It was a regular school day. I went to class, listening lecture, making notes and opening TU Delft blackboard. Unexpectedly I noticed news about “Summer Universities” in TU Delft blackboard. What is it? Interested, opening it, then I know more about Summer University. Excited, I browsed for more information about this program in the website. Amazing. I was a nice surprise in the morning for an international student like me. I have never heard of this kind of activity during my bachelor study in Indonesia. Then, I ended up in AEGEE Delft office; submit my application to become an AEGEE member.

Booklet TransIBERIAn Jamon Express yg dirancang Joni

Itulah awal mula saya terlibat yang namanya Traveling Summer University – Trans-IBERIAn Jamon Express 2009. Ketika itu saya sedang kuliah dan gara2 bosan membuka website Blackboard TU Delft (sarana komunikasi di TUD) dan di bagian News ada tentang Summer University. Sepanjang kuliah, saya malah sibuk melihat puluhan program yg ditawarkan di seluruh penjuru Eropa yang diadakan oleh AEGEE. Menariknya lagi, program ini durasinya sekitar 2 minggu dan biayanya sekitar 200 – 300 Euro, termasuk penginapan. Kalo jalan sendiri, mana dapet 2 minggu dengan biaya segini? Ketika saya ngobrol2 dengan organizer, ternyata tiap peserta menghabiskan 750an Euro, sisanya kita disubsidi sama universitas, pemerintah lokal dan fund-raising.

Program 1 of 4

Sekilas mengenai AEGEE, ini mirip-mirip sama AIESEC. Mengutip dari website AEGEEAEGEE is one of the biggest interdisciplinary student associations in Europe; it is represented by 15.000 students, active in 232 academic cities, in 43 countries all around Europe, which presents amazing culture variety. “ Kurang lebih mirip-mirip seperti Himpunan Mahasiswa kalau di Indonesia. Bedanya, mereka punya semacam kantor pusat dan tiap-tiap cabang (mereka sebut Antena) itu saling terhubung (jadi sering bikin acara bareng).

Program 2 of 4

Saya masih ingat hari itu hari Rabu di akhir bulan April. Deadline pendaftaran tanggal 30 April 2009, dan besok malamnya (kamis malam) saya harus meninggalkan Delft menuju Copenhagen, lagi spring break, liburan 11-an hari. Waktu itu bener-bener serba kilat. Sehabis kuliah saya langsung ke kantor AEGEE Delft, nanya prosedur pendaftaran dan langsung daftar jadi anggota. Daftar, dapet kartu anggota, dan eligible buat daftar summer university kali ini. Next task: pilih tiga diantara puluhan (kayanya sekitar 95) program yang ditawarkan.

Program 3 of 4

That’s not an easy job. Saya harus memilih sekian program yang hampir semuanya menarik. Pertama-tama pengen ikutan program-nya AEGEE Russia, Trans-Siberia Rail. Tapi setelah dipikir-pikir, ribet visanya, dan akan mengganggu jadwal summer holiday saya (Scandinavia Road Trip).

Program 4 of 4

Paling feasible dan waktunya paling cocok sama plan summer holiday saya adalah ikutanFinEst Fairy Tale, summer university yg diadakan sama AEGEE Turku dan AEGEE Talinn. Jadi begitu Scandinavian Road Trip bareng Dmitri beres, mereka dari Stockholm balik ke Estonia, dan saya lanjut langsung ke Turku naik Ferry. Jadilah itu pilihan pertama.

Pilihan kedua saya jatuh di Retro Monarchy – Rewrite History, yang diadakan AEGEE Wien (Austria) dan AEGEE Budapest (Hungaria). Berhubung saya suka sejarah, pengen tahu lebih lanjut tentang kerajaan Austro-Hungary yang di jaman dulu merupakan salah satu kekaisaran terbesar di Eropa, ini salah satu pilihan terbaik. Alasan lainnya, ini masih sejalan sama blue print summer holiday saya.

Pilihan ketiga adalah Trans-IBERIAn Jamon Express. Organizernya AEGEE Zaragoza dan AEGEE Barcelona. Awalnya ga jelas mau isi pilihan ketiga ini apa, karena sebenarnya saya berharap banget pilihan satu saya tembus. Daripada kosong, akhirnya diisi Trans-IBERIAn Jamon Express, sedikit banyak karena saya pernah dikasih Jamon sama Enny sebagai oleh-oleh ketika dia dan cowoknya ke Spanyol.

Setelah bikin pilihan, ternyata mesti bikin motivation letter pula. Semua serba mepet (typical me), Rabu siang baru daftar jadi anggota AEGEE Delft, rabu malam packing + bikin motivation letter, yang sebagian copy paste motivation letter dari motivation letter summer school di Jerman dulu + motivation letter pas daftar beasiswa. Hehe master saya lumayan banyak soal beginian. Pilihan pertama, motivation letternya masih
bagus, pilihan kedua motivation letternya masih oke. Pilihan ketiga, bisa dibilang asal jadi, udah ga konsen mau liburan spring break. It’s now or never, karena begitu saya meninggalkan Belanda, selama liburan akses internet bisa dibilang sangat terbatas, makanya semua serba kilat. Karena effectively saya hanya punya 1.5 hari untuk beresin semua hal buat summer university ini.

Universidad Politecnica de Catalunya, Barcelona

Sekian lama tidak mendengar kabar dari program ini, pertengahan Mei 2009 saya dapet email dengan subject “SU Pre-selection”. Terpilih buat pre-selection, tapi bukan di pilihan pertama, tapi pilihan ketiga, TransIBERIAn Jamon Express. Saya ingat ketika itu lagi duduk-duduk di TBM Cafe bareng Hoai dkk, entah kenapa saya dibilang hoki. Malamnya, di hari yang sama, saya dapat email dari Pablo, ketua organizernya bahwa saya diterima sebagai salah satu dari 25 participants. Di kemudian hari saya tahu dari Pablo bahwa ada sekitar 80 orang yang mendaftar program ini, dan motivation letter saya yang menurut saya berantakan (compared to pilihan pertama dan kedua) ternyata setelah dinilai dan dirangking di MS excel sama semacam evaluation committe, dapat nilai tertinggi. Ternyata karena yg lain bikinnya asal jadi hahaha….. Sutra lah….


Jamon-ers, peserta AEGEE Traveling Summer University

Secara garis besar, summer university ini di-arrange sama dua AEGEE antena, yaitu AEGEE Zaragoza dan AEGEE Barcelona. AEGEE Madrid hanya akan menbantu di awal2 ketika kami tinggal di Madrid. Jadi rute utamanya Madrid -> Zaragoza -> Barcelona. Itu kota-kota besarnya. Rute lengkap kami Madrid -> Toledo -> Albarracin -> Zaragoza -> Loarre -> Jaca -> Tarragona -> Sitges -> Reus -> Barcelona. Awalnya ketika membaca kota-kota yang akan disinggahi, pikiran bertanya-tanya, ini kota-kota apa ya? lha wong namanya aja baru denger. Madrid dan Barcelona semua orang pasti pernah dengar. Zaragoza mungkin sebagian penggemar bola tahu Real Zaragoza. Kota-kota lainnya, wallahualam ;p. Kota-kota itu akan dikunjungi selama program ini berlangsung, 18 hari dari 18 July 2009 s/d 4 Augustus 2009.

Real Madrid’s Santiago Barnebeu

Kalau sekilas melihat namanya, beberapa temen saya malah ngomong, “Nald, summer itu kan liburan, ngapain kuliah?” Sebenarnya boro-boro kuliah, nginjak kampus universitasnya aja pas hari-hari terakhir, di Barcelona. Tampaknya satu demi satu kata Traveling Summer University – TransIBERIAn Jamon Express mesti ditelaah.

Summer di Spanyol – 43 derajat Celcius

Traveling. Bisa dibilang inti dari program ini adalah traveling. Sekian kota dijabanin dalam 18 hari, mana sempet belajar. Summer. Program ini diadakan di musim panas Spanyol yang rada-rada sedeng. Temperatur maksimal yang pernah saya alami adalah 44 derajat Celcius dan setiap hari cuaca pasti diatas 30 derajat Celcius. University. Program ini di-back-up sama university. Universidad de Zaragoza dan Universidad Politecnical de Catalunya, Barcelona. Sama Universidad de Zaragoza kita disponsorin tas selempang, agenda tahunan, bolpen, pin, balon dan kondom. Kalau Universidad Politecnica de Catalunya sponsorin kami berupa ijin tinggal gratis di Gymnasium mereka. Lucunya kami sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di Universidad de Zaragoza. Haha kacau lah. Trans-IBERIAn Jamon Express. Rasanya ini buat catch attention orang-orang, karena Trans Siberia Railway sangat terkenal, dan ini mirip-mirip, cuman kurang huruf S-nya saja. Tapi sebenarnya marketing ini ga bisa disalahkan karena Spanyol itu terletak di semenanjung IBERIA, bedakan sama SIBERIA. Lalu soal kata Jamon, ini kurang lebih Ham-nya spanyol yang sangat terkenal, dan 100% haram menurut fatwa MUI. Express Pernah denger Orient Express dari London ke Istanbul kan? Nah Jamon Express ini dari Madrid ke Barcelona via Zaragoza.

Jamon

Pesertanya dari berbagai macam negara di Eropa, kebanyakan dari  Hungaria (5 orang), disusul Belanda (3 orang + saya yg dihitung dari Belanda jadi 4 orang), Slovakia (3 orang), Slovenia, Italy, Yunani, Austria (masing-masing 2 orang), Rusia, Turki, Ukraina, Ceko (masing-masing 1 orang). Different nationality ini emang disengaja sama AEGEE karena mereka ingin kita belajar hidup dengan kultur yang berbeda. Bagus juga niatnya.

Zaragoza – Pillar Church

Memperpendek cerita, tibalah saya di Madrid setelah 2 minggu scandinavian road trip bareng Dmitri. Karena keterima summer university inilah saya dan Dmitri+Vas pisah di menjelang akhir perjalanan. Trip rencana-nya akan selesa
i tgl 19 July 2009. Saya pisah sejak 16 July di Bergen dan mereka lanjut ke selatan. Ngeliat foto2 mereka di selatan Norway, jadi pengen. Tapi inilah yang namanya trade off. Dalam 24 jam itu benar-benar perjalanan saya yang paling panjang. Jumat malam berangkat dari Bergen naik kereta (7 jam) menuju Oslo. Dari Oslo naik Norwegian Air ke Praha, lalu lanjut naik WizzAir ke Madrid. Di Praha sempet ketemuan sama Tante Unggu and family yang lagi liburan ke Eropa sama Hannah + Alexandra, sepupu yang udah lama nggak ketemuan.


Madrid

Sampai di Madrid rupanya sudah malam. Saya satu pesawat bareng Lukas, Fanda dan Lisa. Dan di Madrid Airport ketemu sama Tatiana dan Dejan. Sempet bengong di Lago station karena nggak ada yg ngejemput kita. Ternyata kami bisa dibilang kelompok terakhir. Setelah kami masih ada 1 gadis Italia yg sampai menjelang tengah malam di Madrid. Hari pertama, udah langsung dibawa ke salah satu club di Madrid, pulang-pulang metro udah nggak ada lagi sampai kita pake taksi. Ternyata taksi di Madrid lumayan murah jg, ber-empat dari city center ke hostel cuman kena EUR 12, jadi seorangnya cuma kena 3 euro-an. Ga nyangka. Hari-hari berikutnya diwarnai pulang naik taksi karena udah ga ada subway buat ke hostel

Madrid

Acara kami seperti biasa dimulai di pagi hari, sekitar jam 10. Salah satu budaya Spanyol yang mirip-mirip sama Indonesia = ngaret. Dibilang berangkat jam 10, jam 10 baru baru dikit yang nongol, dan jam 10.30 baru berangkat. Ada teman yang pernah bilang, orang-orang di laut mediterania (Spanyol, Prancis Selatan, Italia dan Yunani), lebih cenderung menikmati hidup dan akibatnya hobby ngaret).

Lukas’ Angels

Di Spanyol pula-lah saya semakin mengerti bahwa orang Eropa suka bertelanjang dadameskipun kadarnya berbeda-beda tergantung gender dan lokasi. Biasanya cowok lebih suka telanjang dada dibanding cewek. Panas dikit langsung buka kaos, saya yang ngeliat mikir mereka ini agak mirip-mirip juga sama kuli di Jakarta, suka buka baju. Kalau ceweknya biasa-nya telanjang dada di daerah pantai, semakin dekat laut semakin banyak yang telanjang dada, di barcelona malah saya ngeliat dua pasang (iya dua cewek dan dua cowok) yang telanjang dada lagi main volley, silahkan dibayangkan ;p.

Hidup bersama orang-orang Eropa di 18 hari ini benar-benar mengajari saya beberapa hal. Perbedaan kultur yang sangat terasa adalah banyak dari mereka yang senang party. Party kalau bahasa Indonesia = pesta, di mereka lebih mirip ke arah dugem, jadi lebih ke arah night life. Jadilah tiap malam, night activity kita itu pub crawling, dari satu pub ke pub lainnya dan nyoba-nyoba minuman, beer, tequila, sangria, vodka, semua minuman beralkohol yang bisa anda sebut. Berhubung saya termasuk yang anti-alkohol, terutama beer karena rasanya yang tak sesuai di lidah, disini jadi beda sendiri. Minuman pertama masih boleh-lah alkohol, minuman kedua saya, pasti milih yang light saja. Kalau kebanyakan minum, efek sampingnya adalah mabuk. Banyak banget peserta yang mabuk tiap malam. Saya hanya senang mengamati kelakuan orang mabuk yang biasa-nya lucu-lucu.

Barcelona

Waktu tidur yang tidak teratur, terutama di malam hari membuat banyak peserta jatuh sakit di pertengahan program. Bagaimana tidak, baru berangkat dari dorm/asrama/hostel buat ke club sekitar jam 11PM (not AM), disana beberapa jam, saya termasuk yang ngantuk-nya paling cepet, jam 2 AM udah mulai nyari temen buat balik bareng, jadilah saya pengikut kloter pertama buat pulang. Beberapa ada yang kuat sampai jam 5 AM. Halah gile bener….. Kuat banget ya mereka, padahal acara pagi kan mulainya jam 10 pagi.

Lalu soal pasangan. Orang Eropa cenderung cepet pacaran. Baru kenal beberapa hari bisa jadian. Akhirnya summer university ini jadi tempat ajang cari jodoh. Sampai akhir program, tercipta 5 pasangan, 3 pasangan organizer – peserta, dan 2 pasangan murni peserta. Ketua organizernya, Pablo, malah sempet ngomong, Traveling Summer University pertama kali yg dia ikuti pasangan yg tercipta ada 20. Anehnya pesertanya cuman 25-an orang (kalo ngitung2 maksimal kan 12.5 pasangan). Ternyata sering ada gonta-ganti pasangan. A bisa dengan B bbrp hari ini, lalu di hari2 selanjutnya dengan C. Wajar lah.

Salah satu yg sempet bikin heboh, adanya sepasang peserta di malam-malam yang kepergok telanjang di Gymnasium Barcelona oleh salah satu organizer. Organizer ini, sebutlah namanya O, melihat dua tubuh cowok dan cewek tanpa busana di malam hari. Cerita selanjutnya simpang siur. Kondom yg dibagikan di welcome bag Univ. Zaragoza ternyata berguna jg buat mereka hahaha. Kesimpulan, ternyata bbrp orang Eropa itu cepet jadian, cepet ciuman dan cepet naik ranjang.

UPC Gymnasium, tempat kami ber-30 tidur selama 4 hari terakhir di Barcelona

Masih nyambung dikit, ternyata mereka kalo ganti pakaian cuek aja di depan orang. Masih pake daleman sih, tapi tetap aja kaget kalo ada cewek ganti baju di depan u. Udah gitu kadang-kadang be
rkeliaran apartemen dengan pake handuk aja, atau pake daleman aja dari kamar mandi ke ranjang dia. Emang sih jarang-jarang ada cewek buka celana di depan cowok di Asia. Tapi disini kayanya biasa aja tuh. Bahkan di pas mau “selusur gua” sempet ada yg ganti beha di sungai, ckckck…. cuek lah.

Villanua – sebelum cave exploring

Copet termasuk salah satu hal yang cukup terkenal di Madrid. Saya sempat melihat dua orang copet (wanita) beraksi di dalam metro Madrid. Dua-duanya cewek bule lagi. Pablo bahkan dalam seminggu sempat melihat dua kali copet beraksi. Di Barcelona sami mawon, pas kami berada di shopping street ternama disana, Albert berkata, “this is one of the most touristic place in Barcelona, the other one is police station”. Secara implisit mengatakan daerah ini banyak copet.

Selain copet, disini saya sempat “berurusan” dua kali sama polisi. Sekali di Madrid, ketika saya ribut sama orang Afrika yang marah-marah ke saya karena menyangka saya ngambil foto dia. Ge-er banget tuh orang, padahal saya saat itu mengambil foto Central Station Atocha. Ribut ribut, dan biar aman saya mencari polisi terdekat. “Orang Afrika emang aneh2” ujar polisi tersebut. Bukannya rasis, tapi saya tidak suka sama orang Afrika, terutama setelah tas saya hilang di Brussel dengan suspect utama orang negro. Interaksi kedua dengan polisi, ketika mobil polisi menghampiri saya di Jaca, ketika tengah malam nyari Adam karena kunci apartemen kami di dia. Ditanyain, nyasar ya? saya waktu itu bilang nggak. Dodol, mestinya bilang “iya” aja, siapa tahu dapet tumpangan gratis dan ga perlu jalan kaki ke apartemen.

Military Complex di sebelah kampus UPC Barcelona

Ada polisi, ada pula tentara. Pagi-pagi abis mandi saya muter2 di sebelah kampus Universidad Politecnica de Catalunya. Ada bangunan bagus, saya kira itu gereja. Cuek aja masuk, padahal di bagian jalan ada rantai. Ke parkiran mobilnya, foto-foto bentar, lalu keluar dari daerah itu. Tiba-tiba aja dari bangunan itu ada dua tentara keluar dan mengarah ke arah saya. Nggak sadar, saya cuek2 aja foto, sampai kedua tentara itu mengelilingi saya, dan meminta saya menghapus semua foto-foto yang ada hubugannya dengan bangunan tersebut. Damn. Bbrp hari kemudian, di bagian lain kompleks itu saya melihat sign “Do not enter, Military Zone”. Telat ngeliatnya hehehe. Foto boleh dihapus, tapi kan masih ada kesempatan bikin foto2 yg sama, spt gambar diatas😉

Barcelona – Gaudi

Secara umum, banyak sekali kesan-kesan yang didapat selama summer university ini. Tambahan teman dari berbagai negara, pengalaman-pengalaman yang hanya ada di spanyol, ngeliat banyak orang mabuk dalam satu periode, mengunjungi tempat-tempat yang namanya sama sekali asing di telinga saya (ternyata bagus juga lho), salah masuk klub (kami pernah salah masuk ke klub lesbong), interaksi bareng copet, polisi dan tentara, kepanasan (jadi inget Jakarta), cultural shock. At the end, kita semua harus belajar menerima hal-hal yang baru, menerima perbedaan, dan membicarakannya😉

AEGEE People……

*********************************************************************************************************

Dear Ronald 

The result of the preselection for your application for Summer Universityis: ZarBarTSU: Trans-IBERIAn Jamon Express

Let's hope that the local organisers will select you!

Kind Regards,

San DiepPresident of AEGEE-DelftSU Outgoing responsible

*****************************************

Subject: Trans-IBERIAN Jamon Express 2009 Final Selection!!!

Hi everybody, good news are coming!

If you are able to read this email that means…. you have been SELECTED!!!!

Now I need you to confirm your attendance as soon as possible

, if you can’t come to our TSU because exams, work, illness, wedding, martian attack, etc please tell me right now to let other participants to be selected. If you need a VISA invitation please tell me as well.

Once you confirm we will invite you to a mailing list to let you know each other and we will put our program and helpful info at our website www.aegee-zaragoza.org