Singapore


Rencana (masih rough plan), mau balik ke Indonesia pakai jalan darat (mostly kereta). Jadi rutenya kurang lebih
Part 1: To Russia. Delft – Frankfurt – Stuttgart (Bastian) – Muenchen (Kathi) – Dresden – Krakow – Warsaw – Vilnius – Riga – Talinn (Dmitri, Vassily) – Helsinki
Part 2: Trans-Siberia Railway. St Petersburg (Lucy) – Moscow – Suzdal – Nizhny Novgorod – Kazan – Yekaterinburg – Tobolsk – Tomsk – Krasnoyarsk – Irkutsk (Lake Baikal – Olkhon Island) – Circumbaical Railway – Khabarovsk – Vladivostok
Part 3: China. Harbin (Yu Ling, Xiao Fei, Ting Ting) – Shenyang – Tianjin – Zhengzhou – Xian – Chengdu (Xiaoxin) – Chongqing (Maggie) – Guiyang – Kunming
Part 4: Southeast Asia. Hanoi – Vientiane – Da Nang – Ho Chi Minh – Phnom Penh – Angkor Wat – Bangkok (Aun, Nim, Ta, Muna) – Krabi – Kuala Lumpur – Singapore (Albertus, Billy) – Batam – Pekanbaru (Credo) – Lampung – Jakarta.
Durasi +/- 4 bulan.
Duit dari mana ya? ada yg mau sponsorin hehehe 😀
Couchsurfing, banyak banget yg perlu ditebengin……
Still planning and planning….

Copy paste email2 correspondence yang akan berguna.

***

Milis IBP

2010年 3月 11日(木)2:09 am

 
Dear IBPers,
 
Aku mau tanya tentang TransSiberia Railway.
1. Kira2 budget yg diperlukan berapa banyak ya kalau mau dari Moscow ke
Vladivostok, all in?
2. Kalau mau jalannya santai (1 kota stay 3 hari, abis itu lanjut
overnight train), dari Moscow ke Vladivostok butuh brp lama?
3. Musim yang cocok kalau mau mulai dari St. Petersburg musim apa? soalnya
setahu aku winter di Siberia itu ganas, jadi pasti jangan pas winter kan?
4. Kira2 bahasa Rusia wajib tahu karakter2 penting or not? Pengalaman
pribadi, di Jepang pas bulan2 pertama kaya orang buta huruf, karena mereka
tak menggunakan alfabet. Kira2 di Rusia banyak plang yg pake karakter
Alfabet? atau hanya cyrilic saja?
5. Trans-Siberian katanya bercabang tiga, yaitu Trans-Siberia, Trans
Manchuria, dan Trans Mongolia, kira2 yg mana yg paling worth it?
6. Tentang visa, apakah sulit u/ mendapatkan visa Rusia, apakah perlu
invitation letter? bagaimana dengan visa Mongolia?
 
Sekian pertanyaannya, thanks in advance buat yg akan menjawab
 
Ronald

***

Advertisements

Di changi tempat buat tidur di bandara namanya “TheViewing Mall”. Menurut temen2 gw yg udah nyari best spot buat tidur gratis di bandara, tempat ini yg
paling bagus. (Gw sih percaya aja). Fotonya gw attach biar u dapat gambaran. Btw di foto itu temen gw yg anak Thai dan Bulgaria (ga penting :p).

Oh ya, itu harus keluar dari imigrasi lho. Itu masih di lingkungan bandara kok.

Tips buat elu, nanti abis keluar dari imigrasi ke tourist office, ambil peta singapore gratisan yg gede buat alas tidur elu (kita2 make cara ini sih).
Coba liat difoto alas tidur kita apaan?? Itu peta gratisan singapore.

Saran gw mendingan elu tidur di youth hostel/ hotel aja, search aja di google, pasti dapet kok yg budget-friendly. Atau nginep di tempat Tata SI02. Kalo elu kenal, 1 hari doang kok.

Soal kalo transit perlu bayar airport tax lagi or enggak, mendingan elu tanya ke yg ngasih elu tiket, udah include airport tax kaga? Case study pas gw ke jerman pake emirates, gw cuman bayar airport tax di cengkareng doang. Ada 3 transit:

1. singapore (yg mesti keluar pesawat cuman 30 menit) kaga perlu bayar.
2. kolombo (tdk keluar pesawat, ga bayar juga)
3. Dubai (keluar pesawat – ganti pesawat ke pesawat lain) ga perlu bayar, nunggu pesawat sekitar 5 jam-an

Pas ke Jepang, direct flight, bayar airport tax 100.000 cuman di cengkareng doang

Pas ke Indo, bulan juni pake korean airlines, gw di seoul ga perlu bayar airport tax pas ganti pesawat.

Kayanya yg gw mesti bayar airport tax lagi pas gw lagi liburan ke thailand deh, itu di kuala lumpur gara2 gw ganti pesawat. (udah lupa berapa tuh).

Ketika summer 2006 jalan2 bersama anak2 JUSST ke tiga Negara, Singapore, Malaysia dan Thailand selama 22 hari, salah satu pertanyaan yang muncul adalah moda transportasi apa yang akan digunakan dari tempat A ke tempat B, in this case, mau pake apa dari Singapore ke KL?

Pilihan ada dua, either bus or kereta. Berhubung Aun, Polly dan Raul sudah punya pengalaman naik kereta lintas Negara ini, pilihan saya jatuh ke kereta, yang namanya cukup lucu, “Senandung Malam”, kereta ini dioperasikan sama perusahaan Malaysia, meskipun sebagian kecil track-nya ada di wilayah Singapore.

Pas mau masuk kereta di singapore, di peron stasiun, ada pihak imigrasi Malaysia yg meriksa2 paspor kita, entar pas deket perbatasan ada pemeriksaan lagi (jadinya 2x pemeriksaan). di sekitar perbatasan singapore-malaysia, semua penumpang beserta “seluruh barang bawaan” disuruh keluar dari kereta, masuk ke ruang imigrasi lagi (lupa yg ini dr kedua negara atau dari singapore doang), cek2 paspor dan tiket lagi, abis itu masuk ke kereta lagi (dengan posisi (tempat duduk atau tempat tidur)yg sama). Pokoknya kereta harus “steril”Kalau mau dirangkum, ada 4 tipe kelas
1.
Ekonomi (duduk, hard seater)
2. Standard night (sleeper atas, sleeper bawah, sama duduk)
3. Premiere Night (kelas mahal)
4. Premiere Night Deluxe, (kelas lebih mahal lagi) -> mendingan naik airasia
Kalo yg bawah, entar u terganggu sama orang2 yg berlalu lalang. Di kompartemen tidur ini ada tirai kok, jadi buat yg nggak suka tidurnya dilihat orang asing, tirai ini sangat berguna. Standard lah sesuai dng harga yg u bayar. Tp sampe ke KL centralnya itu telat brp jam gitu (ga sesuai dgn waktu tiba di jadwal).

Tiket kereta Singapore – KL itu simpen aja di dalam paspor. Soalnya nanti perlu pas keluar Malaysia (imigrasi malaysia entar nanyain, anda masuk kesini pake apa, kok ga ada cap masuk malaysia di pasport?) => soalnya pas masuk malaysia lewat kereta, paspor kita nggak dicap (pengalaman pribadi akhir september 2006 -> kayanya skrg masih sama deh). Kalo ditanyain itu, tunjukin aja tiket kereta anda.

Nomor makin gede, harga makin mahal.

Dulu pake yg Standard Night, lumayan enak kok. Kompartemen tidur itu ada yg atas dan bawah, harga beda (bedanya sekitar 1-2 SGD doang kalo ga salah).

Kalo mau tidur nggak terganggu pilih aja yg posisi sleepernya di atas, keuntungannya, at least barang kita lebih aman, dibanding dgn di bawah, kekurangannya kalo mau ke toilet, mesti naik turun tangga, sama kalo jatuh (yg kemungkinannya sangat kecil), sakitnya lumayan (+/- 1 meter lah tinggi kompartemen tidur yg diatas dari lantai).

Seinget saya yg agak aneh, misal dari SG -> KL itu 39 SGD, tapi kalo beli arah sebaliknya KL -> SG itu malah 39 ringgit. Pokoknya kalo beli dari malaysia, sama dari singapore, harganya beda deh, lebih murah yg beli dari malaysia. …. Kalo mau pesen, mendingan jangan pas hari H, jaga2 standard night-nya habis. biasanya sih yg tersisa itu soft seater (yg not worth it -> menurut temen saya yg udah nyoba, dia cuman dapet milo doang sbg “bonus” di kereta).

Harga hard sleepeer sama soft seater itu kalo nggak salah ga beda jauh (tp bagusan cek lagi ke URL dibawah). Tp buat saya, kalo tidur sih lebih enak terlentang, bukan duduk.

Kalo bawa bawaan berat, di stasiun keberangkatan kereta SG->KL (nama stasiunnya lupa euy) itu ada penitipan barang, sekitar 4 SGD seinget saya. In case u ga mau balik ke penginapan buat ngambil barang pada sore hari keberangkatan.

Website ttg harganya bisa dilihat di URL ini,
http://www.ktmb.com.my/%5Cimages%5Cdefault%5Cfare040105%5CFareSenandungMalam.pdf

Di depan P-Building, west campus UEC, Tokyo, Aun dan Raul tampaknya asyik ngobrol tentang sesuatu. Saya yang kebetulan melihat mereka, langsung mendekat dan bergabung. Ternyata mereka sedang membicarakan rencana libur musim panas mereka. Raul yang dari Meksiko tampaknya termakan sama ucapan Dmitri tentang keindahan Thailand. Jadi topic kali itu adalah liburan di Thailand.  Salah satu yang lumayan asyik dari Jepang adalah waktu libur kuliahnya yang lumayan panjang, terutama buat libur musim panas, sekitar 2 bulan, dari Agustus awal sampai end-September. Dmitri, anak Estonia yang seangkatan saya, menghabiskan 2 minggu di Thailand, terutama di Thailand selatan, leyeh2 di pantai dan menyebarkan berita soal liburan dia yg berkesan ke anak2 JUSST. Jadilah September 2006 itu 7 orang anak2 UEC somehow berada di Thailand. Kalau ngitung sama cewek-nya Aun, jadi 8 orang.
Jadilah pembicaraan mereka berdua itu seputar backpacking di Thailand selama summer. Rencana mereka kurang lebih akan sebulan di Thailand. Saya waktu itu lumayan tertarik karena saya belum pernah ke Thailand sama sekali, dan Aun adalah mahasiswa Thailand, lumayan kan kalau ada orang local di group jalan-jalan, at least factor bahasa bisa teratasi. Beberapa minggu ke depan dimulailah perencanaan ke Thailand ini dengan perencana utama Aun, wajar lah dia kan orang Thai. Selain itu Raul dan Poli juga perlu ngurus-ngurus visa buat ke negara2 ini.
Plan awal mereka seperti ini, detailnya ada disini
Tokyo – Singapore
Pesawat (Northwest Airlines)
Singapore – Kuala Lumpur
Kereta Malam
Kuala Lumpur – Hat Yai
Kereta Malam
Hat Yai – Phuket
Bus
Phuket – Bangkok
Pesawat (Air Asia)
Bangkok – Chiangmai
Kereta Malam
Chiang Mai – Ubon Rachatthani
Bus
Ubon Rachatthani – Bangkok
Kereta Malam
Bangkok – Singapore
Pesawat (Air Asia) 1500 baht
Singapore – Tokyo
Pesawat (Northwest Airlines)
Singapore dan Kuala Lumpur hanya akan dapat kunjungan singkat
Phi-Phi jadi basecamp u/ Southern Thailand (Phuket, PhiPhi)
Bangkok jadi basecamp u/ Central Thailand (Bangkok, Ayutthaya, Ancient City, Floating Market)
Pai jadi basecamp u/ Northern Thailand (Chiangmai, Mae Hong Son, Pai)
Ubon Rachatthani u/ Northeastern Thailand (Ubon, perbatasan Laos, etc)
Karena mereka rencananya berangkat dari akhir Agustus selama 28 hari sampai akhir September, dan saya tidak bisa, maka saya skip rencana mereka yang dari Singapore – Phuket dan gabung di Phuket (atau PhiPhi) dan bergabung di hari ke-8 perjalanan mereka. Di Thailand selatan ini, ceweknya Aun dan bbrp anak2 JUSST angkatan saya yang lagi liburan disini janjian ketemu dan jalan2 bareng, untuk kemudian pisah lagi. Jullietta dan Hugo naik bus ke Bangkok, sedangkan saya dan yang lainnya naik Air Asia ke Bangkok.
Di Bangkok, Jullietta dan Hugo langsung ke Chiang Mai, kami yang rencana awal ke Chiang Mai mengubah rencana karena ketika itu di Chiang Mai sedang hujan deras dan ada longsor, tahu dari Aun yang denger berita di radio. Akhirnya yang rencana awal Bangkok – Chiang Mai – Ubon Rachatthani – Bangkok, dimodifikasi ke Bangkok – Ubon Rachatthani – Chiang Mai – Bangkok.
 
Atraksi wisata di tiap kota
Bangkok -> Royal Palace & Emarald buddha
Di website wikitravel cukup banyak info, mungkin bisa dilihat sendiri.
http://wikitravel.org/en/One_day_in_Bangkok
Ayutthaya -> Tempat yg unik dan ciri khas Thai (several hours from Bangkok)
Ancient City -> semacam Taman Mini gitu, tapi di outskirt Bangkok (+/- 1 Jam)
Chiang Mai, mendingan bablas ke Pai dan Mae Hong Son aja…. deket ke Myanmar…
Pai skrg mulai terkenal…. Kota kecil, populasinya 3000an orang, yg dijual wisata adventurenya…. semacam hidden hideaways buat orang2 yg bosen dengan Bangkok – Chiang Mai – Chiang Rai
Phuket -> terlalu ramai (lebih cenderung seperti pantai kuta di bali). Mendingan di Phuket setengah hari aja, lanjut ke Phi Phi Islands
Phi Phi Islands -> pulau yg bagus dikunjungi ada Maya Bay (tempat syuting the Beach – deket Phi Phi)
 
Phi-Phi Islands
Pulau ini pernah dipake shooting lokasi 2 film, lokasi “Maya Bay” buat film the beach, sama ada 1 pulau yg pernah di pakai film James Bond. Pantainya bagus2, (terbagus yg pernah saya kunjungi malah) termasuk lumayan murah jg. Dulu saya pernah ikut 1 day tour, belinya pas di phi-phi itu 500an baht, termasuk snorkeling di bbrp tempat. Film the Beach terlalu “hollywood”. Buat masuk ke pantai tempat shooting mereka itu (Maya Bay) ga seheboh di filmnya.
Satu hal yg harus diingat yg harus diingat soal waktu. Ke phi-phi butuh 2 jam dari dermaga phuket. Blm lagi dari phuket airport ke dermaga (naik minibus kalo ga salah 100 baht, tp ke phuket town bukan ke dermaga). Seingat saya ferry paling akhir itu jam 3 sore (tapi bagusan u cek lagi).

Transportasi
URL ini untuk Rute dari Singapore -> Bangkok.
http://www.seat61.com/Malaysia.htm
Kalau dari bangkok masih mau keliling Thai lagi,
http://www.railway.co.th/English/
 
Akomodasi
Singapore: tidur di Changi airport
Malaysia: Hostel
Hat Yai : ??? entah Aun, Poli dan Raul nginep dimana
Phuket: Hotel. Saya gabung dengan mereka dari Phuket
PhiPhi: nginep di “bungalow” tepi pantai 400 baht buat 2 orang (Twin Plum)
Bangkok: Rumah Aun
Ubon Rachatthani: Rumah ortu Aun
Chiang Mai: Hostel
Pai: Hostel tepi sungai
Mae Hong Son: nginepnya di Pai
Ayutthaya: nggak nginep, dikunjungi dalam arah Chiang Mai – Bangkok

Tidur di changi airport
Begitu keluar dari imigrasi kita bisa cari tempat yg namanya “The Viewing Mall”. Saya dulu pernah tidur disini bareng temen2 nunggu flight yg pagi2 jg. Jangan lupa bawa koran u/ alas tidur. Tapi kalo lupa, bisa aja ke tourist information, ambil peta singapore gratisan yg gede (kurang lebih 3), bisa jadi alas tidur
 
Transit di KL LCCT
Kalau transit 6 jam kayanya nanggung tuh… Tp di LCCT KL nggak ada yg bisa dilihat sih…Tapi kalo anda sempatkan ke KL kayanya anda seolah2 akan dikejar2 waktu selama anda di KL, dan kalo apes, ketinggalan pesawat.
Tp kalo mau dicoba ke KL naik Bus dari Airasia aja, murah meriah, seingat saya sekitar RM 9…
Ada bank yg cukup reliable, buat tempat nuker uang pokoknya yg plang-nya warna ungu, lupa namanya…
 
Bahasa
Nggak ada masalah, karena Singapore dan Malaysia ngerti English dan Melayu. Dulu pas backpacking di thai, salah satu anggota rombongan anak Thai, jadi dia yg jadi leader Soal bahasa mendadak aman.
Kalo ga ada yg bisa Thailand, lebih baik beli pocket book English – Thai yg ada thai characternya. Cukup membantu. (sekitar 100rb-an)..

Estimate biaya di phuket
Hotel 1 malam +/- 700 baht (AC/TV, double bed)
Taxi dari airport ke pusat kota +/- 300 baht
Makan +/- 40 – 80 baht
Tiket Pesawat (coba aja ke website air-asia)
Ferry Phuket – Phi-Phi Island one way 500 baht
Tour 1 day di Phi-phi islands 100 baht (ini termasuk snorkeling, but not diving).

Bank