Pengen sharing aja, terutama ditujukan ke rekan2 IBP yang saat ini sedang kuliah.

Dulu saya nggak terlalu tahu bahwa kuliah itu bisa jadi batu loncatan buat jalan2 ke luar negeri. Sebenarnya ada sih beberapa program2 dari universitas di Indonesia yang menawarkan program2 seperti summer school, exchange program, etc ke luar negeri. Weekend/ saat liburan ketika mengikuti program2 seperti ini bisa dimanfaatkan untuk jalan2, atau kalo mau ekstrim bisa bolos kuliah demi jalan2.

Setahu saya, kalau jalan2 ke luar negeri, komponen utama yang lumayan gede itu kan tiket pesawat dari Indonesia ke negara tujuan, makin jauh negara tujuan biasanya makin mahal. Kalau kita bisa tinggal “sementara” di luar negeri, misalnya dengan ikutan summer school, exchange program, kita bisa tinggal lamaan di luar negeri (e.g. 3 bulan atau setahun) dan selama masa2 tersebut bisa menjelajahi negara tempat kita tinggal, dan juga negara2 sekitar. Kebanyakan program2 ini (yg dari PTN) ada beasiswanya juga, tapi emang ada seleksi sih. Banyak anak peserta program ini ini yg sering jalan2 independen, alias backpacking, setelah mengikuti program2 seperti ini. Pengalaman pribadi: ikutan program kaya gini lumayan membantu kalau mau backpacking di luar negeri, bisa merencanakan trip lebih lama dan nggak diburu2 kalo traveling.

Universitas-universitas yang menyelenggarakan program2 ini rasanya lumayan banyak di Indonesia. Saya coba tulis saja yang saya tahu atau yang pernah teman2 saya ikuti

Institut Teknologi Bandung, informasinya bisa ditanyakan ke International Student Office.
– Summer School ke University of Dortmund
– Program internship (khusus jurusan arsitektur) ke beberapa universitas di Jerman
– YSEP (Young Scientist Exchange Program) ke Tokyo Institute of Technology
– JYPE (Junior Year Program in English) ke Tohoku University
– JUSST (Japanese University Studies in Science and Technology) ke University of Electro-Communications, Tokyo
– NUPACE ke Nagoya University
– Exchange program ke Oita University (jurusan Teknik Fisika)
– Exchange program ke Singapore Management University (temen dari FSRD ITB pernah ikutan)
– Existente Program (dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika)
– Program sama Universitas Groningen (kalo nggak salah jurusan Teknik Kimia).
– Dual degree dengan Delft University of Technology di Belanda, kalo nggak salah dibiayai erasmus mundus

Universitas Gajah Mada (ini pengalaman temen2 UGM)
– Exchange program Florida International University (anak Sosiologi)
– Exchange program National University of Singapore (anak Sipil)
– Exchange program ke Ritsuimeikan Asia Pacific University (anak Ekonomi)
– Exchange program ke Fachhochschule Pforzheim – Hochschule für Gestaltung, Technik und Wirtschaft (anak akuntansi)

Universitas Indonesia
– Summer School ke University of Dortmund

Khusus Belanda:
Program Existente. Konsepnya tahun terakhir di belanda dan menerima double degree. Universitas2 yang terlibat antara lain Undip, Trisakti, ITB, Petra. Umumnya mereka disupport beasiswa HSP Huygens.

Kalau yang masih SMU, ada program yang namanya AFS (American Field Service), konsepnya setahun ikutan SMA di luar negeri di keluarga angkat, resikonya, tinggal kelas selama setahun.

Kalau mau yang agak beda, bisa ikutan yang namanya Au Pair, itu semacam “bantu2” di keluarga host. Istilah di Indonesia sih pembantu, tapi konsep pembantu di Indonesia dan di Eropa agak beda ya.

kalau mau S2, negara-nya lebih bervariasi lagi. Saran saya sih pilih schengen countries buat tujuan kuliah + backpacking. Daripada ribet2 ngurus visa.

Saya rasa universitas2 lainnya jg ada program seperti ini, tapi saya kurang tahu mengenai program mereka itu.