Portsmouth, 26 Maret 2011

“Boooommmm”, suara ledakan yang terdengar sangat dekat benar2 membuat saya kaget dan berpikir “sh*t, masa ada bom di deket2 sini, di Jakarta aja aman2 aja disini bisa denger ledakan?” Teroris goblok mana yg mau nge-bom Porstmouth, sasaran yang rasanya kurang menarik dibandingkan London. Pas balik badan masih ada asap putih berbentuk donat dan orang2 terkesan cuek bebek sama kejadian itu. Ternyata itu bunyi salvo meriam di Marina deket Spinnaker Tower, pas ngeliat jam, tepat jam 12.00, kalo ada announcement mungkin bunyinya “kalau ledakan terdengar waktu menunjukkan pukul 12 tepat -> kaya kalo nelpon 103 di jkt”. Kurang asem, bikin orang jantungan aja.

Hari itu pertama kali-nya keluar Guildford sejak kunjungan ke keluarga B’Robby – K’ Tia di London awal Maret. Praktis dua minggu ngendon di Guildford, so ketika ada ajakan ke Portsmouth, di-iya-kan aja, meskipun nggak tau ada apa di Porstmouth.

Seperti biasa kalau janjian dengan orang Indonesia, pasti ada ngaretnya. Dibilang ngumpul jam 8.00-8.30 buat ngambil kereta yg jam 8.34 ke Porstmouth, ada 1 orang yg telat (not me). Walhasil, kereta jam 8.34 pun terlewat dan kami mengambil kereta jam 9.04.

Pesertanya: 3 mahasiswa S3 Indonesia yg sedang studi di University of Surrey, plus istri dan dua anaknya dari seorang mahasiswa PhD ini. Dari mereka saya tahu, kalau traveling ber-4 naik kereta di England, cukup bayar buat dua orang aja (hoho penghematan kan). Berhubung Mayang dan saudaranya batal ikutan, mestinya pas 8 orang (jadi bayar buat 4 orang doang), jadi hanya 6 orang dan terpaksa yg dua orang mesti bayar harga normal (potong diskon dari National Railway card -> mirip2 discount cardnya belanda deh, bedanya ini diskonnya bukan 40%, tapi 33%).

Porstmouth terletak di selatan inggris (di deket laut) dan berjarak 85-an kilometer dari Guildford. Naik kereta hanya butuh 1 jam (pas perjalanan pergi, pas perjalanan pulang 1.5 jam, aneh bener). Terkenalnya sama apa ya? menurut rekannya Pak Bambang (salah satu mahasiswa PhD Surrey, alumni S2 TU Delft juga) katanya terkenal sama factory outlet alias buat shopping2 gitu. Lainnya? nanti aja tanya ke tourist information, yg biasanya jadi tujuan awal saya kalau ke satu kota.

Tourist informationnya ternyata deket banget sama terminus stasiun kereta, Portsmouth Harbour Station. Dari brosur2 dan peta gratis tentang kota ini ternyata ini kota penting buat Royal Navy-nya Inggris. Buat yg pernah baca perang Napoleon sama Inggris, pasti pernah denger Lord Nelson, salah satu perwira AL Inggris paling terkenal, nah, HMS Victory, kapalnya dia itu jadi atraksi wisata disini. Pantesan aja Portsmouth Historic Dockyard jadi #1 di urutan yang tempat yg mesti dikunjungi di Portsmouth. Kapalnya gede dan artistik, nggak seperti kapal perang modern yg bentuknya kaya potongan besi, ada unsur2 seni-nya lah kapal perang jaman dulu.

Dari sini kami balik ke arah stasiun lagi, sempet mampir bentar beli makan siang “fish and chips” khas-nya inggris, ikan + kentang. 4.5 pound (berapa ya kalo dirupiahin?). Dari sini kami berencana menyusuri garis pantai sampai ke Southsea castle, lalu balik lagi ke arah stasiun.

Bener aja Portsmouth identik sama Shopping, di deket stasiun kami ketemu banyak banget toko2 di Gunwharf Quays, plus di daerah ini ada Spinnaker Tower. Tower yang bentuknya tidak biasa, meskipun nggak seaneh Turning Torso di Malmo. Yah, pokoknya pas lagi makan siang di kursi sambil ngeliatin yacht-yacht (salah satunya dijual seharga GBP 180.000, tertarik beli?) tiba2 ada ledakan meriam. Sebel.

Teman2 jalan kali ini jauh berbeda dibanding travelmate saya sebelumnya, mereka semuanya dosen. Pak Bambang dosen Elektro di Universitas Sanata Dharma, Pak Marwan dosen juga, entah dimana, Pak Sugiman Dosen di Universitas Mataram plus istri dan kedua anaknya. Semuanya dapet beasiswa dari Dikti untuk melanjutkan pendidikan di Inggris. pengen tahu brp beasiswa buat S3 sebulan dari Dikti? GBP 750, yg to be honest, menurut saya sangat2 minim untuk hidup di Guildford yang merupakan kota kedua termahal akomodasinya di Inggris after London. Itung aja kalo sewa rumah GBP 105 per minggu buat student (disini mainnya mingguan), berapa tuh sisanya buat hidup? Apesnya mereka, Guildford dihitung diluar London (S3 di London dikasih GBP 850 per bulan, non-London dapet GBP 750 per bulan). Kalo bawa keluarga? wow…. puyeng tuh.

Jalan bentar dari Gunwharf Quays, nemu benteng di pinggir laut + pantai. Pantainya nggak banget deh, batu semua isinya, pantesan ada tanda anjing dilarang masuk ke pantai. Kalo pup kan repot bersihinnya tuh. Soal benteng, rasanya logis banget kalo Portsmouth punya benteng, lha wong dulu Inggris sering perang sama Prancis, dan Portsmouth ini pernah dihancur-leburkan sama Prancis. Pantesan aja ada benteng di pinggir laut (bukan buat pelindung tsunami lho, disini nggak ada tsunami).

Setelah benteng2 pinggir laut ini (termasuk Round Tower dan Square Tower) ada yg namanya Pirate Pete’s, kaya Dufan versi kecil yang bisa dipindah-pindah. Masuk ga perlu bayar, pas mau naik salah satu wahana baru bayar. Mirip2 konsep kermis di belanda. Udah gitu deket sini ada IOW Hovercraft, perahu cepet buat yg pengen ke Isle of Wright (pulau gede deket Portsmouth). hmmmm, next destination?

setelah hovercraft ini, jalan panjang banget sebelah kanan pantai batu, sebelah kiri lapangan gede tempat orang2 lagi bercengkerama, BBQ-an, tidur-an sambil denger radio, etc etc plus ada Memorial di tengah2 lapangan gede ini buat tentara2 yg gugur di perang dunia 1 dan 2. Oh ya, di kursi2 sepanjang pantai ini ada tulisan memorial buat orang meninggal seperti “kursi ini tempat favorit Ms. X yg blablabla, abis itu ada tahun lahir dan tahun mati”. Sepertinya itu salah satu upaya PemKot (pemerintah kota) Portsmouth buat nyari dana pengadaan kursi2 pinggir pantai ini.

Di ujung jalan ini ada Southsea Castle, yang tampaknya merupakan kastil terkecil yg pernah saya lihat, sampai nggak ngeh itu kastil sebelum buka peta. di daerah ini ada akuarium (mirip sea world) plus D-Day Museum. Plus Castle field yg kebetulan lagi bagus (spring soale). Mungkin kalo jalan2 musim berpengaruh, kebetulan lagi awal musim semi, semua taman (eg. Southsea Rock gardens, Ormamental Gardens).

Mungkin musim pengaruh sama mood. Yang jelas Portsmouth dapet image bagus di mata kami. Apalagi taman-taman di pinggir lautnya bagus-bagus. Emang nggak sebagus Keukenhoff sih, tapi lumayan lah ada bunga-bunga yg bisa dilihat.

Sebelum berangkat, emang ada dua pilihan, London atau Portsmouth. Kalau London mau ngeliat British Museum siangnya, abis itu malemnya ikutan Shenny + Yuvi makan di Gaucho (tapi akhirnya batal gara2 ngga ada tempat buat saya). Tapi emang udah agak males ke London sih karena isyunya akan rusuh karena ada 250.000 orang yang akan ikutan demo yg diorganize TUC. Majority sih orang2 baik, tapi ada segelintir orang nggak baik (alias anarkis) yg bisa bikin rusuh. Bener aja, pas sampe rumah nonton BBC, daerah Piccadily sama Trafalgar lagi rusuh pake acara bakar-bakaran segala.

Well, minggu depan kemana ya?