Jika ada satu kata yg bisa melukiskan Scandinavia Road Trip, kata itu adalahpicturesque. Sebenarnya trip kali ini di rencana awalakan melewati 4 negara, bermula di Estonia (karena dua travelmate saya orang Estonia), naik ferry ke Finland, lalu jalan darat ke arah Nordkapp (titik paling utara Eropa di Norway), kemudian turun ke selatan via Trondheim, Bergen lalu ke selatan lagi dan balik melalui Oslo dan Stockholm. Durasi awal tgl 4 Juli 2009 s/d 19 Juli 2009, kurang lebih dua minggu. Tapi masih adanya satu dan lain hal yang harus diurus di Delft, saya join tanggal 5 July 2009 di Tampere, Finland, jadi melewatkan bagian Estonia (yg menurut Dmitri nggak ada yg bisa dilihat) dan keluar trip lebih awal, tgl 16 July 2009, di Bergen karena mesti ngejar pesawat buat ikutan summer university di Spanyol.

Perencanaan trip ini sebenarnya dimulai sejak saya dan Dmitri (teman exchange program di Jepang) chatting mengenai rencana summer holiday 2009 di MSN Massanger di akhir tahun 2008. Ketika itu saya sudah merencanakan summer holiday ini sekitar 1-2 bulan dan akan dimulai dari Finlandia dan turun ke negara2 baltik, mampir ke Talinn, Estonia (tempat Dmitri), lalu lanjut ke poland dan negara2 central europe, but plan can change.


Original Plan dari Dmitri ketika chatting di MSN

Awalnya ketika Dmitri ngomongin soal Scandinavia Trip di summer bareng temen dia (Vas), saya kurang tertarik, lha wong scandinavia udah dialokasikan buat dijelajahi di Spring Break, akhir April – awal Mei 2009, ketika TU Delft lagi libur 10 hari. Dari kurang tertarik menjadi sangat tertarik ketika Dmitri membagi plan trip dia yg agak beda buat orang Indonesia. It will be a road trip. Rencana awal adalah sewa mobil dari Talinn, lalu dari situ on the way ke Nordkapp baru turun ke selatan sebelum balik ke Talinn. Where to stay? tents. Mandi dkk? “There’s a lot of lakes and waterfall there”. Lumayan menantang buat saya yang seumur2 tidak pernah bergabung menjadi mahasiswa pecinta alam. Budget awal katanya 600 Euro buat 2 minggu. Not bad untuk scandinavian countries (meskipun di tengah2 planning budget ini membengkak jadi 1000an Euro dan pas dilaksanakan habis sekitar 600/700 Euro).


Berhubung sudah pasti summer holiday akan dimulai di Finland, either I’ll join their trip or not, mulailah masa2 berburu tiket. Sialnya dari Eindhoven (bandara di Belanda yang ada RyanAir) tidak ada rute ke Finland, browsing2, akhirnya ketemu bahwa di Bremen ada flight ke Tampere (170an KM utara Helsinki). Akhirnya dibookinglah buat Senin, 6 July 2009, early morning flight. Lumayan murah, sekitar 30-an Euro. Then, mikir2 ke Bremen-nya gimana ya? jawabannya terletak di Eurolines, bus dari Rotterdam ke Bremen one way 14 EUR. Good offer.

Setelah chatting, bisa dibilang bbrp bulan berikutnya tidak ada aktivitas yg berarti. Ketika itu saya berencana join sampai akhir trip, tapi ketika mereka naik ferry Stockholm – Talinn, saya pisah buat naik ferry Stockholm – Turku then Helsinki baru ke Talinn, nginep di tempat mereka dan melanjutkan rencana semua, negara2 baltik dan central europe. Rencana ini akhirnya berubah karena saya keterima ikutan Traveling Summer University di Spanyol (akan dibahas di posting yg lain).

Rencana mulai intens dibicarakan di akhir Mei, kita share plan kita viaGoogledocs, dan sialnya asumsi awal saya mereka tgl 6 July di sekitar tampere, ternyata salah. Ada 2 pilihan, dari Tampere naik kereta ke Oulu, 400 KM di sebelah utara Tampere, dan ketemu mereka di Oulu, atau mengubah flight ke tgl 5 July, dan mereka akan meng-adjust rencana mereka. Ternyata merubah jadwal penerbangan RyanAir itu justru lebih mahal dibanding beli tiket baru, dan anggap tiket yg lama itu buang sial. Terpaksa saya mesti beli tiket lagi,buat tgl 5 July 2009.


Untuk mempersingkat cerita, tibalah saya di Tampere tgl 5 July 2009 pagi via Bremen dan di Airport udah dijemput Dmitri dan Vas. Ketika tinggal diBremen nginep di Mas Condro, alumni EL98 ITB. Di Tampere tepar, soalnya di Bremen Airport ga tidur sama sekali gara2 ga pengen ketinggalan pesawat. OK, kalau mau cheap flight ada dua pilihan, kalo fligh-nya nggak kepagian, ya kemalaman. Ada harga ada kualitas hehehe. Sampai2 langsung ngubah jam karena ada 1 hour difference antara Finland dan Belanda


Perjalanan hari pertama buat saya di Scandinavia (dan hari kedua buat mereka) diwarnai dengan tidur seharian di mobil (karena nggak tidur di Bremen Airport). Dari Tampere Airport, kita nge-set destination sebuah kota bernama Kuusamo untuk bermalam. 800 KM perjalanan darat, mungkin di Indonesia lebih dikit dari jarak Jakarta – Surabaya (700 KM). Dmitri dan Vas yg gantian nyetir, karena SIM saya tidak berlaku di Eropa.

Berhubung ini road trip, pastilah mobil dibutuhkan. Rencana awal mau nyewa mobil dari Estonia. Tapi sebelum berangkat kami dapat kabar gembira, adeknya Dmitri mau pinjemin Honda CRV dia buat trip kali ini. Jadi komponen nyewa mobil di cost kita bisa dicoret, diganti jadi maintenance mobil yg jauh lebih murah. Jadi bisa dibilang cost kita buat trip kali ini hanya makanan + bensin + biaya toll/tunner + biaya ferry. Akomodasi bisa dicoret (untunglah, karena komponen ini yg paling gede), karena kita nginep di tenda.

Polar day pertama di Norway, dekat perbatasan Finland

The fourth traveler. Sebelum perjalanan ini dimulai, kami bertiga sibuk mencari orang ke-4 untuk perjalanan kali ini. Biar sharing cost-nya lebih murah kalau lebih banyak orang. Dmitri maunya cewek, jadi target pertama adalah Jullietta dan Poli, dua teman cewek yg juga pernah ikutan exchange program bareng kita di Jepang. Jullietta (Korean – Australian) nggak bisa, alasannya bokek dan agak ribet jg kalo ngurus flight dari Seoul ke Finland. Poli lagi kerja di  daerah pegunungan di Prancis dan tidak bisa ikut juga. Akhirnya saya ngajak bbrp teman dari Belanda, zero result, masing2 udah punya rencana musim panasnya masing2. Di perjalanan dari Tampere – Kuusamo inilah saya diperkenalkan sama the fourth traveler, Carl. Carl ini adalah frozen-shit-nya Dmitri yg dibuat musim dingin lalu di balkon hotel di Praha. Sinting. Sepanjang perjalanan Carl nangkring dengan tenang di bawah dashboard dan udah ga bau lagi. Awalnya saya kira Dmitri bercanda tentang frozen shit ini, tapi setelah diamati, ternyata beneran. Giling.

Lapland’s Deer

Sepanjang perjalanan ke daerah utara Finlandia, daerah Lapland (Santa Claus hometown), kiri kanan seringkali melihat banyak danau. Finlandia ini terkenal sama danau-danaunya.


Midnight Sun

Perjalanan kami ke arah utara ini mau tidak mau akan melewati Artic Circle, 66° 33′ 39″ North. It means one thing, we will experience Polar Day, hari-hari dimana matahari tidak pernah tenggelam, alias ada matahari selama 24 jam. Artic Circle di Finland ini dilewati tgl 6 July 2009 sekitar jam 12.00. Hari ke-2. Lucunya tanda “Anda telah melewati Artic Circle” cuman berupa plang di jalan dan saya tidak sadar kita telah melewati artic circle, sampai Vas ngomong “We just crossed the artic circle”, saya langsung reply “How do you know?”, “There was a sign about it. Anyway yg di Norway jauh lebih bagus.
Nordkapp – The Northernmost point of Europe
Di hari inilah rencana kami berubah. Rencana-nya Nordkapp akan dicapai lusa, tapi karena ada perubahan, Nordkapp bisa dicapai keesokan harinya. Di Karigasniemi, tujuan diubah ke Lakselv (Norway). Artinya kami hanya menghabiskan kurang dari 2 hari di Finland. Jam 20.00 kami tiba diFinland – Norway border. Sempet diperiksa agak lama, gara2 pas ditanya petugas Dmitri bilang kami bawa Vodka.
Pertama kali mengalami polar day agak aneh juga. Karena jam 11.30 malem kok masih lumayan terang, kaya jam 5 sore di Jakarta. Tepat jam 12 malem, nggak ada bulan, tapi cuman ada terang aja, meskipun mataharinya nggak keliatan dimana. Bener2 spt kata Vas, “Somehow you cannot differentiate whether it is 10 in the morning or 10 in the night”. Sama2 terang soalnya.

Naik mobil di Finland bakalan sering nemu empat  hal ini, ngelewatin fjord, jalan berkelok2 diantara gunung,  tunnel, sama naik ferry. Pertama kali pas ke Norway, tujuan utama emang ngeliat fjord, jadilah spring break kemarin Rahmadi dan saya ke Norway buat ngeliat fjord. Kita ikutan program yg namanya “Norway in a nutshell”, mahal sih, tapi it’s worth it. Nah, versi “NOT” in a nutshellnya Dmitri, Vas dan saya lakukan pada trip kali ini sampai pada satu titik fjord yg dilihat udah jadi biasa aja. Wong tiap hari pasti ngeliat fjord, jadi kebal pokoknya. Bukti nyata dari jumlah foto-foto yg saya ambil. Awal-awal di Norway fotonya banyak banget, tiap liat fjord foto berkali-kali. Menjelang akhir perjalanan udah agak males foto-foto fjord lagi. Norway NOT in a nutshell.

Gara2 fjord ini, jalan-jalan di Norway dibuat berkelok-kelok mengikuti lekukan gunung. Jadi kalo ditarik garis lurus palingan cuman 100 KM, tapi kalo ngeliat jalannya yg berkelok2, pasti lebih banget dari 100 KM.

Selain jalan berkelok ini, ada juga terowongan (tunnel) yg menembus gunung. Entah berapa puluh terowongan yang kami lewati sepanjang trip ini. Kadangkala terowongan itu gratis, kadang-kadang bayar. Terowongan paling panjang yang kami temuin itu 24 KM, yg kata Vas terowongan terpanjang di Norway, kata Luc (temen saya yg di Belanda), itu terowongan terpanjang di dunia. Nggak sempet masuk sih, cuman foto2 di depan terowongan doang (dasar orang Indo). Lagian udah bosen masuk terowongan, dan kalo ga lewat terowongan masih bisa ngeliat pemandangan, di terowongan apa yg dilihat? Belum lagi sempet ada kecelakaan di salah satu terowongan di daerah Flam. Kalo kejebak di dalam kan nggak lucu.

Laerdalstunnelen – The longest tunnel in Norway (24.5 KM)

Jangan lupakan juga Ferry. Entah kenapa banyak banget pulau di Norway. Jadi nyangka negara ini seolah2 negara pulau kecil-kecil, terutama di Lofoten islands (ada fjord bagus banget disini). Berhubung kita camping, masuk ferry seolah2 masuk apa gitu, ada WC dan wastefel yg layak. Akhirnya ada air hangat, setelah sekian lama mandi air dingin di sungai/danau. Bener jg kalo orang kepepet kreatiftasnya berkembang. Tempat favorit = tempat buat orang2 disabled. Untung ga banyak yg disabled. Berbekal tupperware + shampo + wastafel = creambath (salah, keramas). Wastafel ternyata bisa jg dipakai jadi tempat mencuci pakaian. Waktu benar2 berharga disini, begitu tahu ferry ini bakalan 15 menit, langsung kalkulasi brp baju yg bisa dicuci :)), bener2 low life banget.  Paling afdol ferry dari Lofoten ke Bodo (nama kota yg unik), 4 jam. Puas deh di dalem WC. Kebanyakan baju jadi bersih. Bersih dalam kriteria darurat hehe.

Ada dua orang yg patut diucapkan terima kasih banyak-banyak. BangMauritz (ketua PPI Trondheim) dan Hans (anak KL01). Bang Mauritz mau nampung kita bertiga di Trondheim, tanpa pernah kenal kami, setelah 7 hari berada di jalan. Rasanya benar2 enak jg bisa mandi air hangat dengan normal, ketemu internet (ternyata ada email penting dari panitia summer univ ;p), transfer2 file dari kamera ke HDD External. Pokoknya, seperti kata Vas “It feels good to be human again”. Dipikir2 bener jg, kita udah 7 hari di jalan (ketika itu), tidur tiap malam di tenda. Kadang2 jam 1 malem masih di jalan, nyari tempat yg cocok buat camping yg terlindung dari pandangan orang2 (camping di sembarang tempat di Norway = Ilegal, bisa kena denda). Pernah jam 3 subuh kita baru dapet tempat camping. Semua udah pada teler kurang tidur.

Hans Panjaitan, temen pas kuliah di kampus gajah dulu bener2 channel ke Trondheim. Dia-lah yg ngenalin ke Bang Mauritz, dan dulu pernah nge-host Rahmadi dan saya pas spring break di Bergen. Lalu nge-host saya lagi summer ini (pisah dengan Dmitri dan Vas yg lanjut ke Preikestolen, sedang saya mesti ke Madrid buat summer university).
Preikestolen (from Dmitri’s or Vas’ camera)

(to be continued)

Day 1 – Tampere -> Kuusamo
Day 2 – Kuusamo -> Lakselv
Day 3 – Lakselv -> Nordkapp -> Atta
Day 4 – Atta-> Skjervoy -> Setermoen

Day 5 – Setermoen -> Evenes -> Melbu

Day 6 – Melbu -> Lofoten -> Bodo

Day 7 – Bodo -> Trofors -> Trondheim

Day 8 – Trondheim -> Kristiansund -> Vestnes

Day 9 – Vestnes -> Oppstyrin

Day 10 – Oppstyrin -> Lom

Day 11  – Lom -> Kaupanger -> Voss

Day 12  – Voss -> Bergen