Masa-masa indah di Jepang May 18, ’09 7:26 PM
for everyone

Kalau ada satu masa di hidup saya yang ingin saya ulangi kembali, definitely saat2 ikutan exchange program di Jepang dulu. Program JUSST – Japanese University Studies in Science and Technology di Tokyo dari 1 October 2005 – 30 September 2006. Pas ngeliatin foto2 di masa itu, saya berpikir, indahnya hidup ini. Seperti yang salah satu senior saya di JUSST program katakan “Welcome to one year holiday in Japan”. Ketika itu, saat welcome party anak2 batch October 2005, saya belum ngeh dengan kata2 dia. Setahun kemudian, saya baru mengerti apa yang dia maksud. Inilah masa2 ketika kuliah, researchdan traveling berjalan seirama. Bisa tersenyum saat melihat hasilnya, ada juga yang bisa dibanggakan. Kuliah. Saya justru pernah merasakan IP 4 pas di Jepang ini, semester terakhir hehehe. Research. Sering banget makan malam lewat jam 12 tengah malam, gara2 keseringan bergadang di Lab, ngerjain riset yang hasilnya dipresentasikan berkali2 di Lab dan dua kali di hadapan tetua2 universitas. Traveling. Ini bener2 masa keemasan buat jalan2. Sampe bingung pas ngeliat foto2 pada masa setahun ini. Saya kesana ngapain ya?
Sebenarnya harapan saya ke Jepang ini sudah agak pupus, karena berdasarkan hasil seleksi wawancara, saya ranking 2 dari 5 orang yang lewat. Ranking nomor 1 anak elektro pula (ada semacam tradisi UEC, anak yg dapet tiap tahun pasti at least ada 1 anak elektro). Plus saat itu exchange itu buat jatah anak angkatan satu tahun lebih muda dibanding angkatan saya. Gara2 faktor hopeless inilah saya daftar International Summer School di Univ Dortmund, dengan harapan, pengen nyoba “kuliah” ke luar negeri sebelum lulus dan diwisuda. Summer School keterima. Dan ternyata baru seminggu (atau dua minggu? lupa) di Jerman saya dapat kabar keterima exchange di Jepang. Nice.
Sanja Matsuri dan Yakuza
Singkat cerita, mendaratlah saya di Narita di suatu hari yang dingin di awal bulan Oktober 2005, terbang menggunakan JAL (the best airlines ever). Dijemput di bandara. Kenalan sama Jullietta, Ta dan Beer di bandara. Teman2 yang akan mewarnai satu tahun bersama saya. Dijemput sama 8 senior (angkatan April 2005) di Chofu Station. Seminggu pertama benar2 mengurus segala hal yg berkaitan dengan paperworks. Dapet beasiswa bulan pertama cash + uang selamat datang 25.000 yen hehe. Pokoknya bener2 diurus deh. Thanks International Office UEC dan tentu saja sponsor utama JASSO 🙂
JUSST October 2005
Disini pula saya bertemu teman2 seangkatan dari berbagai nationality, Australia, China,
Taiwan, Estonia, Mexico, dan Thailand. Ketika program berakhir, kami membuat yearbook khusus untuk angkatan kami. Ada Hugo, Jullietta, Nayeli, Ramon, Colin, Ta, Dmitri, Xiaoxin, Yu Ling, Maggie, Depp, Yo dan Jack yang ber-status MIA (Missing in Action) dan kenangan2 didalamnya. Belum lagi senior dan junior. Ada pula tambahan nationality dari Bulgaria yg biasa datang di bulan April. Saran saya, punyailah teman mexico di masa hidup anda. They will light up your life. *Sambil mengenang teman2 mexico saya yang psycho, sinting, cheerful, friendly dan kadang2 nggak punya otak*. Faktor teman ini penting, belajar budaya, dan diguide jalan2 di negara dia (e.g. pengalaman 3-4 mingguan backpack di Thai rame2 dan di-guide salah satu junior yg dari Thailand).
Kuliah.
Bisa dibilang santai. Kecuali bahasa Jepang yang banyak tugasnya, kuliah lainnya itu benar-benar santai. Tugas jarang, dan nilai hanya ditentukan pas ujian. Akhirnya pernah juga merasakan yang namanya dapet IP 4 di spring semester, sayangnya tidak di fall semester. Padahal di kampus gajah tak pernah dapet IP 4, paling mentok ya nyaris aja di semester 4. Oh ya, paling nyebelinnya, satu-satunya nilai B yang saya dapatkan justru dari mata kuliah favorit saya. “Japanese Human Relations”. Dongkol, otherwise kan bisa A semua buat dua semester. Biarkanlah.
Sakura di West Campus
Research.
Topik research saya tentang micro hopping robot di Aoyama Laboratory (suhunya = Aoyama sensei). Robot micro yang prinsip lokomosinya hopping. Pas ngeliat mesin buat bikin frame robotnya, dibilangin “hati2 ya pake ini, harganya jutaan dollar”. Mikir2, duitnya dari mana. Pas ngobrol sama Andhi, anak S3 dari Indonesia, dibilangin “Aoyama sensei itu kaya, banyak proyeknya, fundingnya juga kuat”. Pas iseng2 browsing siapa yg ngasih funding. Busyet, US Air Force. Pantesan duit mengalir dengan lancar. Believe me, kalo militer di belakang suatu riset, dana itu seolah2 tak terbatas.
Aoyama Laboratory
Satu lagi yang saya suka dari Aoyama Sensei ini adalah hobbynya, traveling, sama seperti saya. Di Lab banyak banget buku2 traveling dia, mostly tentang luar negeri, semacam Lonely Planet versi Jepang gitu. Nyari sensei pun seringkali susah, karena beliau sering banget conference di luar negeri. Sekali waktu dalam sebulan dia tiga minggu di Jerman, abis itu ke USA (Miami, tempatnya Air Force gitu lah), meninggalkan saya sendiri (halah). Jadilah saya diserahkan sama mahasiswa S2 dia buat dibimbing. Suzuki-san. Okay jangan heran, merk2 mobil itu dari nama keluarga foundernya.
Snowboarding in Japanese Alps
Kegiatan Aoyama Lab apa aja ya? yang saya ingat Bounenkai (Forget-the-year party) di Shinjuku yang malamnya dilanjutkan dengan karaokean. Abis itu February 2006 ada snowboarding di Joetsu, Niigata, pertama kali mencoba winter sport. Selain itu ada graduation party, dan tentu saja farewell party buat saya. Tampaknya di Jepang kebanyakan party, apalagi party2 dari International House dan organisasi tanpa bentuk lainnya. Selain itu ada juga acara-acara kampus yang berkaitan dengan research. Awal maret angkatan saya harus mempresentasikan riset dalam bentuk poster presentation. Pas lagi ngejelasin soal micro-robot ini, Suzuki sensei dateng sambil bawa kameraman TV. Diwawancara, untung masih pake Inggris, kayanya masuk TV, tapi saya tak pernah nonton. Di Jepang kayanya 3-4 kali masuk TV deh, tapi ga pernah nonton semuanya. Hiks… Awal Aug presentasi naik level, ke presentasi power point. Sama aja sih, kecuali lebih tegang, karena ini mirip2 sidang sarjana dan ditonton semua orang. Semua research paper kita dimasukin ke International Mini-Conference XVI, UEC Tokyo, at least pernah masuk ke conference lah hehehe.
Research Presentation – Spring 2006
Traveling
Salah satu alasan saya mengatakan masa2 terindah adalah tentang traveling. Bagaimana tidak, sepanjang periode setahun itu, saya (entah sendiri atau bersama teman2 exchange) berhasil menjejakkan kaki di berbagai tempat di Jepang, China, Korea Selatan, Singapore, Malaysia dan Thailand. Liburnya banyak. Autumn break (5 harian), winter holiday (2 minggu-an), Spring holiday (1 month), Golden Week (1 week) dan paling afdol tentu saja natsu yasumi, alias summer holiday (2 months). Untunglah quarter 4 kali ini banyak libur hehehe ;p…. sedikit mengobati setelah quarter 2 dan 3 di TU Delft dibikin sesak nafas.
Himeji Castle
November 2005. Ingatan kembali ke pertengahan November. Weekend kedua, Colin, Beer dan saya berkunjung+nginep ke tempatnya Natsuko di Mishima, perjalanan pertama keluar Tokyo dan naik shinkansen. Minggu depannya kami sudah dibawa ke daerah kansai oleh senior kami. Kira2 ada belasan orang yg ikutan trip 4 hari ini. Kota-kota yg dikunjungi Kyoto, Nara, Kobe, Osaka, dan Himeji.

Geisha in Gion, Kyoto
Early-Desember 2005. Awal Desember, pas UEC birthday, kampus diliburkan, dan kami ramai-ramai ke Disneyland. Ngomong2 soal amusement park, di Jepang ada Disney Land, Disney Sea, Universal Studio Japan (Osaka), Fujikyuu Highland, Hello Kitty World, etc etc. Disney Sea dijabanin beberapa bulan kemudian, kali ini pake acara bolos kuliah. Universal Studio Japan sudah dikunjungi saat Kansai trip pertengahan bulan November. Plus the best of all, Fujikyuu highland, dikunjungi sebelum balik ke Indonesia. Benar2 tempat ideal buat yang suka amusement park. Yang saya sesali, tidak ke Ghibli Museum, studionya Hayao Miyazaki, salah satu animator favorit saya. Temen ada yg ke Hello Kitty Land (ternyata ada amusement park ini). Denger2 aja juga amusement park buat Doraemon. Benar2 deh….
Tokyo Disneyland
Mid-Desember 2005. Di Jepang ada yang namanya “Seishun Juuhachi Kippu“, tiket murah seharga 11.500 yen yang bisa digunakan selama periode tertentu dan punya 5 hari buat digunakan (unconsecutive). Berhubung blm pernah gunain, Nagoya dijadikan kelinci percobaan. Abis natalan KMKI di SRIT Meguro, Tokyo (ada Delon Mike dari Indonesian Idolmanggung, sempet foto bareng pula), saya mencoba moonlight nagara buat ke Nagoya. Ambil kota yang deket dulu, 6 jam pake kereta lokal. Berhasil dengan jarak dekat, saya mencoba untuk jarak yg lebih jauh lagi. Hokkaido.

Shiraoi (Ainu Village), Hokkaido
End-December 2005 – Hokkaido Trip 1. Seishun 18 Kippu saya kombinasikan dengan “Higashi Nihon to Hokkaido Passu” alias “East Japan and Hokkaido Pass” seharga 10.000 yen buat 5 hari berturut2. Tokyo – Sapporo ditemput dalam waktu 25 jam. Benar2 tua di jalan. Inilah yang terjadi selama winter holiday, Desember 2005. Saya jalan2 ke Hokkaido + Tohoku, mengunjungi teman dengan tiket2 murah ini. Menambah Sapporo, Otaru, Shiraoi, Tomakomai, Aomori, Hirosaki, Sendai dan Matsushima dalam daftar kota2 yang pernah dikunjungi. Anyway, pemandangan dari dalam kereta di daerah Tohoku ketika winter, bagus banget, hanya bisa dikalahkan sama scenic train Oslo – Bergen.
Snowing in Odori Park, Sapporo
End-December 2005 – Tokyo Balik-balik dari hokkaido, ternyata masih ada libur seminggu lagi. Kecapean, ga pengen jalan yang jauh-jauh. Nakajima sensei ngundang anak2 yg ngambil Japanese Human Relations ke rumah dia, ikutan tea ceremony (kedua buat kami, karena yg pertama diadakan oleh MIFO di awal Desember). Pas New Year, janjian ketemu sama anak-anak kampus gajah yg lagi exchange di Titech. Rian, Hansky dan Ivan. Ber-tahun baruanlah kita di Tokyo Tower, ditutup nonton memoirs of Geisha di Roppongi.
New Year 2006, Tokyo Tower
Januari 2006. diisi dengan “ketemu” kaisar Jepang, ikutan ke Meijijingu buat merasakan tahun baruan ala Jepang (kunjungan kuil), ke Nikko, Yokohama. Then libur berakhir. Kalo weekendnya. Weekend pertama ke Nagoya + Inuyama. Weekend kedua ke Kyoto. Weekend ketiga nemenin Andry (temen SMU yg transit 4 hari di Tokyo, abis pulang dari kuliah dia di Amrik) jalan2 di Tokyo. Weekend keempat ada Chinese New Year di Yokohama. Balik ke Kaisar Akihito, tiap tgl 2 Januari (dan jg 26 Desember), kaisar Akihito + Japanese Royal family akan berdiri di balkon imperial palace Tokyo untuk ngasih greeting ke rakyat Jepang. Kesempatan langka, dan saya datang buat ngeliat kaisar yg ngasih pidato (pake bahasa Jepang – ngerti dikit2lah *beneran dikit* hehe) dari balik balkon kaca antipeluru. At least pernah melihat secara langsung seorang kaisar sekaligus Kepala Negara hehehe. Padahal sampe sekarang saya blm pernah ketemuan sama Presiden Indonesia. Nanti lah.
Japanese Royal Family
(kanan ke kiri: entah siapa, Kaisar Akihito, Permaisuri, Putra Mahkota, Putri Michiko)
February 2006. benar2 masa tenang. Bisa dibilang ngendon di Tokyo, kecuali pas ikutan Snowboarding sama Aoyama Lab di Joetsu, Niigata. Kegiatan lainnya cuma “nyusup” kelas intermediate kunjungan ke Tsukiji Fish Market (the biggest fish market in the world), belajar origami di hari terakhir kelas bahasa Jepang, eksursi one day di Tokyo bareng “Japanese Human Relation” class (sempet berinteraksi sama polisi Tokyo), kunjungan elementary schoolnya Jepang, yang udah jadi tradisi buat anak2 JUSST (setahun sampe 3 kali). Oh ya, ke Chinese Embassy, ngurus visa buat ke China.
JUSST students and Tokyo’s Police 🙂

March 2006 – Spring holiday 2006, liburan 1 bulan di bulan Maret lebih afdol lagi. Di awal bulan, UEC mengatur UEC ski trip 3 hari di Nagano (tempat Winter Olympic 1998). Abis itu backpacking 2 minggu di China (Beijing, Xian, Mt. Hua Shan dan Shanghai). Pulang2 dari China, ikutan Hajime Graduation, dinner bareng Pak Suhono, salah satu dosen kampus gajah yg mempelopori exchange dengan UEC (intinya beliau adalah orang penting), sama jalan2 menikmati sakura di beberapa taman di Tokyo (Shinjuku Gyoen, Ueno Park, Inokashihara, dan Chidogarifuchi).
Great Wall (Jinshaling to Simatai), deket Beijing, China
April 2006. Pulang2 istirahat beberapa hari kemudian, di awal April, backpacking 1 minggu ke western Japan (Iga Ueno -> ini Ninja City kalo blm pernah denger, Fukuoka, Nagasaki, Hiroshima, Miyajima, Kyoto, Osaka, Mt. Yoshino). Lagi2 dengan Seishun 18 Kippu. Tua di jalan? ya, tapi saya berhasil menemukan rute2 efektif dan kereta2 malam untuk mengakali hal ini. Pulang2 minggu malam, dan senin paginya hari pertama spring semester. Benar2 liburan yang efektif.
Miyajima
May 2006. Tidak sampai sebulan, ada liburan yang namanya golden week, seminggu di awal Mei, mirip2 lebaran kalo di Indonesia. Tama Zoo, Hakone Trip dan piknik di Tamagawa mengisi liburan kali ini. Hakone trip sendiri cukup berkesan, karena saya dan beberapa teman yg hobby camping (teman, bukan saya yg hobby camping) memutuskan untuk ke Hakone dan camping 2 malam disana. Camping ternyata ilegal, dan kami benar2 sembunyi2 dalam mendirikan tenda. Lumayan buat melatih adrenalin dan punggung (backpack berat euy). *sampai saat ini blm
menemukan tipe teman yg seperti ini*, memang unik mereka itu.

Owakudani, Hakone
Juni 2006. adalah masa tenang, saya “menghilang” selama seminggu-an dari kampus untuk kembali ke Indonesia. Sidang sarjana sebenarnya bisa abis program exchange selesai, tapi ada resiko, karena faktor bulan puasa, wisuda Oktober bisa ditunda atau dimajukan (ini gawat). Kalau ditunda bagus, kalau dimajukan berarti saya harus cepat2 pulang dari Jepang dan siap2 sidang dan melupakan traveling selama summer holiday. Setelah kalkulasi matang, diputuskanlah ikutan sidang di bulan Juni, jadi at least apapun yg terjadi sama wisuda Oktober, entah dimajuin, entah dimundurin, tak berpengaruh buat saya dan waktu liburan saya tak terganggu. Bener2 blessed in disguise, andaikata saya tidak kembali untuk sidang di bulan Juni ini, status cumi laut saya bisa melayang. Benar2 hal yang tak disangka.
Mid-July 2006. Ada festival terkenal yang namanya Gion Matsuri. Saya dan seorang teman pergi ke Kyoto khusus untuk acara ini (setelah dihitung2 saya pernah ke Kyoto 5 kali). Selain kyoto, kami juga mengunjungi Amanohashidate (salah satu dari Nihon Sankei – Three Scenic Places of Japan, yang lainnya Miyajima dan Matsushima). Di bulan yang sama ada Cozplay di Tokyo Big Sight, malamnya ada Hanabi (fireworks) di Tamagawa (UEC international office take tempat buat kita).
Sailor Moon’s Friends, Cozplay, Tokyo Big Sight
End-July 2006. Masa2 yang stressful buat anak2 angkatan saya, ada beberapa hal yg bikin stress. Alasan pertama, kita mesti presentasi dalam bahasa Jepang buat kelas Jepang kita + masa2 ujian. Alasan kedua yang lebih ngeri, di awal august, kami akan mempresentasikan riset kami setahun di hadapan para profesor dan orang2 penting lainnya dari universitas. Robot saya mendadak ngambek. Untunglah di saat2 menjelang deadline robot itu beres, berhasil di-videokan dan mendadak muncul wangsit2 dari langit dalam menulis research paper.
Lavender Field, Furano, Hokkaido
End-July 2006 to Early Aug 2006. Disaat stress inilah, ada yang menarik hati saya untuk kembali ke Hokkaido. Copy paste rencana winter holiday kemarin. Berkeretalah saya ke Hokkaido. Dari Tokyo jam 5.30-an AM, sampai ke tempat tujuan Furano sudah hampir jam 11-an AM keesokan harinya. Kurang lebih 30 jam. Kayanya pernah iseng2 ngitung itu sekitar 1400 KM, 2x jarak Jakarta – Surabaya. Sampai disana, it’s really worth it. Lavender Field di Furano dan sepedaan di Biei Hills. Benar2 pemandangan yang sempurna. Anyway, sepedaan di Biei jadi favorit beberapa JUSST couples. Datang kesana pas banget lavender2 lagi bagus2nya. Karena Lavender tidak berbunga setiap saat. Trip ini bisa dibilang waktu efektifnya cuman dari hari kedua jam 11 AM, sampai hari ketiga jam 4 PM. Selain itu dipakai buat perjalanan. It was tired, but it’s worth it. Intermezzo, profile picture FB saya diambil dari trip ini.

Biei Hills, Hokkaido
Early-Aug 2006. Recharged, kembali ke Tokyo dengan hati yang gembira (ya iya lah), siap menghadapi presentasi. Sampai ke Tokyo tgl 1 Aug malam, padahal research presentation tgl 3 Aug. Langsung saya culik Beer buat bantuin ngerjain presentasi yang udah 80% kelar. Tinggal finishing aja. Giri-giri banget hahaha. Karakteristik saya yang susah hilang ;p. Hari presentasi tiba, dan yes, presentasi berjalan lancar pheewwwww. Aoyama sensei seneng. Keesokan harinya (4 Aug) closing ceremony. Artinya liburan musim panas telah tiba.
Research Presentation

Summer Holiday benar-benar bikin puas. 2 bulan. August 2006. Ada kanazawa trip 3 hari, manjat gunung fuji 2 hari, Korean and Western Japan trip 12 hari. Disambung Hokkaido Trip 4 hari.Kanazawa trip ternyata biasa saja, kecuali saya “terusir” dari woman’s only car (gerbong kereta khusus wanita) pas mau ke Kanazawa. Mt. Fuji benar2 ugly. Tidak sebagus di postcard, terutama setelah kita lihat dari dekat. Ulang tahun paling berkesan untuk saya selama ini, terutama karena adanya pesta kejutan dan hadiah kejutan plus dirayakan bersama teman2 di puncak gunung Fuji, rasanya akan sulit menghapuskan kenangan itu. Kejutan yang menyenangkan, apalagi ditambah kami semua +/- 20 orang berhasil mencapai puncak, meskipun hanya saya, Aun dan Poli yg mencapai titik 3776 M.
Mt. Fuji Summit, 3776 M
Mid-Aug 2006 – Korea Trip sebenarnya mau pakai pesawat terbang. Tapi harga tiket gila2an, akhirnya ditempuh jalan darat + ferry dari Fukuoka ke Busan. Jadilah Western Japan masuk rute. Di Fukuoka, saya ditolak naik ferry gara2 pede ke Korsel tanpa visa (lesson learned: jangan percaya temen yang bilang bisa ke Korsel tanpa visa, apalagi paspor Indonesia). Terpaksa apply visa kilat di konsulat Korsel di Fukuoka. Pertama kalinya menggunakan Rail Pass (Korean Rail Pass buat youth). Naik KTX (semacam shinkansennya Korea) udah seenak jidat dengan adanya rail pass ini. Nebeng di temen yang kuliah di Korea University, alumni kampus gajah juga. Kota2 yg dikunjungi Seoul, Gyeongju, Gongju, Busan dan tentu saja DMZ (perbatasan Korsel – Korut). Beli oleh2 Soju (semacam sake) buat Sensei (yang menyangka saya ke Korut, gara2 ada tulisan Made in North Korea di soju ini hehe).
Royal Palace, Seoul, South Korea
End-Aug 2006. Kalo ferry perginya pake Camelia Line, pulangnya pake JR Kyushu Freight, jauh lebih oke punya. Menyusuri Sanyo Line dan Tokaido Line (jalur kereta di Jepang) buat kembali ke Tokyo. Sore sampe Tokyo, tidur semalem di dorm, besok paginya udah jalan lagi ke Hakodate (Hokkaido) bareng temen. I love Hokkaido. Hokkaido trip ketiga ini khusus buat night view, kan bagus ngeliat kota2 di malam hari. Hakodate dan Sapporo night view dijabanin. Ada dua alasan sebenarnya untuk Hokkaido trip ini, night view dan musical box (di Otaru ada satu toko gede banget yg khusus jual musical box)
September dibuka dengan ke fujikyuu bareng anak Todai, packing, balik ke Indonesia, dua hari di Indonesia, langsung terbang ke Thailand buat join rombongan anak2 JUSST yg lagi leyeh leyeh di Phi Phi Island. Benar2 liburan summer itu ditutup dengan travel pamungkas, Thailand-Malaysia-Singapore trip 3 minggu buat saya yg join belakangan, buat yg lain 4 minggu. Alasan liburan ini klise, gara2 anak2 JUSST (angkatan saya) tak tahu lagi buat scholarship bulan terakhir mau diapain. Trip yang sangat berkesan, apalagi ketika itu ada kudeta militer (19 September 2006) dan pembom-an di Hat Yai, beberapa hari setelah teman2 JUSST keluar dari Hat Yai. Tak ada pesta yang tak berakhir. Tiba juga saatnya mengucapkan salam perpisahan. Ketika kami berpisah di Changi Airport, kami tahu, suatu saat akan berjumpa lagi di masa depan. Watachitachi tomodachi.
JUSST Farewell Trip, Thailand-Malaysia-Singapore (Minus one person)