“Nald, Bos minta gue nyariin hadiah farewell buat elu, daripada nanti gue udah beliin dan elu-nya nggak suka, mendingan lu ngasih tahu mau apa, entar kita beliin lho” kata Mbak Anita ke saya.
“Lonely Planet Eropa aja Mbak, atau Lonely Planet Belanda, yang ada aja deh” jawab saya, sambil berpikir pasti buku-buku ini akan berguna untuk kuliah di Belanda. Kalau dibeliin LP Belanda, pasti bisa digunakan saat weekend sedangkan kalo dibeliin LP Eropa, pasti bisa digunain untuk libur Natal atau libur summer.
Beberapa hari kemudian Mbak Anita menelepon “Nald, buku Lonely Planet Eropa atau Belanda-nya nggak ada, mau yang lain nggak?”.
“Adanya yang mana Mbak?” dan di ujung telepon Mbak Anita menyebut beberapa judul Lonely Planet dan akhirnya “yang Central Europe aja deh Mbak”.
Dan beneran, ketika farewell lunch sama rekan-rekan kantor di salah satu restoran di Jakarta Selatan, buku Lonely Planet Central Europe, foto group kami dan satu album foto selama onshore field trip yang jadi hadiah farewell saya. “Good choice Mbak Anita, it’ll be useful” dan kayanya yg lain waktu itu kagum ke Mbak Anita bisa milih hadiah farewell yg pas, padahal kami sudah kongkalikong di belakang layar.

Buku LP Central Europe itulah yang akan menjadi acuan selama libur musim panas 2009. Kebetulan kampus akan libur 2 bulan dan ketika itu saya berencana buat backpacking keliling Central Europe memanfaatkan buku LP itu. LP Central Europe ini adalah salah satu buku yang saya bawa dari Indonesia ke Belanda, yang lainnya adalah “Keliling Eropa 6 Bulan 1000 Dollar”, Naked Traveler dan Jomblo.

Kalau buku Lonely Planet Central Europe itu adalah hadiah tiga buku lainnya saya beli sendiri. Sekali waktu pas lagi nyetir malam-malan di Jakarta dan mendengarkan radio saya mendengar tentang buku Keliling Eropa 6 Bulan 1000 Dollar. Kebetulan waktu itu pengarangnya sedang di-wawancara. Mengapa dia bisa ya hanya menghabiskan 1000 dollar? langsung deh weekend terdekat hunting buku ini. Pas baca pertama kali: busyet, berani banget yak? Berbulan-bulan lagi. Yang paling nyangkut tentu saja sama budget Marina yang 3.5 Euro per hari (yang awal-awal liburan musim panas itu berusaha saya tiru tapi gagal di toko kebab pertama yang saya jumpai…. “Eh kebab… #masuk, beli dan melayanglah 3.5 Euro saya!!! #”.) Yang 3.5 Euro ini emang bukan tipikal saya. Satu lagi yang nyangkut dan paling berguna adalah tahu adanya Hospitality Club dan Couchsurfing. Pengalaman traveling sebelumnya selalu di hostel dan komponen akomodasi ini yang cukup bikin kantong jebol kalo jangka waktu perjalannya lama. Ada juga tips and tricks pake Eurail Pass yang sampai sekarang blm pernah saya coba. Itinerary-nya Marina sempat saya jadikan panduan kasar buat summer holiday 2009, meskipun akhirnya banyak perubahan.

Kalo Naked Traveler itu dapet informasi dari Fita bahwa itu buku bagus. Pertama kali dikasih tau “Fit, ini buku tentang apa? Traveler yang nggak pakai pakaian terus jalan-jalan? Emang nggak ditangkep polisi?” yang langsung dijawab Fita “cowok itu ya, pikirannya kesitu….. #dan abis itu sibuk ngejelasin tentang buku ini#”. Oke, perlu dibeli, tapi mau beli buku ini udah keburu ditarik dari peredaran karena ada isinya yang agak gimana gitu, jadinya dapet yang versi revisi deh. Pengalaman perjalanan Trinity seru-seru dan banyakan lucunya. Pantesan aja jadi best seller. #masih pengen punya yang edisi pertama yang asli#.

Buku terakhir adalah Jomblo, lumayan buat bacaan ringan saat berat-beratnya kuliah atau disela-sela liburan. Di saat mayoritas mahasiswa yang punya pasangan balik ke Indonesia saat libur musim panas, yang nggak balik ke Indonesia: tinggal di Delft atau jalan-jalan di Eropa. Saya pilih jalan-jalan di Eropa, kan balik ke Indonesia bisa tahun depan, kapan lagi liburan 2 bulan full dan lagi sebagai mahasiswa di Belanda, saya nggak perlu ngurus visa asalkan travelingnya di dalam wilayah Schengen.

Jadi, Jomblo dan Naked Traveler Naked Traveler dan Jomblo bisa buat jadi inspirasi dan bacaan ringan. Sedangkan LP Central Europe dan Keliling Eropa 6 Bulan 1000 Dollar jadi pegangan utama untuk menyusun itinerary. Empat buku terpilih yang dibawa ke Belanda.
Anyway, pas ngeliat lagi planning summer holiday 2009 ini, ternyata ada beberapa option. Tinggal rencananya mau ikutan CouchSurfing atau Hospitality Club, selain di teman dan keluarga buat menghemat biaya. Intinya pengeluaran akomodasi di libur musim panas ini harus nol Euro dan berhasil setelah melalui perjuangan yang berat.

Option 1:

Berhubung Scandinavia spring break berhenti di Stockholm dan gagal ke Helsinki karena keterbatasan waktu, Helsinki dipilih jadi perhentian pertama. Rute awalnya sih pengen dari Helsinki turun ke selatan ke Talinn – Riga – Vilnius (ketiganya ibukota negara2 Baltik), lalu lanjut ke Warsaw, turun ke Krakow di Polandia. Dari sini lanjut ke Budapest – Bratislava – Vienna lalu ke Praha menjenguk sepupu, om dan tante (sekaligus nebeng). Dari sini balik ke Delft melalui beberapa kota di Jerman bagian Selatan sebelum berakhir di Delft. Waktunya dialokasikan selama libur musim panas dari 3 July sampai 30 Agustus, karena tanggal 31 Agustus udah masuk kuliah tahun kedua.

Option 1 akhirnya dibatalkan karena ada ajakan Dmitri untuk ikutan Scandinavia Road Trip barengan Vas. Akhirnya rencana diubah dikit menjadi Option 2

Option 2:

Karena adanya perubahan rencana ini, dan lebih gampang mencari flight ke Finlandia daripada ke Estonia, Helsinki tetap jadi pilihan utama. Sayangnya nggak ada flight langsung ke Helsinki, adanya ke Tampere, sebuah kota kecil 100an kilometer di utara Helsinki. Bungkus mang. Tapi kota terdekat yg ada penerbangan ke Tampere ini adalah Bremen yang terletak di Jerman bagian utara. Jadilah rute berubah menjadi Delft – Bremen – Tampere – Scandinavia Road Trip – Talinn – Riga – Vilnius – Warsawa – Krakow – Budapest – Bratislava – Vienna – Prague – Dresden – Leipzig – Delft.

Sebenarnya disini saya sempat tergoda untuk memasukkan Russia ke rencana. Bagian Talin – Riga – Vilnius mau di-expand menjadi Talinn – St. Petersburg – Moskwa – Riga – Vilnius – Warsaw atau bahkan mengikutkan Minsk (ibukota Belarusia) ke rencana Talinn – St. Petersburg – Moskwa – Riga – Vilnius – Minsk – Warsaw. Tapi pas dipikir-pikir lagi ini bakalan butuh ngurus-ngurus visa lagi, dua visa lagi: Russia dan Belarusia. Males ah, jadinya godaan untuk memasukkan Russia dan Belarusia ke dalam rencana perjalan ini tak diikuti. Durasi perjalanan masih sama dari 3 July sampai 30 Agustus.

Option 2 ini akhirnya diubah lagi karena ada tiga hal: (1) saya melihat informasi di Blackboard (ini sistem komunikasi berbasis web untuk mahasiswa Delft) bahwa AEGEE menawarkan 90-an summer university di seluruh penjuru Eropa dengan harga murah meriah (2) jadwal ujian retake sudah keluar dari 17 Agustus sampai 28 Agustus, dan jadwal retake mata kuliah di quarter 4 paling dekat adalah tanggal 18 Agustus. Daripada liburan nggak tenang mikirin kalo memang perlu mengambil ujian retake ini, tanggal 16 Agustus langsung ditetapkan sebagai hari terakhir jalan-jalan di libur musim panas ini. Jaga-jaga aja kalo tanggal 18 Agustusnya perlu (atau mau) ikutan ujian retake. (3) Saya mendaftar sebagai coach Introduction Week selama masa retake tersebut. Lumayan buat nambah-nambah uang saku dan mempercantik curriculum vitae. Jadilah durasi perjalanan diubah dari 3 July sampai 16 Agustus untuk mengakomodir jadwal retake dan kerjaan menjadi Coach Introduction Week.

Sebenarnya summer university AEGEE ini yang membuat ada tiga option 3: Option 3a, option 3b dan option 3c karena maksimum tiga pilihan summer university yang bisa saya masukkan di application form.

Option 3a

Pilihan ini paling mulus dengan rencana libur musim panas saya, begitu selesai Scandinavia Road Trip, saat Dmitri dan Vas kembali ke Talinn dari Stockholm, saya naik ferry Stockholm – Turku untuk mengikuti FinEst Fairy Tale yang di-organize oleh AEGEE Turku (Finlandia) dan AEGEE Talinn (Estonia). Makanya FinEst menjadi pilihan pertama saya. Setelah summer university selesai, rencana awal bisa di-adjust dan menghapus Bratislava, Vienna Budapest, dan kota-kota di Jerman selatan dari jadwal. Jadilah rute berubah menjadi Delft – Bremen – Tampere – Scandinavia Road Trip – Turku – Summer University FinEst Fairy Tale – Talinn – Riga – Vilnius – Warsawa – Krakow – Prague dan dilanjutkan naik pesawat dari Prague ke Eindhoven dan dilanjutkan naik kereta ke Delft. Durasi perjalanan dari 3 July sampai 16 Agustus.

Option 3b

Pilihan ini adalah kedua yang paling mulus dengan rencana awal saya. Begitu selesai Scandinavia Road Trip, masih sempet ke Negara-negara baltik, tapi rasanya mesti melupakan Warsaw dan Krakow lalu langsung ikutan Summer University Retro Monarchy yang di-organize AEGEE Wien (Austria) dan AEGEE Budapest (Hungary). Jadilah rute berubah menjadi Delft – Bremen – Tampere – Scandinavia Road Trip –Talinn – Riga – Vilnius – Vienna – Summer University Retro Monarchy – Budapest – Prague dan dilanjutkan naik pesawat dari Prague ke Eindhoven dan dilanjutkan naik kereta ke Delft. Durasi perjalanan dari 3 July sampai 16 Agustus.

Option 3c

Sebenernya pilihan ini biar ke-isi aja daripada kosong. Pilihan ketiga jatuh ke Summer University TransIBERIAN Jamon Express yang diadakan oleh AEGEE Zaragoza dan AEGEE Barcelona. Summer university ini akan dimulai di Madrid dan perlahan-lahan bergerak ke Bercelona. Kalau dapet yang ini negara-negara Baltik dan Polandia harus dicoret dari daftar. Jadilah rute berubah menjadi Delft – Bremen – Tampere – Scandinavia Road Trip – Oslo – Madrid – Summer University TransIBERAN Jamon Express – Barcelona – Vienna – Bratislava – Prague dan dilanjutkan naik pesawat dari Prague ke Eindhoven dan dilanjutkan naik kereta ke Delft. Durasi perjalanan dari 3 July sampai 16 Agustus.
Rencana libur musim panas ini di-finalized ketika pertengahan Mei 2009 saya menerima kabar dari panitia summer university bahwa saya keterima di pilihan ketiga saya: TransIBERIAN Jamon Express di Spanyol. Langsung deh tiket-tiket pesawat dibooking. Pertanyaan berikut: pakai kartu kredit siapa ya? Saya sih punya kartu kredit dari orang-tua, tapi perjalanan yg ini akan kerasa banget kalo harga tiketnya mesti dibayar mereka. Jadilah cari pinjaman kartu kredit ke teman-teman di Delft. Awi berbaik hati membiarkan saya memakai kartu kredit dia dan nantinya saya akan mentransfer uang yang saya gunakan untuk beli tiket-tiket pesawat itu. Untung banget ada pertolongan dari dia, karena kalo nggak akan riweh banget tuh.
Tiket Bremen – Tampere sudah dibooking beberapa bulan sebelumnya. Lalu dari Tampere kan bakalan road trip, jadi perjalanan berikut yang perlu pesawat ya dari akhir perjalanan ini ke Madrid. Waktu itu masih belum yakin kira-kira pada akhir perjalanan itu saya akan berada di Oslo atau Stockholm. Kalau mau yang paling aman ya beli tiket dari Oslo. Browsing-browsing di sky-scanner kalau mau yang paling murah ya mesti transit di Praha. Jadi dari Oslo ke Praha naik Norwegian Air dan dilanjutkan dari Praha ke Madrid naik Wizzair. Dari Madrid ke Barcelona katanya akan diurusin panitia., berarti tiket pesawat berikut yang perlu dibeli dari Barcelona ke Viena, dapet harga yang cukup murah dari ClickAir. Nanti soal Vienna – Bratislava – Praha rencananya beli tiket bus atau tiket kereta on the spot aja. Berarti masih butuh pesawat berikut dari Praha ke Belanda. Ada penerbangan sore dari Praha ke Eindhoven tanggal 16 Agustus. Bungkus. Nanti dari Eindhoven beli tiket kereta langsung ke Delft aja, tanggal 17 Agustus ikutan upacara bendera di KBRI Den Haag dan tanggal 18 Agustus-nya jadwal retake.

Advertisements