March 2010


 

 

From: Tim – 3ME <@yesdelft.nl>
Date: Wed, Mar 31, 2010 at 5:59 PM
Subject: Come with me to… Shanghai!
To:
Dear “Come with me to… Shanghai” applicant,
Your elevator pitch next tuesday should be in English. If you did not confirm yet, please confirm if you will be present at the elevator pitch selection day. Good luck with the preparations!
Best regards,
Tim
***
Dear R
Thank you for your application. It is my pleasure to inform you that you have been selected for the second round. In the second (and last) selection round you will have to do an elevator pitch in front of a selection committee. The elevator pitch lasts a maximum of 60 seconds and should at least answer the following questions:
– What makes you entrepreneurial?
– Why should you participate in “Come with me to… Shanghai”?
– What can you contribute to “Come with me to… Shanghai”?
Information on the Selection day:
Location:         YES!Delft Business Lounge (Rotterdamseweg 145, Delft)
Date:              6th of April 2010
Dress Code:    Business Casual
Your pitch:      9.50 A.M.
Prepare your pitch well, be original and sell yourself. Good luck!
Best regards,
Tim
Vice-President / Secretary
YES!Delft Student Board
Leeghwaterstraat 42
2628 AC Delft
The Netherlands
+316-41104018
+3115-2784290

 

 
  
 

 


When to go

Ada beberapa pilihan waktu jika anda ingin mengunjungi Belanda, tergantung tujuan mengunjungi Belanda. Jika anda hanya punya kesempatan sekali mengunjungi Belanda, datanglah pada saat mid-March s/d mid-May, ketika tulip-tulip sedang bagus2nya dan keukenhof sedang dibuka. Lebih afdol lagi kalau datang tgl 30 April, ketika Queen’s day dan semua serba oranye di Belanda

Spring (Mar-May) – awal april merupakan masa yg paling bagus untuk ke Keukenhof. Biasanya tulipnya masih bagus-bagus. Letak kebun tulip paling terkenal di Belanda adalah di Keukenhof, Lisse, sebuah daerah kecil, sekitar 30 menit ke arah utara dari Leiden. Kalau tertarik bisa juga sepedaan dari Leiden ke Haarlem menyusuri kebun2 tulip.

Summer (June – Aug) – Pada saat summer, banyak turis datang ke Belanda. Situasi pun jadi ramai. Delft yg termasuk kota kecil mendadak banyak turis. Saya pribadi lebih suka menghabiskan summer di luar Belanda.

Autumn (Sept – Nov) – Pada musim ini, cuaca mulai beranjak dingin. Daun-daun berubah warna dan isyunya daerah Limburg (selatan Belanda) termasuk yg bagus pada saat ini.

Winter (Dec – Feb) – musim dingin di Belanda akan benar-benar membuat anda merindukan negara tropis. Buat yang ingin bertemu Sinterklas, tiap tanggal 5 Desember sinterklas dan temannya Piet Hitam sering berkeliaran di jalan. Di Rotterdam ada lomba lari dengan semua peserta memakai kostum sinterklas. Acara tahunan ini biasanya menjelang Natal.

Hati-hati ke Belanda sekitar akhir Desember atau awal Januari, karena musim dingin di Belanda lagi hebat-hebatnya. Suhu bisa mencapai minus 10 (-10 C). Kalau salju banyak turun, jadwal kereta akan terganggu, bisa aja perjalanan hanya butuh 1.5 jam di waktu normal, tapi jadi 3 jam di waktu banyak salju turun ini. Waktu buat jalan pun akan sangat terbatas karena “siang” itu jauh lebih pendek dibanding malam, bisa hanya 8 jam saja per hari. Dan tempat2 wisata kadang-kadang tutup lebih cepat di saat musim dingin.

Zaanse Schaans

Where to go

Kota-kota yg dikunjungi ada bermacam-macam. Biasanya turis akan ke Amsterdam, Den Haag dan Rotterdam. Tapi jika anda punya waktu berlebih dan timingnya tepat jangan lewatkan Lisse (Keukenhof)


Amsterdam – Red Light District, Dam Square, Museum van Gogh, Rijkmuseum, Ajax Amsterdam Arena, Madame Tussaud, Anne Frank House

Den Haag – Peace Palace, Madurodam (miniatur Belanda, mirip TMII), Scheveningen dan KBRI J

Rotterdam – Euromast, Erasmus Bridge

Delft – Delft Blue, Vermeer (pelukis terkenal) dan TU Delft (OK OK, gpp kan promosi kampus :P)

Leiden – University Leiden, universitas tertua di Belanda

Eindhoven – Phillips Stadion

Utrecht – Stasiunnya termasuk yg terbesar di Belanda

Maastricht – Kota paling ujung selatan Belanda

Groningen – Kota di ujung utara Belanda

Lisse – daerah Tulip, terkenalnya sama Keukenhof

ZaanseSchans – Semacam park khusus untuk kincir angin

Volendam – Tourist place untuk foto2 pakai pakaian tradisional Belanda


Volendam

What you shouldn’t miss?

1.     Tourist Information – umumnya terletak di dekat stasiun utama, penting untuk mengambil brosur2 tentang objek wisata di kota tersebut

2.     Keukenhof – dari mid-March sampai mid-May, paling bagus di awal April

3.     Queen’s Day – selama sehari seluruh Belanda menjadi Oranye

4.     Volendam –  Foto studio pakai pakaian tradisional Belanda + sepatu kayu

5.     Delta Works – Dam and dykes yg besar, untuk melindungi dari Banjir. Must-see untuk anak teknik sipil

6.     Rotterdam Port  – salah satu pelabuhan terbesar di dunia

7.     Buka puasa tiap Jumat selama bulan puasa di KBRI Den Haag – untuk yang kangen masakan Indonesia yg gratis

8.     Dreilandereck – arti harafiahnya sudut tiga Negara. Di tempat inilah pertemuan perbatasan Belanda, Belgia dan Jerman. Lebih mudah di-akses dari Aachen (Jerman). Didekat sini jg ada titik tertinggi Negara belanda (sekitar 300an meter)

9.     Ikan Hering – Makan ikan mentah khas belanda

10.   Bitterballen – makanan khas belanda

11. Fat Kee (Restoran di Den Haag). Tempat favorit pelajar indonesia kalau mau makan murah (standard sini ya). Ada lagi restoran Wing Kee dan Ming Kee di Den Haag.

12.

Sinterklas – banyak berkeliaran di seluruh Belanda tanggal 5 Dec

Which way to go?

Sebenarnya paling gampang itu mengambil arah dari Utrecht, karena lokasi Utrech terletak di “tengah2” semuanya (dari segi kereta Api). Daerah wisata utama bisa dibilang terletak di antara segitiga Amsterdam – Utrecht  – Den Haag.

Barat – Den Haag, Delft, Rotterdam, Lisse, Leiden

Utara – Amsterdam

Timur  Laut – Groningen

Timur – Nijmegen, Arnhem, Enschede

Selatan – Eindhoven, Tilburg, Breda, Maastricht.

How to get around?

Kereta Api di Belanda dikelola oleh NS dan warnanya akan gampang diingat warna kuning yg dipadukan warna biru. Ada rail pass untuk Belanda (Eurail) yang biasanya digabung dengan Belgia dan Luxemburg. Jadi kalau anda ada Eurail Pass (either global pass atau country) mungkin lebih murah.

Sepeda bisa digunakan untuk meng-eksplore dalam kota. Sayangnya disini maling sepedanya banyak, jadinya banyak gembok2 gede. Kalau buat turis, ada nggak ya sepeda umum? Pengen nyoba sepedaan antara Leiden dan Haarlem diantara kebun2 tulip.


Keukenhof

Tram  dan Subway – untuk kota gede seperti Amsterdam, Den Haag dan Rotterdam biasanya ada jaringan subway and/or tram. Biasanya ada dua cara pembayaran, dengan stripenkaart atau OV card. Penggunaan strippenkaart sekarang sudah mulai dibatasi karena akan diganti dengan system yg lebih baru, OV Card. Untuk strippenkaart kita bisa membeli di toko apapun dekat stasiun untuk 15 strip (EUR 7.3) atau 45 strip (EUR 21.3). Penggunaannya berapa strip tergantung jarak dan dimulai dari 2 strip. Agak ribet ngejelasinnya, jd di-skip aja. OV Card, merupakan system baru yg diharapkan menggantikan strippenkaart, dan Rotterdam adalah satu2nya kota yg mulai menggunakan OV Card secara menyeluruh dan tidak menerima strippenkaart lagi. Caranya beli dulu OV Card, dan kartu ini (yg bentuknya mirip kartu kredit) akan diisi “pulsa”. Tiap masuk ke tram/subway tempelin kartu ini ke mesin dan jangan lupa pas keluar juga ditempel ke mesin yg sama, otherwise duitnya kena banyak.

Bus – biasanya ada di semua kota. Sebagian sudah menggunakan OV Card dan sebagian masih setia menggunakan strippenkaart. Kalau pakai strippenkaart, datang saja ke supirnya dan sebutkan tujuan anda, biar dia yg nge-cap strippenkaart anda.

Erasmus Bridge (New Year)

Tips beli tiket kereta,

Tips #1. Siapkan kartu kredit atau koin yang banyak. Di belanda kebanyakan sudah menggunakan mesin untuk membeli tiket kereta. Tiket2 ini biasanya hanya menggunakan debit card Bank Belanda atau Kartu Kredit. Kadang2 ada beberapa mesin yg menerima uang koin, tapi jumlahnya tidak banyak. Kalau mau cash, harus ke loket dan ada charge tambahan untuk pembelian tiket ini.

Tips #2. Jangan beli yg 1st class. Harganya beda jauh tapi kualitas tempat duduknya ga beda jauh. Cuman berguna kalau anda mau men-secure tempat duduk, soalnya di 1st class lebih lengang.

Tips #3. Discount Card, NS menjual discount card seharga EUR 55 yang berlaku selama setahun. Dengan discount card ini, pemiliknya berhak mendapatkan diskon 40% untuk naik kereta > 9 AM (weekdays) dan berlaku sepanjang hari untuk weekend. Keunggulan tiket ini, pemilik discount card bisa membawa 3 orang teman yg jg bisa menikmati discount card ini. Jadi kalau travel ramai2 ke Belanda, cari temen yg punya discount card ini atau jika kira2 pemakaian tiket kereta akan > EUR 137.5 untuk se-group, mendingan salah satu beli discount card ini.

Tips #4. Tiket Kruidvart/Tiket Blokker/Tiket NS/Tiket Buku. Tiket2 ini merupakan tiket murah dan hanya bisa digunakandi weekend saja (kecuali tiket NS yg kadang2 bisa digunakan di hari biasa diatas jam 9 AM). Dengan tiket ini kita bisa seharian keliling Belanda pada hari Sabtu atau Minggu di periode tertentu. Kruidvart dan Blokker merupakan jaringan pertokoan di Belanda dan bekerjasama dengan NS untuk menjual tiket murah ini. Perbedaannya tiket Kruidvart adalah tiket individual (EUR 12.5) dan tiket Blokker adalah tiket berdua EUR 25).  Tiket NS jarang dijual dan hanya ditawarkan untuk yg punya discount card saja.

Perbandingan Harga: Kruidvart EUR 12.5 ke semua tempat di Belanda. One way ticket Schiphol – Groningen tanpa diskon EUR 27.5, dengan diskon EUR 16.6. Tapi kalau dari Schiphol ke kota2 seperti Amsterdam, Den Haag, Leiden dan Rotterdam tidak akan terlalu butuh tiket2 seperti ini. Butuhnya kalau beli tiket ke arah Eindhoven, Maastrich, atau Groningen (kota2 yg jauh).

Taxi mahal, jangan gunakan kalau tidak kepepet sama sekali.

Tips menghemat uang,

Tips#1 Museumkaart. Museumkaart ini sangat berguna kalau akan mengunjungi banyak museum di Belanda. Harganya EUR 22.5 untuk yg < 25 tahun dan EUR 40 untuk yg >= 25 tahun. Dengan admission fee yg sekitar EUR 10 di tiap museum (yg terkenal), kira2 kalau masuk 4-5 museum sudah balik modal.

Tips#2. Discount Card. Sudah dijelaskan.

Tips#3. Day return ticket selalu lebih murah dibanding beli dua one way ticket. Jadi kalau mau daytrip (misal nginep di Den Haag) kota2 sekelilingnya (e.g. Delft, Leiden, Rotterdam), beli aja return ticket

Tips#4. Weekend return. Harganya sama seperti day return, tapi ini berlaku dari Jumat 19.00 s/d minggu 24.00. Berguna kalau base campnyadi Den Haag dan mau mengunjungi teman yg ada di Groningen/Maastricht/Eindhoven/Enschede.

Tips#3. Nebeng di temen/Couchsurfing. Lumayan buat menghemat hostel.

Tips#4. Hati2 kalau ditawarin Mayonaise atau Ketchup di McD, karena itu biaya extra, nggak gratis.

Be prepared before go to the Netherlands

Electricity di Belanda sama seperti di Indonesia, jadi ga ada yg perlu dipersiapkan. Tapi siapkanlah jas hujan atau paying karena cuaca Belanda tidak dapat diduga. Kadang2 bisa hujan mendadak.

Airport

Schiphol – Bandara utama di Belanda. Biasanya kalau dari Indonesia akan mendarat disini. Titik paling sering buat jadi meeting point itu “Red and White Meeting Point”. Bisa dibuat nginep juga kalo flightnya pagi-pagi amat. Maskapai murah disini adalah EasyJet. Begitu sampai di Schiphol juga enak, karena stasiun keretanya di lantai basement bandara ini (Ada Thalys buat ke Paris, etc)

Eindhoven – Basisnya RyanAir (low-budget airlines) buat Belanda. Siapkan waktu sekitar 2 jam dari Schiphol, untuk kereta Schiphol – Eindhoven butuh 1.5 jam (roughly) dan bus dari Eindhoven Station ke Eindhoven Airport butuh 30 menit (4 strip di strippenkaart).

Rotterdam – ada bandara kecil disini, kalo ga salah TransAvia yg punya

Maastricht – ada bandara untuk RyanAir jg, tapi penerbangannya sangat terbatas

Website

www.ns.nl – rute kereta

http://organisasi.ppidelft.net/2008/02/24/informasi-praktis-tentang-kereta-api-di-negri-belanda/tentang kereta

http://organisasi.ppidelft.net/2007/09/26/transportasi-di-delft-belanda/

Makanan

Kalau anda mau menghemat makanan, sering-seringlah ke tempat yang jual kebab atau beli makanan di supermarket. Be Dutch, alias jadilah pelit ;p. Jangan lewatkan Haring dan Bitterballen.

TU Delft Library

Harga

Belanda termasuk negara yang mahal. Apalagi kalau dibandingkan dengan negara tetangga seperti Jerman. Contoh di Aachen harga kebab itu EUR 1.8, kebab termurah di Belanda itu EUR 3.0

Harga konsumsi :

Rijkmuseum Amsterdam EUR 12.5

Museum Prinsenhof Delft EUR 6

Keukenhof Combine Ticket EUR 20.0 (sudah masuk bus Leiden – Lisse + admission keukenhof)

Madurodam Den Haag EUR 10.25

Dom Tower Utrecht EUR 6.5

New Year di Erasmus Bridge Rotterdam EUR 13.5

Koin Locker EUR 3.5

Tiket Schiphol – Amsterdam Centraal EUR 3.8 (tanpa diskon) atau EUR 2.3 (diskon)

Tiket Schiphol – Delft EUR 8.7 (tanpa diskon)

Tiket terusan Leiden Central – Keukenhof (termasuk bus + entrance ke keukenhof) EUR 20

Tiket Amsterdam Centraal – Volendam (one day ticket) EUR 7.00

Foto Volendam (buat 6 orang) in total EUR 33, kalau sendiri atau berdua EUR 15.

Paket McD EUR 5.3

Kebab EUR 3.00 s/d EUR 5.00

Lunch di kantin universitas EUR 3.60

Lunch di Chinese Restaurant sendiri

(kategori murah)

dari EUR 4.8 s/d EUR 7.5

Lunch di Chinese Restaurant rame2 (kategori menengah) dari EUR 12 s/d EUR 16.00

Dinner di restoran yg bagus bisa EUR 25

Roti tawar di supermarket EUR 1.00

Periksa Dokter Umum (kalo sakit) EUR 25.00

Kartu Pos EUR 1.00

Prangko buat kartu pos ke Indonesia EUR 0.95

Toilet EUR 0.3 s/d 0.5

BIoskop EUR 8.0

Concert Gospel EUR 30.0

Ada poster di dalam TBM faculty tentang study abroad. Tertarik? Pas
baca tentang profil fakultas, katanya 30%-40% mahasiswa TBM faculty
pernah study abroad selama masa studi-nya. Luckily, I am one of them
(ATHENS Program di ParisTech – November 2009). Program 7 hari (2 hari European Dimension alias jalan2 dan 5 hari kuliah intensif) tapi saya extend 2 hari lagi khusus buat Disneyland dan Versailles hehe.

Pas nge-banding-in sama kampus gajah, disini rasanya disini gampang banget kalo mau ikutan program2 study abroad seperti ini, tinggal daftar dan peluang diterima-nya gede banget. 1/4 dari mahaswa program studi saya (Management of Technology), semester 3 nya di salah satu partner university, 5 orang di National University of Singapore, 1 orang di NTNU Norway, 1 orang di Carnegie Mellon University, 1 orang di Queensland University of Technology (Aussie), 1 orang di Harbin (China), 1 orang di Ecole something something (Paris) dan 1 orang di ETH Zurich. Okay, ini turun dari hampir 50% anak angkatan 2007. Tp lumayan banyak jg kan? 😀
Di kampus gajah dulu pake seleksi beberapa tahap dan tempatnya pun sangat terbatas. Mungkin karena network-nya blm well-established kali ya? disini kayanya network universitas dengan universitas lain sangat bagus. Ada program ATHENS, Erasmus, Erasmus Mundus, IDEA League.
Lalu belum lagi yg namanya student organization seperti AEGEE or BEST. Mereka jaringannya buat satu eropa bagus banget. Sampe mikir2 kapan ASEAN punya student organization seperti ini. Saya pernah denger AIESEC, tapi kayanya dulu kurang kedengeran kiprahnya pas di kampus, atau emang saya yg ketinggalan berita ya 😀
Beberapa hari yang lalu, pas lagi ke tempat temen di Spacebox buat belajar ngotak ngatik HP baru, mampir bentar ke kost-an yg lama.Christine, penghuni baru begitu ngeliat saya langsung balik ke kamarnya dan bilang “I have one letter for you”. Hehe dia sering saya repotin buat ngasih tau saya kalo ada surat yg masih masuk ke alamat yg lama (yg kebetulan sekarang ditempatin dia). Tapi surat kali ini berbeda, kop suratnya bertuliskan “Politie“. Abis ngeliet, langsung dalam hati mikir2 “D*mn salah saya apa, kenapa bisa dapet surat dari polisi?”
Pada saat itu langsung tahu bagaimana jadi orang yg nerima surat denga logo polisi, padahal surat-surat yg saya terima biasanya logo universitas, NS (perusahan kereta), insurance atau advertisement ga jelas y g nawarin barang. Udah gitu surat polisi ini bahasa Belanda lagi “Gw salah apa ya?”. Langsung diketik di google translation di kamarnya temen, translate dan ternyata inti surat itu cuma diminta ngisi kuisioner via internet. Asem…. bikin ketar ketir aja.
Kejadian itu mengingatkan saya pada beberapa kejadian dengan polisi yang pernah saya alami. Dulu di Essen, saya dan Andreas pernah dalam sehari kena dua kali pemeriksaan sama polisi, nanyain paspor. Pemeriksaan pertama dan kedua hanya berselang beberapa menit.
Di Jepang pernah beberapa kali berinteraksi sama polisi. Sekali di deket Chofu station. Waktu itu lagi ngeliatin foto wanted list alias buronan di Jepang yang di tiap fotonya dikasih hadiah uang kalau bisa ngasih informasi yg mengarah ke penangkapan tersangka. Iseng2 saya bilang ke Beer, “Hey, that one is look like you” sambil nunjuk satu foto dan ngeliat muka dia. Rupanya tingkah laku kita mencurigakan polisi di dalam kantor polisi yang out of sudden keluar dan “mengundang” kami berdua masuk. Berhubung waktu itu saya masih belum bisa bahasa Jepang, masih bulan2 awal di Jepang, Beer yang nge-jawab pertanyaan Pak Polisi. Keluar2 dari kantor polisi Beer tampangnya bete gitu dan bilang “Next time hati2 kalo nunjuk foto kriminal”. Duh, jadi ga enak :D….
Udah gitu di Aomori central station. Lagi winter holiday dan waktu itu saya mau mengunjungi teman saya di Hokkaido. Berhubung waktu transit lumayan lama, buat nunggu kereta malam “express Hamanasu” Aomori – Sapporo, daripada bengong di dalam, saya keluar stasiun buat foto2. Pake backpack gede, bawa tripod, malem2 berkeliaran di sekitar stasiun foto2 rupanya mencurigakan. Dua polisi suddenly menghampiri saya dan menanyakan identitas. Bahasa Jepang saya masih kacau dan dua polisi muda ini nggak bisa bahasa Inggris, kombinasi yg bagus buat bahasa tarzan.
Di-“interogasi” selama 15an menit di luar stasiun, mana cuacanya dingin banget lagi (winter). Sambil interogasi mereka ngisi-ngisi formulir bahasa Jepang dan ngomong2 diantara mereka. Saya tak sengaja menangkap kata “onnanohito” yang artinya wanita di percakapan mereka. Berhubung bete di-“interogasi” saya akhirnya minta foto bareng mereka dan rupanya itu efektif buat ngusir dua polisi kurang kerjaan ini. Mereka akhirnya balikin “alien card” saya dan nyari orang lain buat diinterogasi. Ketika saya cerita ke Suwandi, dia ketawa2 dan bilang “Nald, lu disangka pervert tuh, kayanya ada orang (wanita) yang lapor ngeliat orang mencurigakan berkeliaran di sekitar stasiun”. Sialan. Rupanya di Jepang banyak pervert berkeliaran pake kamera, dan apesnya saya disangka salah satu dari mereka. Padahal kamera saya kamera saku. Parah.
Tapi pengalaman paling seru dengan polisi ketika kelas “Japanese Human Relations” kami ada acara Tokyo Excursion yang ditutup dengan acara makan2 di salah satu restoran di Asakusa. Feeling saya ketika masuk lumayan jelek karena orang yang duduk di sebelah meja kita mabuk. Satu orang bahkan mengangkat kursi dengan satu tangan dan ngomong2 nggak jelas. Sepanjang makan malam, kami terganggu dengan meja sebelah kami yang dihuni oleh orang mabuk, yang sudah dikomplain berkali-kali oleh Profesor ke pihak restoran, tetapi tidak ditanggapi dengan serius. Sekali waktu si cewek mabuk udah telentang di atas meja makan dan salah satu cowok yang mabuk tangannya masuk ke dalam rok. Si cewek terang aja nggak mau. Akhirnya si cowok bete dan memperlihatkan barang dia ke si Cewek.
Kebetulan dua teman saya (cewek) pas lagi ngeliat ke arah situ dan teriak. Batas kesabaran Profesor sudah habis dan membentak mereka. Mereka menyerbu meja kami untuk memukul Profesor kami (yang baru saja membentak mereka) dan tampaknya bentrokan fisik sudah tidak bisa dihindarkan kalau pelayan toko tidak menahan laju kedua pria mabuk tersebut. Pokoknya udah ribut banget. Dia sempat menendang meja kami sehingga salah satu teman tanganya terjepit meja. Hugo di barisan terdepan, saya di belakang dia dan semua siap2 buat tawuran. Sempat ada insiden yg berkaitan dengan pisau. Situasi sempat panas, Hugo juga mesti ditenangkan sama kita2 (ternyata orang Meksiko panasan). Polisi Jepang rupanya lambat banget datangnya. Kita sampe udah bete nungguin mereka dateng. Udah gitu pas dateng mereka bener-bener nggak ada wibawa sama sekali. Si cewek mabuk bahkan bergelayut di dada salah satu polisi setengah baya sambil ngambil topi si polisi. Udah gitu polisi2 ini cenderung persuasif, nggak ada acara borgol2an. Beda kaya polisi di Indo yang kayanya kalo kejadian kaya gini udah main hantam aja. Kesan yang kami dapatkan. Polisi Jepang lembek2. Btw foto yang pertama kali dilihat itu foto pas kejadian ini.
Lain di Jepang, lain pula pengalaman di China. Di Xian ada polisi yang memeriksa paspor setiap orang yang mau masuk ke dalam Xian Central Station. Entah apa maksudnya. Beberapa hari kemudian saya menghabiskan waktu hampir sejam di kantor polisi Shanghai. Ketika itu saya baru sampai di Shanghai setelah perjalanan 16 jam naik kereta dari Xian. Masih teler. Sambil teler karena kecapekan inilah saya mencari tourist information Shanghai, yang susah banget ditemui. Lagi capek2 gitu, saya ditabrak sama orang, dan refleks saya langsung megang kantong. Sialan, HP nggak ada di kantong. Akhirnya nyarilah kantor polisi terdekat yg kebetulan sekali ada di stasiun. Pengen bikin surat kehilangan, biar diganti sama insurance di Jepang.
Di dalam kantor polisi, untung banget ada yg bisa bahasa Inggris, tapi disuruh nunggu dulu. Pas dipanggil, duduk, ngasih liat paspor, dkk, kenapa di paha kiri ada yg ngeganjel ya. Diraba2, ternyata “lho HP gw kok bisa disitu.” Rupanya gara2 kecapean, abis telepon, saya masukin HP bukan ke kantong jeans, tapi justru diantara jeans dan long john. Dan HP itu ketahan di atas paha karena ada tas paha (yg buat jalan2). Berhubung ngerasa udah ketemu dan polisi2 ini ga tau, saya berusaha “OK sir, I’ll let it go” dan membatalkan bikin surat kehilangan HP. Polisi Shanghai rupanya kelewat ramah, “Tinggal dikit lagi, diselesaikan saja”. Dan saya langsung pengen ngeloyor pergi. Tiba2 di pintu masuk kantor polisi, HP jatuh dari balik celana jeans. Di background “You don’t loose your phone”. Aduh, tengsin banget, ngelapor hilang HP padahal HP nyelip di antara jeans dan long john. Langsung jalan tanpa ngeliat ke belakang lagi. Benar2 kehilangan muka. Udah gitu pas chatting sama Juanda di MSN, dia ngakak lagi. Apes, pas balik ke Jepang bbrp teman tahu kejadian ini. Duh…..
Lalu di Busan, Korea Selatan, saya pernah disamperin polisi pantai sambil bilang “dame, dame” yang dalam bahasa Jepang artinya “tidak boleh, tidak boleh”. Waktu itu saya lagi foto-foto di Hyeundae Beach sambil bawa tripod dan kamera. Sialnya, di Korsel, orang Jepang disangka pervert semua dan saya disangka sebagai orang Jepang. Udah gitu polisi pantai ini ngomong pake bahasa Jepang dan saya tanpa sadar reply pake bahasa Jepang juga. Nggak bener, kan ga semua orang Jepang pervert, dan saya bukan orang Jepang.
Masih di korea juga. Di DMZ alias DeMiliterized Zone, daerah perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Tentara berfungsi jadi tukang “ngusir” orang keluar dari kereta. Dari Seoul kami hanya bisa naik kereta ke Imjingang, lalu dari situ semua turis mesti ke semacam pos buat dapet kartu identitas yang kalo ga salah dituker sama paspor. Di satu bus, cuman saya yang satu-satunya orang non-Korea, bengong ga ngerti apa2 pas ada orang yg ngomong di depan bus. Di daerah ini entah kenapa banyak bener tentara, mungkin gara2 Korsel dan Korut statusnya masih perang kali ya.
Sebulan setelah di Korea, saya dan teman2 JUSST berlibur ke Thailand. Dalam perjalanan dari Chiang Mai ke Pai (Thailand Utara), bus kecil kami sempat dihentikan polisi/tentara yang memeriksa identitas semua penumpang. Aun sempat bilang “Disini banyak orang Myanmar yang ilegal Nald, makanya banyak pemeriksaan”. Kejadian yang sama kami alami ketika pulang dari Pai ke Chiangmai, minibus kami berkali-kali dihentikan buat diperiksa. Ternyata ketika itu ada kudeta di Thailand (19 Sept 2006) dan militer berkuasa. Sepanjang perjalanan ke Chiangmai saya melihat beberapa tank berkeliaran. Udah gitu di Chiangmai station banyak banget tentara bersenapan di dalam stasiun. Hal yang sama kami liat beberapa hari kemudian di jalan-jalan di kota Bangkok, banyak tentara. Sementara di Indo nyokap udah panik karena saya di Thailand pas kudeta (katanya sempet turun 5 kilo).
Soal tentara di stasiun ini rupanya tidak hanya di Thailand. Di Paris, ketika diadakan Paris Air Show, banyak sekali tentara berkeliaran di stasiun-stasiun di Paris. Saya sampai nanya2 ke Arryn kenapa banyak banget tentara di stasiun. Dia jg nggak tau kenapa. “Biasanya nggak kaya gini Nald”. Udah gitu pas di La Defense, pas nemenin Arryn dan Mbak Wahyu belanja, kami melihat tentara bersenapan di dalem shopping mall. Gile, ada apa ya?
Baru-baru ini, saya berurusan dengan polisi lagi ketika ikutan Traveling Summer University di Spanyol. Polisi beneran dan polisi gadungan. Di Madrid, ada orang sedeng dari Guinea Equator yg nyangka saya ngambil foto dia (padahal saya ngambil foto stasiun Madrid Atocha). Orang item, gede dan resek. Teriak-teriak di jalan. Berhubung saya nyangka di kriminal, saya teriak “policia” berusaha biar kamera saya tidak jatuh ke tangan dia dan orang2 biar ga diem aja (orang2 malah diem). Berhubung ada mobil polisi terdekat, saya kesana bareng dia, lebih aman kan daripada ngasih kamera ke orang nggak jelas. Si hitam tak bisa bahasa inggris dan saya tak bisa spanish. Jadilah ribut2 pake bahasa ga jelas sepanjang jalan ke mobil polisi itu. “I’m gonna hit you” kata dia, asem… asem…. kapan liburan saya bisa damai. Singkat cerita sampailah ke mobil polisi dan saya dan dia menceritakan versi kami sama Pak Polisi. Saya bisa membuktikan di kamera bahwa saya tidak foto dia, melainkan foto stasiun, dan tu orang bilang maaf. “African people are strange people, just stay away from them” kata Pak Polisi. Bener banget, nyebelin banget tu orang.
Beberapa hari kemudian, saya dan Lukas, sesama peserta Summer University dihentikan sama polisi gadungan di Albarracin. Tiba2 aja ada “turis” tersesat yang nanya jalan. Tak lama kemudian ada “polisi” setengah baya meminta saya, Lukas dan “turis” itu menunjukkan identitas dan uang kami. Uang? masa ada polisi yg minta kita nunjukin uang. Untungnya waktu itu di dompet saya duitnya < 10 EUR, dan “polisi” gadungan ini tak tertarik. Yang bikin curiga, ada 1 orang lagi, kayanya komplotan dia yang ikut2an meriksa kita. Mereka berdua tak berseragam. Kayanya bareng “turis” itu mereka komplotan penjahat. Untung kita
 nggak diapa-apain, padahal itu jalan yg kecil dan sempit dan jauh dari jalan raya. Hoki deh. Lalu di Barcelona, Albert nge-joke ketika di salah satu shopping street terkenal di Barcelona, dia bilang “tempat ini adalah the second most touristic place in Barcelona, after the police office”. hehe emang bener tampaknya. Spanyol lumayan banyak petty crimes, alias copet2 ini. Saya bahkan pernah ngeliat dua copet wanita mudah beraksi di dalam metro Madrid. Tapi sebagai orang Indonesia, mungkin insting bahaya kita sudah terasah kali ya, bisa merasakah aura jelek dari copet :p.
Huhhhh, moga2 nggak berurusan sama polisi lagi di masa yang akan datang.

Executive Board Alert

TU Central closed from 18.00 hrs.

As from 18.00 hrs. tonight, Monday 15 March 2010, power will be cut in the TU Central area.

TU Central comprises all the buildings around Mekelpark. It concerns the buildings: 8, 10, 12, 15, 21, 20, 22, 23, 36, 46, 45, 35, 34, 44, 43, 33, 32, 31, 30. Read enclosure.

Are you at work in one of the buildings in TU Central, we kindly request you to leave tonight at 17.00 hrs. Any activities scheduled to take place after 17.30 hrs. will have to be cancelled.

The power cut is a precaution during repair works at a high voltage cable. Earlier today, this cable was damaged during digging works at the Michiel de Ruyterweg. To ensure there are no accidents due to short circuits, the Michiel de Ruyterweg has been closed off.

More information will follow a.s.a.p on the student portals.

Delft University of Technology
Executive Board
Visitors’ address:
Cornelis Drebbelweg 9
2628 CM Delft
Postal address:
PO Box 5
2600 AA Delft

To the students of TU Delft,

Our reference: O&S-UIT-131/JM/dn
Contact: Anka Mulder
Telephone/fax: +31 (0)15 27 847XX/+31 (0)15 278 72XX
E-mail: @tudelft.nl
 
Subject: Measures relating to the increase in student numbers
 
Dear student,

The increase in student numbers has led to an increase in the demand for lecture theatres and, in particular, larger lecture theatres. This year, we have five faculties with first-year groups numbering more than 350 students and one faculty with a second-year group of more than 350. Our current facilities provide just four theatres with a capacity of greater than 350 and we are expecting a further growth in numbers next academic year. In light of TU Delft’s present financial situation and the current political climate, we cannot accommodate the increase in student numbers by investing in new buildings. The following measures will, therefore, need to be implemented to cater for the university’s continuing growth and to maintain a high teaching quality.

1.    Flexible timetable
2.    Evening examinations
3.    Split up large groups (> 350)

1. Flexible timetable
Lecture theatres are currently vacant during teaching hours 1, 2, 7 and 8 in particular. To maximise use of available capacity, an increasing number of lectures will be timetabled for these less popular times. When drawing up the timetable, more focus will be given to matching group numbers to the appropriate sized lecture theatres. This may result in some lectures being timetabled at locations outside your ‘own’ faculty. Furthermore, with effect from the academic year 2010-2011, the timetable will be extended by two lecture hours to allow for evening lectures where necessary.

2. Evening examinations
To maximise use of the available capacity in examination halls and to avoid having to split examination sittings into numerous smaller halls, a greater number of examinations will be timetabled in the evenings. Resits will be the first priority. Other examinations will be moved to the evening when the occasion arises. In these instances, we will ensure that there is always a member of teaching staff present during the examination to answer questions. This is not possible when the examination candidates are spread across different halls or buildings.

3. Split up large groups
In order to accommodate larger groups, lectures for groups larger than 350 students will be split into smaller groups. There are several options available:
a.    The same lecture will be held several times
b.    A group of students in another hall will be able to follow the lecture using video conferencing software

During the coming weeks, choices will be made regarding which option to use for the course in question.

The measures outlined above set out how TU Delft will solve the question of accommodation in the short term. A long-term solution will be devised by a workgroup specially set up to examine the best way to align the timetable to fit the curriculum. The group will also focus on facilitating the introduction of modern teaching methods to further enhance the quality of education. The aim is to make the most efficient use possible of teaching and examination halls.

The Central Student Council will, of course, be consulted closely during this process and encouraged to provide its input on the future of TU Delft, thereby representing the students’ interests.

Yours faithfully,
Executive Board

Paul Rullmann
Vice-President for Education

Dear 
 

Please note: 

 

If your residence permit expires the 31st of August 2010 but you only need a few more weeks to finish your study (maximum 6 weeks) you don’t need an extension.

You will have 28 days to leave the Netherlands . However, don’t forget to arrange an extension of your IPS insurance for one month.

 

If you graduate before the 1st of September 2010 and you want to stay in the Netherlands to find a job you can change your residence permit (searching year) at the IND. You have to make an appointment (Immigration Office, phone 0900-1234561).

See for more information the website of Nuffic: http://www.nuffic.nl/international-students/alumni/working-after-your-studies

 

If you find out the beginning of August that you can not graduate before the date your residence permit will expire (31st of August 2010), you’ll have to extend your residence permit the beginning of August 2010 yourself. You also have to register again for the next academic year at the CSA (Central Student Administration).

Please see attachment for more information together with the extension form. 

 

If you already know you are not going to graduate before the 31st of August 2010 then we will see you on your appointment date and time. 

 

Kind regards,

 

 

Visa department

International Office

TU Delft

Next Page »