Sepanjang hidup saya, ada beberapa teman yang pengalamannya akan sulit sekali saya lupakan. Pengalaman-pengalaman yang unik, tidak semua orang pernah merasakannya, dan (mungkin) tidak semua orang ingin merasakannya. 

"Kurang cerdas!!, lain kali bawa tentara yaa klw mo nerobos perbatasan negara liwat belakang ;D" demikian komentar seorang teman berinisial Ft yang berpengalaman menerobos perbatasan Indonesia – Timor Leste, tanpa visa, ketika mendengar kejadian yang dialami teman saya, J. Ft ditemani tentara, sedangkan J di-interogasi tentara. Dua hal yang sangat berbeda. 

Pengalaman J bersama temannya, adalah pengalaman teman yang paling unik yang pernah saya dengar. Ketika berkunjung ke kota perbatasan China, mereka bermain2 di atas es di sungai beku yang menjadi pembatas alam antara China dan Korea Utara. Dua orang ini, karena rasa ingin tahu-nya yang besar sampai ke wilayah seberang yang sudah merupakan wilayah Korea Utara. Dodolnya beberapa saat kemudian mereka sudah "under gunpoint" beberapa tentara korea utara yang berhasil mengepung penyusup2 ini. Sempat diinterogasi beberapa jam sama tentara2 Korea Utara ini dan hokinya mereka dilepaskan karena disangka "turis tersesat". Beruntungnya mereka ini. Ini jalur ilegal, jalur legal-nya adalah mendaftar visa ke kedubes Korut di Beijing. Dapet visa yg berupa secarik kertas dan tak ditempel ke paspor (jadi tak ada bukti bahwa anda pernah ke Korea Utara. Lalu naik kereta ke Pyongyang😉

Jalur Legal😉

Masuk dalam kategori turis edan lainnya adalah A, manusia tambun yang pernah mengajak saya menghabiskan libur musim panas 2006 untuk backpacking ke Korea Utara (visa susah dan ogah!!!) dan Tibet (good choice). A dan temannya M, pernah backpacking ke China dan mengambil semua moda transportasi yang paling murah, termasuk rela membeli tiket berdiri Beijing – Shanghai selama 25 jam dan tidak tidur selama perjalanan. Mereka begitu ada kursi kosong, langsung di-embat, untuk kemudian diusir lagi. 25 jam yang berkesan untuk mereka, terutama lagi setelah M kehilangan kamera di dalam kereta. 

Pengalaman mereka masih ada lagi, ke kuil Shaolin dan ngemper di daerah gunung dekat kuil Shaolin selama 2 hari dengan cuaca di sekitar 0 C. Saya waktu itu "menertawakan" pengalaman mereka, dan terkena juga karma ini (kejadian di Venice). Mana sempat dipalak preman China lagi selama masa itu. Meskipun saya harus akui, foto mereka di Kuil Shaolin itu adalah salah satu foto travel terbaik yang pernah saya lihat sampai saat ini. No Pain No Gain. 

No pain no gain inilah yang dialami teman-teman yg bekerja di industri oil and gas. S, seorang teman yg bekerja di bidang migas ini pernah mengalami strip-search sekitar 2x di Amerika. Jika umumnya pemeriksaan di bandara hanya buka ikat pinggang dan buka sepatu. Dia lebih, buka semuanya, well nggak tau sampai segimana sih, tapi buat cewek dia tetap saja merasa jengah terkena stripsearch. Imigrasi Amerika pula-lah yang benar2 paranoid. Teman saya, Rm, pernah diperiksa sampai 4 jam di imigrasi dan disuruh bersumpah di atas kitab suci. 

Kembali ke teman dari Mexico, ada H yang pernah berkolaborasi dengan saya untuk jadi tameng salah satu profesor kami ketika ada keributan di salah satu restoran di Asakusa. Pemicunya, ada dua cowok mabok yang berusaha ML dengan salah satu cewek mabok di sebelah meja kami. Cewek menolak dan si cowok mabok udah mengeluarkan barangnya (yup, exhibionis sekali), sampai 2 teman kami yg wanita teriak. Sensei kesal dengan kelakuan mereka, datang ke meja sebelah, dan membentak cowok mabok yg lagi horny itu (sumpah, restoran yg dipilih sensei termasuk restoran kelas atas, tapi kenapa ada pengunjung spt itu ya?). Sensei balik ke meja kami, melewati H, saya, dan pecahlah keributan. Damn, orang mabok itu berniat memukul sensei, dan H di kursi terdepan dan saya di kursi setelahnya, lalu sensei. Artinya H dan saya jadi tameng. H sudah marah banget, mata merah, dan tangan mengepal…. ehm, plus sendok, garpu, dan pisau roti di tangan beberapa anak. Barang pecah, plus meja yg ditendang, pokoknya seru deh (pas mengingat, bukan mengalami). Polisi Tokyo datang beberapa saat kemudian (lama banget nunggu mereka datang) dan mengamankan para tersangka. Mungkin emang udah bakat jurnalistik, saya sempat memfoto beberapa kejadian disaat ini (meskipun di kemudian hari nyadar ini bahaya). 

JUSST students and Tokyo’s Police🙂
*We Love Japanese Police hahaha*

Sebenarnya itulah saat kedua (dari berkali2 hahahaha) anak2 angkatan kami berhubungan dengan Polisi Tokyo. Teman yang lain Jc benar2 pernah dikejar (ini dikejar beneran, pakai acara lari-lari di jalan2 Tokyo) polisi ketika kabur dari salah satu rumah sakit di Tokyo. Penyakitnya = homesick yang parah dan ditambah diare yang parah. Ditambah lagi Jc tidak terlalu lancar berbahasa
Inggris dan Jepang. Pas stress inilah Jc lari dari rumah sakit dan berakhir dengan pengejaran di jalan-jalan Tokyo dan berhasil diringkus. Susuki sensei sampai pernah bilang angkatan kami adalah angkatan terparah dan paling bikin pusing dia sepanjang sejarah. 

Alasan kenapa Suzuki Sensei sering pusing

Bagaimana tidak parah, coba lihat H dan Rm, kedua orang ini pernah mendobrak kamar saya tengah malam sambil menghunus pisau, membawa senapan dan teriak-teriak tidak karuan. Dua teman dan saya waktu itu benar-benar kaget dengan pendobrakan ini. Bercanda ala Meksiko memang aneh-aneh sekali. Rm (early 20s) bahkan pernah nyoba nge-date sama salah satu guru bahasa jepang kami (wanita mid-30s), playboy cap kampak beneran hahaha.

Meskipun demikian mereka ini termasuk mempunyai jiwa seni yang tinggi. Media ekspresi cita rasa seni mereka adalah pintu kamar Dm yang dicorat-coret yang benar2 membuat Fukihara-san naik pitam ketika melihat hasil karya mereka. 

Citarasa Seni yang Aneh (Mexican style)

Si Korban, D, ternyata sama-sama gendeng-nya. Di lain waktu ketika H berlibur, pintu kamar dia yang kena corat-coret seni tidak jelas. Hobby lain dia yg bikin geleng-geleng adalah berjemur di balkon lantai 4 yang lumayan luas dan hanya mengenakan kolor. Meskipun jauh lebih mending dari temen dia L (mahasiswa S3) yang benar-benar polos. Pemandangan inilah yang membuat pasien2 dan suster2 di rumah sakit di sebelah dormitory kami merasa terganggu dan menelepon polisi yang akhirnya menghubungi Suzuki sensei. 

D sangat menyukai gunung, alam dan camping. Satu waktu, D, P dan saya pernah kemping di daerah Hakone. Ternyata kemping itu ilegal kalau bukan di tempat yg ditentukan (dan ketahuan). Jadi kami-pun dua malam ber-deg2an kemping ilegal. D dan P juga yang ketika memanjat Mt. Fuji hanya memakai kaos tipis dari Fuji 5th station ke puncak padahal yang lain mengenakan pakaian berlapis2 seperti menghadapi musim dingin. Komentar dia "In my country, the coldest is -40 C, this is normal". Garuk2 kepala yg nggak gatel. 

Norway – Nordkapp

Tiga tahun kemudian, D mengajak saya ikutan scandinavia road trip dia. Kali ini sama temannya V. Kegilaan mereka masih ada. Target mereka adalah berenang di Nordkapp, wilayah paling utara di benua Eropa, di Laut Arctic sambil ditemani pinguin2. Sayangnya pas sampai di Nordkapp, cuaca berkabut, sehingga gagal-lah rencana mereka. Udah gitu, di Norway, camping harus di tempat yg ditentukan. Kami camping sembarangan (awalnya saya kira normal) sampai di akhir perjalanan dikasih tahu, kalau ketahuan polisi bisa didenda ribuan Norwegian Kronor. *sigh*

Photo Hunting, terpeleset dikit, bye bye world

Perjalanan Norway itu merupakan photo hunting, umumnya berupa pemandangan alam. Tapi ada beberapa foto yang bener2 nyeleneh. D dan V bersikeras ke kota yang namanya "Bo", hanya untuk foto di plang kota tersebut dan "Bo". Definisi Bo: di mata mereka adalah semacam muntah, jadi di plang kota "Bo" itulah mereka minum air dan menyemburkannya di plang kota "Bo" sambil difoto dengan kamera V yang lensanya EUR 2000 (sigh mahal amat). Just for that. Di tempat lain, D mengeluarkan kursi dan beberapa saat kemudian sudah hanya menggunakan kolor doang berfoto dengan background gunung2 bersalju dan cuaca dingin (saya pakai jaket winter di musim panas di daerah itu). V sami mawon, foto dengan pose yg sama sambil berdiri. Tampaknya tema fotonya adalah "bertahan hidup di cuaca dingin dengan kolor" 

Background foto mereka

Foto-foto mereka yang lain pun cukup bikin orang yg ngeliat mengelus dada. Salah langkah sedikit, bye bye dunia. Rupanya inilah yang mengakibatkan suzuki sensei dulu selalu berisik tentang asuransi setiap kali anak2 JUSST mau keluar Jepang untuk liburan, he was right, anak2 JUSST perlu asuransi untuk menjamin hidup mereka, seperti dua anak JUSST yang jatuh ke sungai dan terseret arus deras (sebelum kemudian mereka berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian). Sementara anak JUSST yang satu sibuk merekam kejadian ini dengan videonya. 

V di Norway

Meskipun banyak sekali foto bagus dari scandinavia road trip itu, mental benar2 diuji ketika perjalanan itu. V tidak mandi selama semingguan dan bau-nya cukup bikin puyeng. Kamera dan lensa-nya lebih menarik untuk dibersihkan ketimbang badan sendiri. Panggilan alam pun dilakukan di tempat2 yang tak memenuhi standard kesehatan, saya memilih WC umum yg bertebaran di Norway (ummm, kecuali sekali). Sekali waktu di ferry, V benar2 edan. "I want to wash my d*ck". Dimana? di wastafel. OMG, sinting sinting. 

Kisah tentang wastafel inilah yang membawa ingatan saya ke F dan Ry, kedua teman SMA yang terpilih mewakili sekolah untuk meninjau Asian Physics Olympiad di Karawaci. Karena mereka sakit perut, pergilah mereka berdua ke WC. Setelah selesai menunaikan panggilan alam, ternyata air di WC nggak jalan dan tak ada tissue. Mereka berunding, dan jadilah wastafel jadi pilihan utama untuk membersihkan yang harus dibersihkan. Huahahahaha…. Apakah yang akan terjadi ketika ada yg buka pintu WC dan melihat pemandangan "bizarre" itu? Teman2 yg jarang ada. 

Ngomong-ngomong soal WC, Toilet inilah yang menjadi keahlian M, salah satu personil bolat yang mempunyai spesialisasi membuat toilet darurat di pulau-pulau tak berpenghuni. Sebagai orang yang sempet mengikuti trip island-hopping bolat tiga kali, saya pernah melihat teman-teman memanfaatkan keahlian M ini untuk mengatasi panggilan alam di pagi hari. Spesialisasi yang benar-benar unik, tak heran ketika dia tak ikut trip, sering ditanyakan "M kemana?"

Anak bolat yang satu, Y, selalu punya love and hate relationship sama orang gila di depan taman anggrek dan tempat sampah. Y pernah ditabok, dijitak dan diludahi oleh orang gila di tempat yang sama di taman anggrek. Penggemar kok orang gila, nggak bener banget. Lalu Y sering sekali mengalami "kecelakaan" kerja, terutama jika Y berada di tempat yg dekat dengan tong sampah. Hidup itu memang penuh misteri. 

Beruntung atau tidak beruntungkah mempunyai teman-teman seperti ini?😉

*) Nama-nama sengaja disamarkan, buat yang tahu inisialnya itu merepresentasikan siapa, just keep silent🙂