambil praktekin Mandarin dan Jepang, kirain mereka emang ramah (biasa kan orang asia
ramah2). Ternyata Christian senyum2 pas si Bule (yg ternyata blasteran Jepang – Swedish) ngomong ke dia dalam swedish yg isinya kurang lebih: “Is he (maksudnya Rahmadi) gay? I want to take him home and eat  him”. Awalnya kita ga tau dia ngomong apa sama Christian, tiba2 mereka bertiga ngomong “We are homosexual” dan kayanya si bule blasteran ini ngasih sinyal2 positif ke Rahmadi. Huahahahaha….. apalagi pas mereka udah pergi dan Christian ngasih tahu ke Rahmadi apa yg dibicarakan oleh mereka :)) Seharian tampang dia bete abis.
Oslo – Day 6
Pertama kali nyampe Oslo, udah disambut dua orang “suspected” criminal di WC. “Orang-orang Unta”, demikianlah sebutan Echa buat mereka. Tampang mencurigakan, gerak gerik mencurigakan. Untung kami berdua. Kalo sendirian kayanya udah habis dipalak tuh.
Seharian habis di museum2 di daerah Bigdoy. Beli Oslo pass buat sehari. Lumayan hemat juga pake Pass2 kaya gini. Malemnya (meskipun masih terang) ke Vigeland Sculpture Park. Pokoknya taman ini isiny
a patung telanjang semua, cowok, cewek, dari bayi sampe kakek-nenek.Lengkap. Hans malah ga inget namanya. Comment dia, “Udah ke taman patung telanjang belum pas di Olso”, pas kami ketemuan di Bergen.
Di Oslo ini bener2 arti kelaparan bisa dihayati. Berhubung berhemat karena scandinavia mahal banget, kita cuman makan roti. Jam 7 PM sudah mulai kerasa efek hanya makan roti 4 potong sebagai brunch. Sakit kepala – gara2 kurang makan + sakit kantong pas ngeliat makanan harganya ga kira2. Masa paket McD atau Burger King itu 81 NOK (kira2 12 Euro-an). Udah gitu kalo makan di dalam restorannya kena extra 5 NOK. Sedeng….Orang yg bilang Jepang negara termahal di dunia pasti belum pernah ke Norway.
Bergen Day 7-8
Pas pagi hari nyampe di Bergen ini bener2 kami tepar. Kemarin paginya baru nyampe di Oslo pake bus malam, seharian jalan, malamnya udah mesti naik kereta malam ke Bergen.
Dapet kepastian tempat tinggal di Bergen pun dua hari sebelum sampai di Bergen. Hans yang dihubungi via email, ga ngejawab. Via email facebook ga ngejawab. Akhirnya ngejawabanya setelah send wall post ke dia. Habis ngeliat komputer Hans, terang aja ga dibales, email dia bejibun gitu, banyak unread massagenya. Untung ada facebook hehe. Anyway, Hans sama saya satu almamater dan satu angkatan dulu pas di institut cap gajah duduk. Hans ambil Kelautan, saya ambil Elektro. Anyway, selama trip ini saya ketemu sama tiga rekan satu almamater, Hans (Kelautan), Ardhy (Elektro) dan Desiree (Elektro) yang dulu seangkatan. Banyak pertukaran cerita pas ketemu :).
Bergen rupanya lagi masa-masa graduasi SMU. Tradisinya, merangkak sepanjang jalan utama di Bergen. Awalnya saya nggak tau tradisi ini, tapi berhubung pengen tahu, tanya2 sama dua orang yg lagi menemani 2 cewek merangkak. Interogasi berhasil dan mereka cerita banyak soal tradisi ini. Plus dua orang yg merangkak mau difoto. Photo of the day.
Intinya bergen itu the most beautiful city in Norway. Mirip2 Bandung, dikelilingi gunung2. Bedanya ini jg dibatasi oleh laut. Pemandangan dari Floibahnenya bagus, apalagi menjelang senja.
Norway in a Nutshell – Day 8
Ini bener2 highlight trip kali ini. Awalnya Bergen ini ga masuk dalam hitungan buat dikunjungi buat spring break kali ini. Tapi Ardhy promosinya kenceng banget soal Bergen + Norway in a nutshell ini (thanks Dhy), sampe2 saya akhirnya merubah travel plan.
Trip ini dijual 935 NOK (120an Euro). Mahal, tapi it’s worth it. Foto2 saya yang bagus diperoleh dari satu hari ini. Meskipun kameranya, kamera saku biasa, tapi berhubung objeknya emang bagus banget, jadilah foto2 yang bagus.
Intinya ini tour yg diorganized, tapi kita dapet tiket transportasi doang. Rutenya Bergen – Voss – Gudvangen – Flam – Myrdal – Voss – Bergen. Kata Ardhy, ikutan tour ini, bukan tujuannya yg penting, tapi perjalanannya yang berkesan. He’s totally right.
Gudvangen – Flam naik ferry di sekeliling fjord ditemani camar2  yang terbang di sekitar ferry kami. Bener-bener indah banget. Ini videonya link. Ini trigger kedua yang membuat saya mau beli SLR. Apalagi pas ngeliat foto-foto dari SLR-nya Bayu  yang ada di laptop Ardhy, keren banget foto camar2 ini (beneran namanya camar ga ya?)
Nanti-lah khusus cerita tentang ini. Link ke Foto
Scenic Train Bergen – Oslo PLUS Oslo – Day 9 – 10
Rute kereta Oslo – Bergen ini, menurut LP Scandinavia pinjeman temen saya, salah satu dari three scenic route in Norway. Bagus banget pemandangan sepanjang perjalanan. Bener-bener butuh kamera yang bagusan dikit, soalnya ngambil gambar sering banget berbayang. Satu lagi, lupa bawa handycam buat ngerekam perjalananan ini. Worthwhile buat direkam soalnya.
Sampe jam 5 sorean. Nginep di rumah Bjorn, salah satu host Couchsurfing kami. Ada kesepakatan saya dan Rahmadi, akomodasi Copenhagen – Helsingor – Bergen – Oslo itu responsibility saya, akomodasi Stockholm itu responsibility dia. Bjorn ini atheist yang punya satu anjing kelewat ramah. Nempel melulu sama tamu. Tinggal di tempat Bjorn sekilas tinggal di tempatnya dukun heavy metal. Berasap + motor gede + Jaket preman + loud music.
Stockholm – Day 11 – 12
Di Stockholm nginep di rumah om Tom Ilyas, kenalannya Rahmadi. Sepanjang perjalanan, di backpack Rahmadi terseliplah “Bika Ambon” yang terbungkus dalam kantong plastik khusus. Inilah titipan temen2 om Ilyas yang di Belanda. Rahmadi jadi semacam kurir gitu.
Berhubung hari senin nyampe di Stockholm, semua museum tutup. Kita hanya bisa ke kawasan istana, ngeliat guard changing. Ada orang Tamil lagi demo deket istana. Foto2 horror dipasang. Ada kasur disitu buat orang yg mogok makan (kurang kerjaan amat sih). Pas bengong2 gitu, akhirnya kita ke KTH (ITB-nya Swedia), iseng2 aja, ga tau mau kemana lagi.
Sama Om Ilyas (mantan ketua PPI China tahun 1960an), dia lebih banyak cerita kejadian 1965, sampai harus kehilangan kewarganegaraan karena “at the wrong place at the wrong time”. Saya jadi mikir2, berat juga ya nasib mereka, benar2 terlunta2. Gimana kalo sekarang di Indonesia muncul Partai Anti Belanda, dan semua lulusan belanda dicabut paspornya. Males deh.
Hari selasa-nya ke Vasa Museum, ngeliat kapal perang viking yg berhasil diangkat setelah terbenam di laut selama 333 tahun. Lama bener ya, dan kayunya nggak lapuk lagi. Abis itu ke Nobel Musem, yg hokinya lagi gratisan. Hari  yang bisa dibilang tidak efektif.
Stockholm – Eindhoven – Delft – Day 13
Yup, ini hari bolos saya. Kuliah dimulai hari ini, tapi berhasil ngebujuk temen buat nge-rekamin kuliah. Jadinya aman. Faktor U (uang) bener2 mempengaruhi kenapa baliknya tanggal ini. Tgl 5 harga tiketnya 2x dibanding Tgl 6. Bolos sehari gpp lah.
Seharian habis di jalan Berangkat dari rumah om Ilyas, buat ke stockholm, abis itu naik bus ke Svasta Airport. Di Skavsta, tas Rahmadi kegedean buat masuk bagasi, makanya dia kena extra charge buat bagasi. Untung dapet petugas yg baik, ga seresek yg disebelah.
di Eindhoven ketemuan sama Desiree + Mas Zalfany (suaminya). Temen kuliah dulu yg udah ga ketemu sejak tahun 2005, sama kaya Ardhy, yg lama ga ketemu juga. Dibuatin makan malem (thank Des, perlu belajar bikin tahu spt itu ;p). Balik ke Delft udah jam 11an malem. Tak sabar menunggu summer holiday.
Rute Scandinavia Trip

Kota2 yg ada dipikiran untuk dikunjungi

Copenhagen and Helsingor (Denmark)
Malmo, Lund, Helsinborg, Stockholm (Swedia)
Oslo, Bergen (Norway)
Bergen katanya worth it kalo ikutan “Norway in a nutshell” buat ngeliat fjord scenery

Itenerary awal
Day 0 – Den Haag HS at 22.00
Day 1 – Transfer in Hamburg 07.30 arrived Copenhagen 13.20, until night in Copenhagen
Day 2 – Copenhagen (weekend)
Day 3 – Malmo/Lund, night at Helsinborg (weekend)
Day 4 – Helsinborg and Helsingor night bus to Oslo
Day 5 – Oslo all day
Day 6 – Oslo/Bergen “Norway in a Nutshell”
Day 7 – Oslo/Bergen “Norway in a Nutshell”
Day 8 – Oslo night bus to Stockholm
Day 9 – Stockholm *) (weekend)
Day 10 – Stockholm (weekend)
Day 11 – Stockholm
Day 12 – Stockholm
Day 13 – Stockholm (Skavsta) 14.05 Arrived Eindhoven 15.55
*) Stockholm jadi buffer, jaga-jaga kalau nyangkut satu kota

Budget Estimation

Transportasi
Kereta Delft – Den Haag HS EUR 1.5
Bus Den Haag HS – Copenhagen EUR 29
Oresund ticket (copenhagen – malmo – lund – helsingborg – helsingor – copenhagen) SEK 249
Night bus Copenhagen – Oslo SEK 413 (max student price)
OR night bus Helsingborg – Oslo SEK 240 + Ferry SEK 30
Norway in a nutshell NOK 2055 (approx. EUR 200) from oslo via Bergen
Tiket PP kereta Oslo Bergen ???
Night bus Oslo – Stockholm SEK 349 (max student price)
Bus Stockholm – Stockholm airport Skavsta SEK 150 (90 minutes)
Pesawat Stockholm – Eindhoven SEK 372.15 (EUR 34)
Kereta Eindhoven – Delft EUR 11
Estimasi
total transportasi: EUR 41.5 + SEK 1390.15 up to 1533.15 (approx EUR
127 – 140) + NOK 2055 (approx EUR 200) -> anjritttt…… sayangnya
highlight trip ini, Norway in a nutshell ga bisa di-coret dan ini
komponen yg paling mahal

Akomodasi
Copenhagen – Ardhy – DONE
Helsingborg – CS/HC (Potential Host – Christian Swe)
Oslo – CS/HC (Potential Host – Emma – has been to Indonesia before)
Bergen – Hans – DONE
Stockholm – CS/HC (Potential host – Magnus – 20 minutes north from city center)

Travelmate: Chris dan Rahmadi

Important Link
Link tanya-tanya di Couchsurfing
Link tanya-tanya di milis IBP
Link blog Deho (anak yg kuliah di Swedia)
Link Ferry Helsingborg – Helsingor here
Link Kereta Norwegia here
Link Kereta Swedia here
Link Bus Swedia here
Link Stockholm Skavsta Airport here
Link Stockholm
Kalo ada yg punya info, minta advisenya dong.

You would like to travel for a whole day during the week?
In that case one of our Länder-Ticket is your best choice. You can use
the ticket with up to five people and you can book the ticket online.

For up to 5 persons traveling together or for parents (or one parent or
grandparent) traveling with any number of their children or
grandchildren under 15. The ticket is only valid for one day in 2nd class.

It can be used on all local trains (Interregio-Express,
Regional-Express, Regionalbahn, S-Bahn) and the entire transport system
of the Verkehrsverbünde. In some Bundesländer you can buy a supplement
of 13 EUR to be able to take IR- or D-trains. Tariffs, terms and
conditons can vary.

Taken From
http://www.bahn.de/international/view/en/prices/germany/laender_tickets.shtml

Travel
in the Bundesland (federal state) of your choice. Most Länder-Tickets
are valid also on Saturday and Sunday. They are valid from Monday to
Friday for one day of your choice from 9 a.m. until 3 a.m. of the
following day (on bank holidays for the whole day). Some tickets can
also be used for nighttime travel, they are valid from 7 p.m. until 6
a.m. the next morning.

You
are a tourist or you are travelling within a certain region or at the
weekends? Here you find information about the Happy-Weekend-Ticket

Valid
for up to 5 persons travelling together and for parents travelling with
their children aged 14 or younger on Saturdays or Sundays between 0:00
a.m. (midnight) until 3 a.m. of the following day for only 37 EUR if
you buy your ticket online.

Taken From
http://www.bahn.de/international/view/en/prices/germany/swt.shtml

Next Page »