Denmark


Summary:
Delft – Den Haag: Kereta NS
Den Haag – Copenhagen : Bus Eurolines
Copenhagen – Malmo – Helsingor – Helsingborg: Kereta Oresund Ticket
Helsingborg – Oslo: Bus SweExpress
Oslo – Bergen: Kereta NSB
Bergen – Oslo: Kereta NSB
Oslo – Stockholm: Bus SweExpress
Stocholm – Eindhoven: Pesawat RyanAir
Eindhoven – Delft: Kereta NS

Total Cost All In Delft – Den Haag 1.50 Den Haag – CPH 29.00 Hamburg 0.50 Scandinavia RAI 511.38 Ryanair 33.80 Eindhoven Kebab 3.20 Eindhoven Delft 11.00 Stipenkaart 6.81 Pulsa 3.78 Oslo Bergen PP 79.05 All in per orang EUR 680.02
Durasi: 13 Hari (23 April – 6 May)
Rute: Delft – Den Haag – Copenhagen – Malmo – Lund – Helsingor – Helsingborg – Oslo – Stockholm – Eindhoven – Delft
Note: Akomodasi 0 EUR (scandinavia emang mahal)

Pengeluaran Euro

Kamis 26 Feb 29.00 Eurolines Den Haag – Kopenhagen

Kamis 23 1.50 Tiket Delft – Den Haag one way April Jumat 24 0.50 Toilet Hamburg April

Rabu 6 3.20 Kebab Eindhoven Station May 11.00 Tiket Eindhoven – Delft one way 7.30 Stripenkaart Eindhoven Station

Pengeluaran Denmark Kronor (DKK)

Day Date Cash In Cash Out Details RAI Part RT Part Friday 24 1000 1000 DKK = 136.21 EUR Copenhagen 170 Clipkoort 3 Zone 85 85 April 130 Clipkoort 2 Zone 65 65 40 Locker (Number 26-08) 20 20 14 Postcard RAI 14 0 55 Braente Mandler (Kacang Manis) 28 28 20 Neng-neng Vivaldi 10 10 36 Dinner Ayam deket tempat Ardhy 18 18 Saturday 25 4 Toilet Nyhavn 2 2 Copenhagen 120 Canal Tour Copenhagen 60 60 April 158 Buffet Lunch 79 79 178 Souvenir RT 0 178 71 Souvenir RAI 71 0 570 Tivoli Entrance All Rides 285 285 40 Tivoli Aquarium 20 20 100 Dinner KFC Copenhagen 50 50 266 Bus Helsingborg – Oslo (DKK 133 per person) 133 133 386 Bus Oslo – Stockholm (SEK 267+SEK 284) 193 193 Sunday 26 2200 2200 DKK = 299.68 EUR Copenhagen April 40 Sosis deket City Hall 20 20 2 Pengamen 1 1 36 Dinner Doner Copenhagen (Ardhi’s advice) 18 18 27 18 Prangko RAI 18 0 April 318 Oresund Ticket 159 159 19 Roti 7-11 9.5 9.5 Tuesday 28 130 Hamlet Castle 65 65 Helsingor 3 Postcard RAI 3 0 April 9 Prangko RAI 9 0 60 Ice Cream 30 30 7 Sisa Coin Denmark 3 4 200 Tukar 200 DKK = 245.5 SEK 100 100 RAI DKK 1568 RT DKK 1632

DKK -> EUR 435.89 RAI Euro 213.59 RT Euro 222.30 Breakdown Transport Luar 970 Transport Inner 300 Admission 860 Food 504 Post Stuff 44 Souvenir 249 Locker etc 66 Sisa 207 Breakdown Percentage Transport etc 39.69% Admission etc 28.94% Food etc 15.75% Souvenir etc 9.16% Sisa 6.47%

Pengeluaran Norwegian Kronor (NKK)

Day Date Cash In Cash Out Details RAI Part RT Part Wednesday 29 3000 3000 NOK = 345.52 EUR Oslo 10 Toilet 5 5 April 40 Coin Locker Oslo Station 20 20 352 Oslo Pass 176 176 7 Postcard RAI 7 0 15 Buku Viking Museum RT 0 15 24 Prangko RAI 24 0 12 Postcard RAI 12 0 182 Dinner Burger King 91 91 28 Bekal Burger King sarapan 14 14 81 Belanja 40.5 40.5 Thursday 30 1870 Norway in a Nutshell 935 935 Bergen 70 Museum Art (student price) 35 35 April 30 McD deket rumah miring 15 15 15 Hotdog RAI 15 0 140 Kereta miring Floibanen 70 70 87.5 Belanja makanan 43.75 43.75 Friday 1 1000 1000 NOK = 115.67 Nutshell 154 Souvenir RT 0 154 May 80 Souvenir RAI 80 0 17 Postcard RAI 17 0 24 Prangko RAI 24 0 150 Belanja makanan buat dinner 75 75 Saturday 2 40.5 Belanja Makanan 20.25 20.25 May 50 Tram Ticket to Solerud 2 person 25 25 Sunday 3 130 One day transportation pass Oslo 65 65 May 120 Kebab deket stasiun Oslo 60 60 220 Dinner two person 110 110 1 Coin Norway 1 0 50 Sisa Notes Norway 25 25

RAI NOK 2005.5 RT NOK 1994.5 NOK -> EUR 461.19 RAI Euro 231.23 RT Euro 229.96 Breakdown Transport Luar 1870 Transport Inner 672 Admission 70 Food 954 Post Stuff 84 Souvenir 234 Locker etc 65 Sisa 51 Breakdown Percentage Transport etc 63.55% Admission etc 3.38% Food etc 23.85% Souvenir etc 7.95% Sisa 1.28%
Pengeluaran Swedia Kronor (SEK)

Day Date Cash In Cash Out Details RAI Part RT Part 27 1000 1000 SEK = ??? EUR Monday RT 48 Perangko RAI 48 0 Malmo-Lund April 20 Toilet Malmo Station 10 10 6 Postcard RAI 6 0 30 Coin Locker Malmo Station 15 15 30 Coin Locker Lund Station 15 15 5 Postcard RAI 5 0 33 Kopi bertiga 16.5 16.5 27 Naik bus berdua 13.5 13.5 50 Kebab Rekomendasi Rika 25 25 Tuesday 28 60 Kopi di temennya Christian 30 30 Helsingborg April 170 Ferry Helsingborg – Helsingor PP + Lunch 85 85 245.5 Tukar 200 DKK = 245.5 SEK FOREX 108 Belanja bareng Christian 54 54 Monday 4 180 Tiket Stripenkart Kereta buat berdua 90 90 200 One day ticket berdua 100 100 May 20 Postcard RAI 20 0 11 Mentos 5.5 5.5 2 Postcard RAI 2 0 12 Prangko RAI 12 0 119.5 Souvenir RT 0 119.5 45 Souvenir RAI 45 0 8 Postcard RAI 8 0 Tuesday 5 1000 1000 SEK = 94.41 EUR RAI 200 One day ticket berdua 100 100 May 198 Bus Stockholm – Skavsta Airport 99 99 100 Vasamuseet 50 50 Wednesday 6 240 Extra Luggage RT 0 240 3 Coin Swedia 2 1 May 4.5 Coin Collateral Exchange 1.5 3 315.5 Exchange SEK to EURO (???) di RT 157.75 157.75

SEK -> EUR 187.45 RAI Euro 83.70 RT Euro 103.75 Breakdown Transport Luar Kota 368 Transport Inner City 607 Admission 100 Food 262 Post Stuff 101 Souvenir 164.5 Locker etc 320 Sisa 323 Breakdown Percentage Transport etc 43.42% Admission etc 18.70% Food etc 11.67% Souvenir etc 11.82% Sisa 14.38%

Advertisements

Story #1 – Vivaldi Girls


Pemusik jalanan merupakan pemandangan yang biasa di Stroget, shopping street (yg katanya terpanjang di Eropa) di Copenhagen. Hari pertama tiba saja, saya sudah melihat performance dari 5 anak muda dengan alat musiknya berupa botol yang diisi air dengan tinggi berbeda-beda. Salah satunya, yang main drum mirip banget sama Harry Potter. Salah satu yang membedakan dengan pengamen jalanan di Indonesia adalah mereka lebih profesional. Emang sih mereka naruh topi buat pengunjung ngasih recehan, tapi sebenarnya ini lebih merupakan publikasi mereka biar masyarakat tahu eksistensi mereka. Si pemusik2 botol ini bahkan punya website untuk group mereka. *mikir2 ada ga ya pengamen jalanan Indo punya website?*

Nah, pemusik botol ini saya lihat dalam perjalanan menuju Royal Park. Ketika pulang dari Royal Park menuju ke Copenhagen station, Rahmadi mendengar lagu Vivaldi dimainkan di ujung jalan. Suaranya kencang, sound systemnya kayanya OK punya, plus pas dengerin musik mereka udah kaya dengerin CD aja. Benar-benar berbakat. Three girls with their own instruments playing the composition.
Rahmadi  bilang, “Nald, kasih 10 kronor aja”. Saya yang abis foto-in mereka, nggak ngeh dengan nilai 10 kronor ini, masih transisi dari mikir dalam Euro ke Kronor. Dalam hati mikir Rahmadi pelit amat, masa dikasih 10 kronor (masih mikir2 10 kronor itu < 50 Eurocent). Debat dikit, “20 kronor aja”, masih ngirain 20 kronor itu masih < 1 Euro. Rahmadi ga terima, dan debat, “10 kronor aja”. Berhubung saya yang megang recehan, saya cuek aja, dan langsung ngasih 20 kronor. Pas udah ngasih, Rahmadi langsung bilang, “20 Kronor??!!!!!” dan langsung convert itu ke Euro. Saya yang masih ga percaya, ngebuka Lonely Planet Scandinavia, bagian currency thingy.
OMG, 7,44DKK = 1 EUR, jadi saya tadi ngasih 20/7.44 = 2.6an Euro ke mereka. Jumlah yang lumayan gede, tidak sesuai dengan misi kita untuk berhemat ria dalam trip kali ini. Ya udahlah, hitung2 beramal sama pemusik berbakat. Meskipun rasanya Rahmadi ga terima dan kadang2 ngungkit kejadian ini dan menyangka saya ngasih karena tersihir sama kecantikan mereka (alasan sebenarnya sih salah convert DKK ke Euro). (Akhirnya berhenti sejak saya punya kartu as kejadian dia dan homo Swedish-Japanese yang tertarik sama dia). Lesson learned, hati2 kalo switching currency dari mata uang satu ke mata uang lainnya, biasanya otak lumayan lemot dalam hal ini.

Well, hari ketiga di Copenhagen, jalanan ini masih dilewati, dan pengamen solo (cowok) yang kita lihat pun dikasih 2 (bukan 20) Kronor. Belajar dari pengalaman.

Story #2 – Tivoli’s Aquarium
Marketing bisa menipu. Saat ngebaca tentang Tivoli Akuarium di brosurnya Tivoli, kesannya bagus banget ya, akuarium dengan panjang 30 meter berisi ikan2 dan terumbu karang. Based on that, akhirnya kami bertiga (saya, Rahmadi dan Ardhy) memutuskan untuk masuk dan melihat-lihat ikan2 tersebut. Tambah 20 kronor per orang untuk masuk ke akuarium ini (entrance fee Tivoli = 285 DKK).
Di akuarium Tivoli, pas ngeliat ruangannya “jangan bilang cuman segini”. Penonton kecewa, Tivoli akuarium ternyata bener-bener kecil. 30 meter itu ternyata bisa dibilang pendek banget, kaya tiga rumah lebar 10 meter dijejerin. Jauh lebih bagus seaworld malah. Udah gitu terumbu karangnya kayanya mati gitu, warnanya kusam, bener-bener deh 20 kronor itu bisa dibilang sia-sia, meskipun ga sepenuhnya terbuang karena kami bertiga bisa tidur sebentar di bantal besar yang empuk. Tiduran sambil liatin ikan-ikan yang kayanya berenangnya aja udah nggak semangat. Kurang lincah.
Story #3 – The Bike
Hari ketiga di Copenhagen, abis secara tidak sengaja ngeliat guard change (lagi), rencananya ke tempat Little Mermaid, yang jadi simbol kota copenhagen. Awalnya mau jalan kaki dari Amelienborg Palace ke tempat mermaid ini. Sambil jalan, kami ngeliat sepeda lucu yang rodanya itu tanpa jari2, dan bergambar Mr. Smile. Lucu juga selera humor dinas pariwisata disini. Selidik punya selidik, ternyata sepeda ini gratis, tapi harus ngasih deposit 20 Kronor yang akan balik kalo sepeda ini dikembalikan ke tempat2 tertentu di Copenhangen. Kerennya, di stangnya ada peta copenhagen kecil lagi. Bener-bener ngebantu banget.
Singkat cerita, bersepedalah kami menuju Little Mermaid ini. Mirip di Belanda, ada jalur khusus sepeda di jalan raya. Bedanya kalo di Belanda jalurnya jelas2 berwarna merah. Di Denmark, jalur2 sepeda nggak diwarnain, kecuali di persimpangan diwarnain pake warna biru.
Pas nyampe, kepikiran buat nge-take sepeda ini buat kita seharian. Tapi gimana caranya? mana kepikiran pas liburan bawa2 gembok sepeda (Advise: kalo ke kopenhagen bawa gembok sepeda). Pas baru nyampe deket tempat mermaid aja udah ada orang yg ngeliatin sepeda kita dan nanya “udah selesai makenya?”. Jadi, kalo kita parkir, dan dapet 20 Kronor kita kembali, udah pasti 10 menit kemudian sepeda itu dipake turis lainnya. Abis dipikir2, ya udahlah, relain aja sepeda ini. Parkir, ambil deposit kembali. 20 Kronor Rahmadi kembali dengan lancarnya, sedangkan 20 Kronor saya nyangkut. Bener2 nyangkut, sampe perlu langkah2 agak berbau kekerasan demi mengeluarkan 20 kronor itu, phew, untunglah bisa dikeluarin. Kalau ada yg tertarik mencoba cara itu, hubungi saya.
Story #4 – Copenhagen Post
Tourist information justru kami kunjungi di hari terakhir kami di Copenhagen. Dodol banget ya. Alasan dibalik hal itu adalah kami tak berhasil menemukan Tourist Information berdasarkan informasi Lonely Planet (LP) kami yang ternyata tidak up to date, maklum pinjeman, dan dapatnya pun 2 hari sebelum berangkat ke Scandinavia. Sudah tiga kali LP mengecewakan saya soal informasi, pertama di Shanghai, kedua di Busan, dan ketiga di Copenhagen ini.
Ardhy yg justru ngasih tau letak tourist information, yang deket
banget sama Copenhagen Central Station. Kalo ngadep Tivoli, itu ada di gedung arah jam 10. Deket banget, 5 menit aja nyampe. Masuk ke dalam Tourist Information, wuihhh bagus banget. Ini tourist information terbaik yang pernah saya kunjungi selama saya traveling. Ada acara pake ambil nomor antrian lagi. Sambil nunggu antrian, saya ngambil brosur2 pariwisata Denmark + Oresund yang dipajang, kelihatannya sih gratis.
Abis nomor kita dipanggil, tiket Oresund berhasil diperoleh. Tiket yg bikin puyeng selama dua hari ini saking nggak jelasnya informasi tentang tiket ini. Cerita nyusul. Sempat memuji soal Tourist Information ini ke ibu tsb “Until now, this is the best tourist information I have seen” yang gara2 itu jadi banyak bercerita banyak tentang senangnya dia kerja di tempat ini. Kayanya saya membuat kesan yg bagus. Nice impression.
Nah, pas balik ini saya ngeliat satu tabloid (English) di Tourist Information yang langsung saya ambil. Lumayan buat bahan bacaan. Pas di kereta ke Malmo mulailah membaca tabloid ini. Halaman utama isinya tentang sosialita di Denmark yg ketangkap basah jadi germo. Buka halaman demi halaman, kenapa isinya kaya bagian international di Kompas ya, ada tentang pembajakan di Somalia? Feeling udah jelek aja, buka halaman selanjutnya, Sport. Sejak kapan Tourist Information ngasih tabloid yang isinya bukan tentang traveling.
Pas ngeliat halaman depan, kenapa nama tabloid ini Copenhagen Post, mendadak inget Jakarta Post. Kalo Jakarta Post kan mesti bayar, dan ternyata, OMG, tabloid ini TIDAK gratisan, ada tulisan kecil harganya 20 DKK. Dodol dodol…. saya ngambil koran yang rupanya dijual dan tidak membayar. Pas nginget2 lagi, di sebelah Tourist Information itu ada Cafe, kayanya tabloid ini punya Cafe itu, dan dengan santainya saya ngambil dan tidak membayar (soalnya nyangka gratisan). Hati merasa berdosa, tapi masa kembali ke Copenhagen lagi cuman buat balikin tabloid ini. Pengen ngaku dosa aja di Helsingor (Denmark) Tourist Information aja keesokan harinya, sambil balikin “barang bukti” plus ngasih 20 DKK.

Moga2 CCTV-nya tidak bekerja, kan ga lucu kalo tampang saya (untung pake topi), masuk ke wanted list gara2 ngembat koran (secara tidak sengaja). Tapi rasanya backpack saya yg bagian belakangnya ada simbol TNI-AU yg paling visible di rekaman. Saya benar2 membawa nama TNI-AU sampai ke Copenhagen, nice. Anyway, saya bukan anggota TNI-AU, tas itu dapet dari adek, yang dapet dari pasar senen (kalo ga salah).
Setelah perjalanan di Copenhagen ini, saya selalu berpikir, “ada apa dengan 20 Kronor?” Kayanya selalu ada cerita tentang 20 Kronor, kenapa nggak 10 kronor aja? Yah udah lah, yang lalu biarkanlah berlalu. Nyari pastur, ngaku dosa hehehe ;p

Akhirnya scandinavia trip selesai juga. Salah satu trip yang berkesan untuk saya, terutama untuk pemandangan alam di deket Bergen. Top banget, tempat yg pasti akan saya datangi kembali suatu saat nanti.
Semua moda transportasi yang ada dipakai, dari bus (termasuk bus malam,sama dalam kota), subway, metro, trem, kereta (termasuk scenic train dan kereta dengan kemiringan 26 derajat), ferry lintas negara, nebeng mobil host dan ditutup dengan maskapai murah meriah yang pas mendarat ada suara terompet (kaya tahun baruan aja) alias RyanAir. Perjalanan dengan jenis2 transportasi paling lengkap selama ini. Lupa naik becak aja kali ya ;p
The Beginning
Awalnya bisa di-trace back ke bulan Desember 2008. Pas lagi chatting sama Widita, dia nanya, spring break mau kemana. Berhubung masih anak baru dan belum begitu familiar dengan libur2 yg ada di TU Delft, saya buka blackboard, dan ternyata, liburnya lumayan juga ya, 11 hari. Langsung deh searching2 tiket murah. Tiket yg pertama dibeli justru RyanAir Stockholm – Eindhoven. Bener2 impulsif saat stress nggak kemana2 winter holiday kemarin. Soal cara ke Stockholm, waktu itu pikirannya, masih ada tiga bulan-an buat mikirin.
Rencana awal, jalannya sendirian. Tapi setelah mencari umat, Christian, anak Total Scholarship Prancis mau bergabung, dan Rahmadi, anak TUD jg interested. Sayangnya Christian batal di saat2 terakhir karena bokek abis liburan ke Yunani (kadang2 saya pengen jadi anak Total, kerjanya jalan2 melulu, bikin mupeng aja)

Copenhagen – Day 1 – 3

Akhirnya dibuat perjalanan via darat. Copenhagen jadi tujuan pertama kami. Ada Ardhy yang dengan baik hatinya menampung kami selama di Copenhagen. Plus kasih2 advice cara menghemat uang, terutama di bagian transportasi.
kesan mengenai copenhagen
  • cewek-cewek copenhagen bener2 cantik2. Potongan barbie-like, blonde, mata biru, dan bodi bagus. Sampai2 Rahmadi banyak foto candid cewek2 Copenhagen, saya yang mau ngambil candid mesti mengelus dada dengan kemampuan kamera yg seadanya. Bener2 SLR dibutuhkan disini. Komentar Rahmadi yg saya ingat “Nald, gw udah mulai ga bisa bedain yang mana warga biasa, yang mana model”. Beruntungnya Ardhy. Komentar2 lain “Gila Nald, tukang sampah aja cantik”. gw “Setuju, semoga yg di Stockholm lebih cantik -> tapi kecewa pas di Stockholm”.
  • Bule Copenhagen suka berjemur di jembatan istana. Kami menspot tiga bule cantik dengan celana jeans + bra sedang berjemur.
  • Orang denmark suka kencing di semak2, kalo ga percaya dateng aja ke Royal Park. Ga cowok ga cewek, sering masuk semak2 dan menghilang, abis itu nongol lagi.
  • 20 Kronors story (detail nanti)
  • Keretanya bagus banget, interior kereta terbaik yang pernah saya lihat, meskipun bikin sakit kantong. Kereta mereka sangat peduli lingkungan, abis itu kita bisa ngeliat stasiun awal – akhir dalam bentuk LED display. Bener2 keren.
  • Diwawancara sama wartawan di deket patung Little Mermaid, tentang rencana pemindahan patung ke China dalam rangka World Expo selama 6 bulan.
Malmo – Day 4
Kota swedia yang paling deket Copenhagen ini, turning torso-nya yang terkenal. Bangunan yang dibuat oleh arsitek yg kesannya, iseng amat ini orang. Tapi sama Mas Sigit dibela dengan “hehe ini bukan iseng… but really great construction… designed by genious Spanish Architect, Santiago Calatrava”. Informasi yg berguna, karena saya awalnya tak tahu apa2 tentang bangunan ini.
Lund – Day 4
Kota ini sekilas mirip banget sama Delft, university town. Terlintas mengunjungi tempat ini setelah ngeliat foto2nya Bang John yg sempet kesini juga. Di-guide sama Rika, yang baru kenal, abis saya email-in ketua PPI Swedia, minta tolong siapa tahu ada yg bisa guide kami berdua pas di Swedia (Malmo, Lund, Helsingborg, dan Stockholm). Dapet 3 nama, 1 di Lund (Rika) dan 2 di Stockholm. Cuma Rika doang yg ada waktu buat nge-guide kita2.
Salah satu tempat unik yg dikunjungi disini adalah kuburan Swedia. Pas lewat kuburan, Rahmadi memperoleh dorongan untuk melihat nisan2 orang Swedia. Itu kuburan biasa, sambil jalan Rahmadi sibuk mengomentarin tahun kematian orang2 itu.
Helsingborg – Helsingor – Day 5
Helsingborg, tujuannya transit doang sebelum ke Oslo dan Helsingor. Helsingborg – Helsingor itu bener2 kota kembar, tapi yg satu punya Swedia, yang satu punyanya Denmark. Jaraknya cuman dipisahkan 20 KM sama laut. Bisa ngeliat dari kota tetangga dari tepi pantai, padahal udah beda negara. Tinggal di tempat Christian, host Couchsurfing kami. Tujuan utama kesini sih ke Hamlet Castle (yup, Hamlet-nya Shakespeare). Kastilnya sih biasa, tapi dungeonnya bagus.


Di kota ini Rahmadi mengalami “pelecehan”, pake tanda kutip. Abis nuker duit Denmark Kronor di Forex, tiga orang menghampiri kami (saya, Rahmadi dan Christian). 1 tampang bule dan 2 tampang asia. Ngobrol2 bentar, sambil praktekin Mandarin dan Jepang, kirain mereka emang ramah (biasa kan orang asia
ramah2). Ternyata Christian senyum2 pas si Bule (yg ternyata blasteran Jepang – Swedish) ngomong ke dia dalam swedish yg isinya kurang lebih: “Is he (maksudnya Rahmadi) gay? I want to take him home and eat  him”. Awalnya kita ga tau dia ngomong apa sama Christian, tiba2 mereka bertiga ngomong “We are homosexual” dan kayanya si bule blasteran ini ngasih sinyal2 positif ke Rahmadi. Huahahahaha….. apalagi pas mereka udah pergi dan Christian ngasih tahu ke Rahmadi apa yg dibicarakan oleh mereka :)) Seharian tampang dia bete abis.
Oslo – Day 6
Pertama kali nyampe Oslo, udah disambut dua orang “suspected” criminal di WC. “Orang-orang Unta”, demikianlah sebutan Echa buat mereka. Tampang mencurigakan, gerak gerik mencurigakan. Untung kami berdua. Kalo sendirian kayanya udah habis dipalak tuh.
Seharian habis di museum2 di daerah Bigdoy. Beli Oslo pass buat sehari. Lumayan hemat juga pake Pass2 kaya gini. Malemnya (meskipun masih terang) ke Vigeland Sculpture Park. Pokoknya taman ini isiny
a patung telanjang semua, cowok, cewek, dari bayi sampe kakek-nenek.Lengkap. Hans malah ga inget namanya. Comment dia, “Udah ke taman patung telanjang belum pas di Olso”, pas kami ketemuan di Bergen.
Di Oslo ini bener2 arti kelaparan bisa dihayati. Berhubung berhemat karena scandinavia mahal banget, kita cuman makan roti. Jam 7 PM sudah mulai kerasa efek hanya makan roti 4 potong sebagai brunch. Sakit kepala – gara2 kurang makan + sakit kantong pas ngeliat makanan harganya ga kira2. Masa paket McD atau Burger King itu 81 NOK (kira2 12 Euro-an). Udah gitu kalo makan di dalam restorannya kena extra 5 NOK. Sedeng….Orang yg bilang Jepang negara termahal di dunia pasti belum pernah ke Norway.
Bergen Day 7-8
Pas pagi hari nyampe di Bergen ini bener2 kami tepar. Kemarin paginya baru nyampe di Oslo pake bus malam, seharian jalan, malamnya udah mesti naik kereta malam ke Bergen.
Dapet kepastian tempat tinggal di Bergen pun dua hari sebelum sampai di Bergen. Hans yang dihubungi via email, ga ngejawab. Via email facebook ga ngejawab. Akhirnya ngejawabanya setelah send wall post ke dia. Habis ngeliat komputer Hans, terang aja ga dibales, email dia bejibun gitu, banyak unread massagenya. Untung ada facebook hehe. Anyway, Hans sama saya satu almamater dan satu angkatan dulu pas di institut cap gajah duduk. Hans ambil Kelautan, saya ambil Elektro. Anyway, selama trip ini saya ketemu sama tiga rekan satu almamater, Hans (Kelautan), Ardhy (Elektro) dan Desiree (Elektro) yang dulu seangkatan. Banyak pertukaran cerita pas ketemu :).
Bergen rupanya lagi masa-masa graduasi SMU. Tradisinya, merangkak sepanjang jalan utama di Bergen. Awalnya saya nggak tau tradisi ini, tapi berhubung pengen tahu, tanya2 sama dua orang yg lagi menemani 2 cewek merangkak. Interogasi berhasil dan mereka cerita banyak soal tradisi ini. Plus dua orang yg merangkak mau difoto. Photo of the day.
Intinya bergen itu the most beautiful city in Norway. Mirip2 Bandung, dikelilingi gunung2. Bedanya ini jg dibatasi oleh laut. Pemandangan dari Floibahnenya bagus, apalagi menjelang senja.
Norway in a Nutshell – Day 8
Ini bener2 highlight trip kali ini. Awalnya Bergen ini ga masuk dalam hitungan buat dikunjungi buat spring break kali ini. Tapi Ardhy promosinya kenceng banget soal Bergen + Norway in a nutshell ini (thanks Dhy), sampe2 saya akhirnya merubah travel plan.
Trip ini dijual 935 NOK (120an Euro). Mahal, tapi it’s worth it. Foto2 saya yang bagus diperoleh dari satu hari ini. Meskipun kameranya, kamera saku biasa, tapi berhubung objeknya emang bagus banget, jadilah foto2 yang bagus.
Intinya ini tour yg diorganized, tapi kita dapet tiket transportasi doang. Rutenya Bergen – Voss – Gudvangen – Flam – Myrdal – Voss – Bergen. Kata Ardhy, ikutan tour ini, bukan tujuannya yg penting, tapi perjalanannya yang berkesan. He’s totally right.
Gudvangen – Flam naik ferry di sekeliling fjord ditemani camar2  yang terbang di sekitar ferry kami. Bener-bener indah banget. Ini videonya link. Ini trigger kedua yang membuat saya mau beli SLR. Apalagi pas ngeliat foto-foto dari SLR-nya Bayu  yang ada di laptop Ardhy, keren banget foto camar2 ini (beneran namanya camar ga ya?)
Nanti-lah khusus cerita tentang ini. Link ke Foto
Scenic Train Bergen – Oslo PLUS Oslo – Day 9 – 10
Rute kereta Oslo – Bergen ini, menurut LP Scandinavia pinjeman temen saya, salah satu dari three scenic route in Norway. Bagus banget pemandangan sepanjang perjalanan. Bener-bener butuh kamera yang bagusan dikit, soalnya ngambil gambar sering banget berbayang. Satu lagi, lupa bawa handycam buat ngerekam perjalananan ini. Worthwhile buat direkam soalnya.
Sampe jam 5 sorean. Nginep di rumah Bjorn, salah satu host Couchsurfing kami. Ada kesepakatan saya dan Rahmadi, akomodasi Copenhagen – Helsingor – Bergen – Oslo itu responsibility saya, akomodasi Stockholm itu responsibility dia. Bjorn ini atheist yang punya satu anjing kelewat ramah. Nempel melulu sama tamu. Tinggal di tempat Bjorn sekilas tinggal di tempatnya dukun heavy metal. Berasap + motor gede + Jaket preman + loud music.
Stockholm – Day 11 – 12
Di Stockholm nginep di rumah om Tom Ilyas, kenalannya Rahmadi. Sepanjang perjalanan, di backpack Rahmadi terseliplah “Bika Ambon” yang terbungkus dalam kantong plastik khusus. Inilah titipan temen2 om Ilyas yang di Belanda. Rahmadi jadi semacam kurir gitu.
Berhubung hari senin nyampe di Stockholm, semua museum tutup. Kita hanya bisa ke kawasan istana, ngeliat guard changing. Ada orang Tamil lagi demo deket istana. Foto2 horror dipasang. Ada kasur disitu buat orang yg mogok makan (kurang kerjaan amat sih). Pas bengong2 gitu, akhirnya kita ke KTH (ITB-nya Swedia), iseng2 aja, ga tau mau kemana lagi.
Sama Om Ilyas (mantan ketua PPI China tahun 1960an), dia lebih banyak cerita kejadian 1965, sampai harus kehilangan kewarganegaraan karena “at the wrong place at the wrong time”. Saya jadi mikir2, berat juga ya nasib mereka, benar2 terlunta2. Gimana kalo sekarang di Indonesia muncul Partai Anti Belanda, dan semua lulusan belanda dicabut paspornya. Males deh.
Hari selasa-nya ke Vasa Museum, ngeliat kapal perang viking yg berhasil diangkat setelah terbenam di laut selama 333 tahun. Lama bener ya, dan kayunya nggak lapuk lagi. Abis itu ke Nobel Musem, yg hokinya lagi gratisan. Hari  yang bisa dibilang tidak efektif.
Stockholm – Eindhoven – Delft – Day 13
Yup, ini hari bolos saya. Kuliah dimulai hari ini, tapi berhasil ngebujuk temen buat nge-rekamin kuliah. Jadinya aman. Faktor U (uang) bener2 mempengaruhi kenapa baliknya tanggal ini. Tgl 5 harga tiketnya 2x dibanding Tgl 6. Bolos sehari gpp lah.
Seharian habis di jalan Berangkat dari rumah om Ilyas, buat ke stockholm, abis itu naik bus ke Svasta Airport. Di Skavsta, tas Rahmadi kegedean buat masuk bagasi, makanya dia kena extra charge buat bagasi. Untung dapet petugas yg baik, ga seresek yg disebelah.
di Eindhoven ketemuan sama Desiree + Mas Zalfany (suaminya). Temen kuliah dulu yg udah ga ketemu sejak tahun 2005, sama kaya Ardhy, yg lama ga ketemu juga. Dibuatin makan malem (thank Des, perlu belajar bikin tahu spt itu ;p). Balik ke Delft udah jam 11an malem. Tak sabar menunggu summer holiday.
Rute Scandinavia Trip

Nemu check list barang2 yg mesti dibawa pas Spring Break 2009 kemarin pas ke Scandinavia bareng Rahmadi. Durasi 13 hari.
Traveling Kit
Backpack
Moneybelt
Paspor + ID dalam Moneybelt
Tiket Eurolines ke Copenhagen
Tiket Ryanair to Eindhoven
File digital Paspor, Visa, dan ID
Print-out telpon/email penting
Alamat KBRI Scandinavia
Sleeping Bag
Gembok Kecil
Dompet Quicksilver
Dompet Koin
Elektronik – Kamera
Kamera
Charger Kamera
Batere Cadangan (2)
Card Reader
Tripod
Flashdisk 2 GB
Flashdisk HSP 2 GB
Elektronik – HP + Bank
Handphone
Batere Cadangan
Charger Handphone
Token ABN Amro
Alat Mandi
Shampo
Sabun Cair
Sabun
Odol
Sikat Gigi
Sisir
Gel
Handuk
Pakaian (Include di badan)
Baju 5
Celana Jeans + Bahan
Daleman 8
Celana Pendek 1
Long John 1 stel (???)
Sweater ITB
Jaket Navigator
Peta + Guide
Peta Copenhagen
Peta Lund
Peta Malmo
Peta Helsingborg
Peta Helsingor
Peta Oslo
Peta Bergen
Peta Stockholm
List to Visit in each City
Info tentang Oresund Ticket
Info tentang Norway in Nutshell
Accecorries
Gift u/ Ardhy (TU Delft thing)
Gift u/ Christian (sth Indonesian)
Gift u/ Hans (TU Delft thing)
Gift u/ Host Oslo (sth Indonesian)
Gift u/ Rahmadi’s Contact
Postcard Indonesia 3
Alat Tulis
Buku Kecil
Bolpen 2
Buku Kecil 1

Kota2 yg ada dipikiran untuk dikunjungi

Copenhagen and Helsingor (Denmark)
Malmo, Lund, Helsinborg, Stockholm (Swedia)
Oslo, Bergen (Norway)
Bergen katanya worth it kalo ikutan “Norway in a nutshell” buat ngeliat fjord scenery

Itenerary awal
Day 0 – Den Haag HS at 22.00
Day 1 – Transfer in Hamburg 07.30 arrived Copenhagen 13.20, until night in Copenhagen
Day 2 – Copenhagen (weekend)
Day 3 – Malmo/Lund, night at Helsinborg (weekend)
Day 4 – Helsinborg and Helsingor night bus to Oslo
Day 5 – Oslo all day
Day 6 – Oslo/Bergen “Norway in a Nutshell”
Day 7 – Oslo/Bergen “Norway in a Nutshell”
Day 8 – Oslo night bus to Stockholm
Day 9 – Stockholm *) (weekend)
Day 10 – Stockholm (weekend)
Day 11 – Stockholm
Day 12 – Stockholm
Day 13 – Stockholm (Skavsta) 14.05 Arrived Eindhoven 15.55
*) Stockholm jadi buffer, jaga-jaga kalau nyangkut satu kota

Budget Estimation

Transportasi
Kereta Delft – Den Haag HS EUR 1.5
Bus Den Haag HS – Copenhagen EUR 29
Oresund ticket (copenhagen – malmo – lund – helsingborg – helsingor – copenhagen) SEK 249
Night bus Copenhagen – Oslo SEK 413 (max student price)
OR night bus Helsingborg – Oslo SEK 240 + Ferry SEK 30
Norway in a nutshell NOK 2055 (approx. EUR 200) from oslo via Bergen
Tiket PP kereta Oslo Bergen ???
Night bus Oslo – Stockholm SEK 349 (max student price)
Bus Stockholm – Stockholm airport Skavsta SEK 150 (90 minutes)
Pesawat Stockholm – Eindhoven SEK 372.15 (EUR 34)
Kereta Eindhoven – Delft EUR 11
Estimasi
total transportasi: EUR 41.5 + SEK 1390.15 up to 1533.15 (approx EUR
127 – 140) + NOK 2055 (approx EUR 200) -> anjritttt…… sayangnya
highlight trip ini, Norway in a nutshell ga bisa di-coret dan ini
komponen yg paling mahal

Akomodasi
Copenhagen – Ardhy – DONE
Helsingborg – CS/HC (Potential Host – Christian Swe)
Oslo – CS/HC (Potential Host – Emma – has been to Indonesia before)
Bergen – Hans – DONE
Stockholm – CS/HC (Potential host – Magnus – 20 minutes north from city center)

Travelmate: Chris dan Rahmadi

Important Link
Link tanya-tanya di Couchsurfing
Link tanya-tanya di milis IBP
Link blog Deho (anak yg kuliah di Swedia)
Link Ferry Helsingborg – Helsingor here
Link Kereta Norwegia here
Link Kereta Swedia here
Link Bus Swedia here
Link Stockholm Skavsta Airport here
Link Stockholm
Kalo ada yg punya info, minta advisenya dong.