August 2011


saya hanya concern dengan planning part-time dan jalan2 jauh sebelum memulai program master, sebelum mengetahui kalendar akademik, dan bahkan belum tahu beban kuliah akan merusak fokus belajar, especially yang akan berangkat study dengan beasiswa dimana menuntut kita lulus on-time.

Saya setuju dengan yang ini. Memang tujuan utama kita kesini buat study. Mungkin ada bbrp yg dari awal udah punya tujuan lain selain study (misalnya jalan2 seperti saya dan Mbak Tari). Tapi tetap study itu yang jadi prioritas paling utama. Concern Cak Jusuf ini juga bener-bener tepat apalagi jika belum mengetahui kalendar akademik, karena waktu liburan itu akan ketahuan setelah kalender akademi keluar. Tapi, jika sudah mengetahui kalender akademik, lain lagi kan ceritanya? yg penting bijak-bijaklah dalam mengatur waktu dan membuat planning (entah itu mau wisata kuliner, nge-game, jalan-jalan, study, etc)

Contohlah libur natal dan tahun baru, itu biasanya 2 minggu di akhir Desember. Tapi begitu masuk udah langsung masa2 exam buat anak2 TU Delft dan biasanya ada deadline submission tugas di awal Januari. Bijak2lah mengatur waktu di masa liburan 2 minggu ini.

Libur summer 2 bulan (July-August). Ini emang bener-bener libur, tapi mid-August – end-August itu masa-masa Retake exam. Jadi kalau mau masa liburan ini aman tentram (untuk yg mau keliling Eropa atau yg mau balik ke Indonesia), berusahalah sebaik mungkin untuk tidak ikutan retake, lulus ujian dalam sekali ambil atau kalau emang niat retake pun buat memperbaiki nilai. Ini perlu di-planning dari awal.

Untuk libur paskah dan spring break, saya nggak bisa kasih comment (karena spring break skrg isyunya dipindah ke bulan February ya?).

and as we can see all the field-trip mentioned by Ronald-Indra semuanya adalah program2 yang menyesuaikan kalendar akademik dan tidak menyita waktu dan jam2 kuliah.

ada yg saya setujui dan ada yg tidak. Selain ATHENS memang tak menyita waktu. ATHENS akan menyita waktu dan jam-jam kuliah. Buat yg mau ikutan ATHENS Programme, ini seminggu akan keluar dari Delft (baca: bolos tapi disetujui sama TUD). Umumnya dosen2 udah mahfum kalau ada yg nggak masuk kelas karena ikutan ATHENS. Buat persiapan, ya kalo ada tugas/deadline di minggu ini nego2 lah sama dosen, misalnya tugas disubmit lebih awal atau setelah ikutan ATHENS. Ini butuh persiapan jg. Misalnya mau ikutan ATHENS bulan november, dari mid-september pendaftaran udah ditutup. Jadi mesti siap2 dari bulan agustus/september buat milih course2 yg ditawarkan di partner universities.

my concern adalah lebih kepada planning jalan2 pribadi (jalan2 diluar program yg ditawarkan TUDelft) karena hal ini membutuhkan waktu, dana dan tenaga yg tidak sedikit, mulai dari planning tiket pesawat sampai recovery sekembalinya di Delft lagi.

Benar sekali, saya setuju dengan concern yg satu ini. Tapi planning jalan2 pribadi ini memang harus dari jauh hari untuk menekan biaya, apalagi kalau mau yg lama (misalnya 45 hari, yg saya rasa seseorang akan kepentok sama jadwal liburan IHE).
Tips: jalan-jalan-lah bertiga atau berempat dan saling bagi tugas diantara kalian (A ngurus hostel, B ngurus tempat2 apa yg dikunjungi, C ngurus transportasi, D compile semuanya) . Ini akan menghemat waktu dan tenaga yang dibutuhkan. Begitu tahu kalendar akademik dan ngobrol2 sama senior mengenai beban di semester tsb, barulah di-planning dengan matang. Jangan sampai udah beli tiket ternyata harus di-cancel karena ada hal2 akademik yg lebih penting.

and… the best part-time job yang bisa saya sarankan adalah: Internship saat summer holiday atau Internship sambil mengerjakan Thesis. Diluar itu hampir semua part-time menyita kegiatan belajar dan kuliah (entah itu waktu ataupun tenaga)

Setuju, dan kalau boleh menambahkan soal part-time, jadilah coach di Introduction Week, karena itu akan menambah pengalaman sekaligus mempercantik CV. Lumayan kan kerja 10 hari dapet 800-1100 Euro (before tax ya dan tergantung brp jam kerjanya). Kalau part-time yg lain akan menyita kegiatan belajar dan kuliah. Misal: yg ikut tongtong fair/pasar malam indonesia itu bolos semingguan demi +/- 800 EUR.

Buat yg ngeliat postingan saya sebelum ini. Tujuan utama kemarin saya nulis ini hanya untuk mengcounter argumen bahwa Delft adalah pilihan yg salah kalau mau masukin opsi jalan-jalan. Jadi saya kasih opsi jalan-jalan-nya TU Delft. Jadi yg baca tahu bahwa ada lho opsi2 ini. Jadi supaya ada “pemberitaan yg berimbang buat opsi jalan-jalan ini”. Jangan sampai Delft dilihat sebagai tempat yg isinya mahasiswa yg kerjaannya belajar melulu dan weekend/masa liburan nggak kemana-mana.

Soal jurusan mati gaya atau jurusan hedon, memang bbrp jurusan kelihatan lebih santai (e.g. TBM, IO, Arsitektur) dibanding jurusan yg agak killer (e.g. 3ME, Aerospace) yg lain diantara jurusan itu. Tp jurusan-jurusan hedon itu ada masanya juga mahasiswa2nya harus ngendon berminggu2 di perpus buat tugas, etc. Tp memang perlu diakui bahwa jurusan sepert 3ME sudah terkenal sama kesulitannya dan mahasiwa di jurusan ini kadang harus jungkir balik buat belajar. (ngeliat pengalaman temen seangkatan), kalau saya kuliah di 3ME pun jg rasanya akan mati gaya (untung kemarin masuk ke TBM :) happy, hampir milih instrumentation and control).

Saya rasa perlu mengutip pendapat Egon (Kerajaan Tampan) “Menurut gw kalo Full-time study diartikan belajar di kampus ato berhubungan dengan kuliah saja, berarti hanya mampu menafsirkan dari 1 sisi saja, yaitu akademik. Gw tidak setuju dengan pendapat tersebut, karena definisi belajar menurut gw bukan hanya untuk yang berhubungan dengan akademis saja. Definisi belajar itu luas termasuk aktif di organisasi, travelling, berpetualang, beradaptasi di lingkungan dan budaya yg baru, dsb.” (Egon, 2011)

Saya berharap semoga diskusi2 yang terjadi ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Inilah dinamika milis PPI Delft yang sempet bikin bingung Yazdi (Padahal yang awalnya kenalan itu ga pernah bilang kalau pengen jalan-jalan… cuma pengen kenalan dan nyari sepeda.. Mungkin pada terbengong-bengong sekarang..). Tenang aja, milis PPI Delft emang spt itu dan inilah yg membuat milis kita ini yg lebih hidup dari milis bbrp PPI yg saya ikuti.

Regards,
RAI
PS: info ga penting (mungkin penting buat yg suka pesawat tempur) TU Delft punya F-16 lho. F16nya ada di vlietuig hall, di materials laboratory the building next to the cafeteria.

From: Jusuf
To: PPID
Sent: Tuesday, August 23, 2011 10:05 AM
Subject:

terima kasih semua atas tambahan dan komen-komen menariknya

of course, maksud saya dengan full-time student adalah hari-hari kerja dimana kita konsekuen dengan waktu untuk kuliah dan belajar dan tidak terpotong untuk hal-hal diluar itu (part-time dan plesir)
well, rougfly you can say: 9 to 5 full time work in 5 working days as a student means 9 to 5 studying in 5 working days, baru setelahnya itu baru kita bisa melakukan hal2 lainnya.

saya hanya concern dengan planning part-time dan jalan2 jauh sebelum memulai program master, sebelum mengetahui kalendar akademik, dan bahkan belum tahu beban kuliah akan merusak fokus belajar, especially yang akan berangkat study dengan beasiswa dimana menuntut kita lulus on-time.

and as we can see all the field-trip mentioned by RAI semuanya adalah program2 yang menyesuaikan kalendar akademik dan tidak menyita waktu dan jam2 kuliah. Semua program yang ditawarkan Organisasi tsb adalah menyesuaikan Kalendar akademik TU Delft dan belum di-release lengkap jadwal jalan2 buat tahun ajaran 2011/2012.
Jadi, tidak ada gunanya berangan-angan dan membuat planning untuk plesiran dulu kan?

my concern adalah lebih kepada planning jalan2 pribadi (jalan2 diluar program yg ditawarkan TUDelft) karena hal ini membutuhkan waktu, dana dan tenaga yg tidak sedikit, mulai dari planning tiket pesawat sampai recovery sekembalinya di Delft lagi.
and… the best part-time job yang bisa saya sarankan adalah: Internship saat summer holiday atau Internship sambil mengerjakan Thesis. Diluar itu hampir semua part-time menyita kegiatan belajar dan kuliah (entah itu waktu ataupun tenaga)

dengan segala kerendahan hati, saya sudah mengalami itu semua, dan hanya ini yang saya bisa sampaikan buat rekan-rekan atau adik-adik yang akan datang dengan tujuan menuntut ilmu, menggapai gelar baru kehidupan dan bukan hanya gelar pendidikan and be a better Indonesian.

salam hangat,
–Jusuf

*untuk me-reply email ini saya butuh waktu 10 menit mencuri-curi diantara jam-jam kantor, saya hanya bisa bayangin saat gimana ribetnya menyusun agenda jalan2…

__,_._,___

Advertisements

gile, 13.5 pounds, udah gitu pake acara api2 lagi …. bingung deh….

Di milis ada yang nulis bener2 salah pilih universitas kalo datang ke Delft dengan memasukkan opsi jalan-jalan.

Bener-bener perlu dikomentarin nih :))

Pengen ngomentarin yang berwarna biru

bener2 salah pilih universitas kalo datang ke Delft dengan memasukkan opsi jalan-jalan.
Kerja part-time hanya dalam kondisi yg sangat terpaksa saja, trust me guys… part-time work is not going to get you anywhere (based on true story)

so please dont make your life harder than it should be.

tertulis nanti di verbliftvergunning kalian (kartu residence permit ) status tinggal kita adalah: Full-time Student.
Full-time student means Full-time study 🙂 simple and clear.

Tenang aja, buat yg datang ke Delft dengan opsi jalan-jalan, masih ada harapan kok. *ini ngomongin tentang anak2 TU Delft ya*
Dengan status full time student, berarti dalam setahun anda mendapatkan jatah 2 minggu libur Christmas and New Year di Desember, 11 hari spring break di akhir April-awal May, 4 hari easter break di awal April dan 2 bulan summer holiday July-August. Ini dalam satu tahun ajaran (case study tahun ajaran 2008-2009, mungkin skrg berubah, cek ke International Office).

Rajin-rajin aja ngecek international office buat acara jalan2 apa untuk International student: dulu sih ada ke Keukenhoff, Delta Works, Zaanse Schans, Musum van Gogh dan Canal Trip Amsterdam. Kalau mau yg local, ada friday night events.

Belum lagi weekend itu masih bisa digunakan untuk meng-explore South Holland (Delft/Den Haag/Rotterdam/ Leiden) ataupun North Holland (Amsterdam) di bulan-bulan awal. Kalau udah agak lamaan Groningen/Maastricth/Eindhoven bisa dikunjungi. Buat yg deket-deket beli tiket kereta biasa aja (jangan lupa apply Discount card-nya NS, berlaku setahun terakhir kayanya 55 Euro, worth it kalo suka jalan2).

Kalau buat yang jauh (e.g Maastricht / Groningen) bisa pake tiket Blokker/Kruidvat/HEMA/Albert Heijn mengenai one day ticket ke seluruh Netherlands (harganya variasi dari EUR 12.5 s/d EUR 15).

Kalo bosen sama Belanda pas weekend, masih bisa lho weekend trip ke Paris / Brussel / London / Jerman bagian barat (provinsi North Rhein Westphalia, kota2nya antara lain: Bonn, Dortmund, Duesseldorf). Berangkat jumat malam, sampai tujuan sabtu pagi. Sabtu dan minggu jalan seharian. Minggu malam pulang, senin pagi sampai Delft, abis itu ikut kuliah deh. http://www.eurolines.nl

Dengan status full time student pula, anda bisa bergabung dengan organisasi2 mahasiswa seperti AEGEE Delft, BEST Delft, AIESEC. Mereka punya program2 summer yang OK punya di seluruh penjuru Eropa. AEGEE yg punya 300-an Antena (cabang) di seluruh Eropa dan sering mengorganize acara2 seperti Traveling Summer University, Language Course, etc selama 2-3 minggu dan biayanya
200an Euro. Summer 2009 saya pusing milih pilihan 1, 2 & 3 untuk disubmit ke AEGEE Delft karena ada 90an program yg semua sama2 menarik, termasuk Trans-Siberia Tripnya AEGEE Moskwa….. (yg paling susah seleksinya tuh).
Link AEGEE Delft http://www.aegee-delft.nl/joomla/index.php

Link Summer University AEGEE http://www.projects.aegee.org/suct/su2011/

Kalau buat anak teknik ada yg namanya BEST. Mereka bikin competition, course (tentunya berkaitan sama kuliah dan having fun) dan biayanya sekitar 50an Euro buat seminggu (incl. Accomodation).
http://www.bestdelft.com/

Tambahan lagi dari AIESEC, temen ada tuh yg sampai ke Kenya, volunteering sama kegiatannya AIESEC di summer 2009.
http://www.aiesec.nl/

Mau yang diorganize sama student organization? di TBM ada Curius yang tiap tahunnya ngadain trip entah kemana (2009 ke Barcelona dan 2010 ke Moscow). Biayanya? 150 Euro karena biaya lainnya disubsidi perusahaan/universitas.

Mau yang dari YES!Delft? ada kunjungan ke China bulan april 2010, tahun sebelumnya ke Silicon Valleynya california. 500-am euro buat 2 minggu all in. Emang sih pake seleksi, tapi worth to try kan?

Lalu program2 exchange sama partner universities baik short term (1 minggu) di seluruh penjuru Eropa. Tinggal pilih kota mau Budapest , Istanbul, Leuven, Lisbon , Madrid, Milan, Munich, Paris , Prague , Thessaloniki, Trondheim, Vienna, atau Warsaw. Namanya ATHENS Programme dan selama setahun ada dua kali kesempatan untuk ikuta program ini (Bulan November dan Maret). Case Study: ATHENS program di Paris -> program introductionnya? 2 hari keliling Paris dan wajib hukumnya, lalu 5 hari kuliah (jam 9-5) setelah jam 5? keliling Paris lah…..
http://www.tudelft.nl/live/pagina.jsp?id=a125e032-e486-4eee-ad6b-b10a1dca4804&lang=en

Kalau mau yg long term (1 semester / 1 tahun) ada pilihannya kok di seluruh penjuru dunia (Norway, Brisbane, Paris, Ekuador, Singapore, Ann Arbor, Pitssburgh, Zurich, Tokyo etc), saya kadang2 cukup melihat foto2 facebook teman2 yg ikutan untuk “mengunjungi” negara2 lain. Apalagi ketika mereka ikutan exchange cukup rajin posting foto2 traveling mereka :). Tempat thesis pun kadang2 ajaib seperti Kenya atau Afrika selatan. Malah ada yg sampai ke India. Anak2 Management of Technology cohort 2008, 1/4nya ikutan exchange. Angkatan 2007, 1/2nya ikutan exchange.

Bingung nginep dimana? cari hostel, atau kalo mau yg gratisan gunakanlah alumni network buat nebeng, ikutan couchsurfing / hospitality club, atau kalo kepepet tidur di bandara/stasiun/lobby hotel/taman.

Buat yang ke TU Delft, mungkin perlu diingat bahwa network TU Delft dengan universitas lainnya sangat bagus. Manfaatkanlah……

“bener2 salah pilih universitas kalo datang ke Delft dengan memasukkan opsi jalan-jalan.”

Semoga memberi pencerahan :) happy

R
~ ex-part time student ~
PS: satu2nya kelemahan Delft untuk jalan2 adalah tidak ada bandara RyanAir di deket2 sini

The State Rooms,
Buckingham Palace

A view of Buckingham Palace from the Mall, photographer: Andrew Holt

ABN AMRO Barclays BCA Mandiri

Oleh2 temen dari Jepang