“Hati-hati di daerah ini” kata Kristof sambil menunjuk peta Brussel
bagian utara, “Disini banyak orang-orang jahat”. Kata-katanya terbukti
keesokan harinya ketika tas saya dicuri di Stasiun Brussel-Nord,
meskipun sudah berhati-hati di daerah itu. Ketika menunggu bus
Eurolines yang akan meninggalkan Brussels jam 8.30 PM. Sekitar jam 8.00
PM, hanya 30 menit sebelum bus berangkat, tas saya hilang diambil
maling tak bertanggung jawab.

Perlu saya akui, weekend trip
kali itu memang tanpa perencanaan matang, baru dapat host Couchsurfing
hari Kamis, padahal hari sabtu pagi sudah harus berangkat. Saya juga
tidak membawa moneybelt, yang biasanya selalu saya bawa untuk
dokumen-dokumen penting. Sabtu siang, sesampainya di stasiun Brussel
Nord (meskipun naik bus, Eurolines berhenti disini), saya punya feeling
jelek dan somehow memasukkan “dana cadangan” ke saku belakang. Dana ini
cukup untuk balik ke Delft jaga-jaga saya kehilangan semuanya di
Brussels. Tidak seperti biasanya saya seperti ini.

Hari sabtu
seharian di Leuven, ke tempat Kristof, host yang baru sekali dikenal
via couchsurfing. Good experience overall. Besoknya pagi-pagi ke
Brussels, meskipun agak malas juga karena sebenarnya sudah pernah ke
kota ini. Tapi mau apa lagi, bus balik ke Rotterdam dari Brussels dan
Leuven saking kecilnya setengah hari sudah cukup buat dikelilingi.

Ke
Brussels, keliling daerah Grand Palace bentar, jam 6-an langsung ke
Brussle Nord. Bukan rasist, tapi selama di Brussel Nord entah mengapa
tiap saya duduk, selalu ada orang-orang Afrika yg dekat-dekat saya.
Berhubung curiga, saya pindah-pindah tempat duduk dan meskipun
bersebelahan dengan orang berbeda, mengapa selalu yang tampak dari
Afrika. Bencana dimulai ketika saya mulai bosan membaca Lonely Planet
dan mulai membuka peta Brussels. Meleng sekian menit, tas sudah
melayang. Gila bener maling-maling di Brussel. Fortunately (ada jg
unfortunately), entah kenapa kamera saya masukkan ke saku celana,
padahal biasanya itu masuk ke camera case yang ada di dalam tas. Ketika
melihat kesamping tempat menaruh tas (benar-benar disamping), saya
benar-benar kaget, lho tasnya dimana? Damn… padahal di dalam itu
isinya semua hal yg berkaitan dengan kamera (charger, memori cadangan
yg 2 GB, batere cadangan) plus tripod kenangan (tripod ini telah
menemani saya kemana-mana sejak tahun 2005 – banyak foto yg dihasilkan
tripod ini). Satu barang berharga lagi yang hilang adalah Lonely Planet
Eropa, yang sebenarnya saya beli buat rencana summer 2009 ini.

Jadilah
saya benar-benar dengan pakaian yang melekat di badan. Kata turis
Amerika yang ketemu di bus, masih untung dompet saya dan tiket pulang
saya tidak hilang. Ini untung atau buntung?

Tahap pertama
tentu saja panik dan berusaha menanyakan ke orang-orang sekitar.
Sialnya mereka bilang tidak melihat apa-apa, tipikal orang kota besar,
tak mau repot.

Tahap kedua menghubungi polisi via petugas
kebersihan yang hanya bisa berbahasa Prancis. Polisinya tidak ada
ditempat, jadi dioper ke petugas stasiun. Reaksi mereka benar-benar
nyebelin “kehilangan tas ya? ini udah kejadian sehari-hari disini,
biasanya orang-orang kulit hitam yang mengambilnya, just let it be”
Shit….

Langkah ketiga masih belum bisa menerima kenyataan
dan membujuk salah satu petugas yang badannya gede untuk bagian depan
stasiun Brussel-Nord yang banyak tersangka. Tentu saja tidak menemukan
tas saya kembali.

Langkah keempat, berhubung udah tidak
ketemu, mulai memikirkan kata-kata si petugas, untuk let it be. Ini
semua di 20 menit pertama. Terpaksa tidak dilanjutkan karena eurolines
akan berangkat di jam 8.30 PM. Pas di kantor eurolines sebenarnya
pengen nunda jam kepulangan, tapi nyebelinnya orang di loket eurolines
ini hanya bisa berbahasa Prancis. Batal-lah rencana buat bikin surat
laporan di polisi.

Langkah kelima, merenungi nasib. Selama di
bus bener-bener berpikir, salah apa saya sampai kecurian di trip
sendirian saya yang pertama kali di luar Belanda tahun ini. Tapi saya
juga memperoleh lesson learned untuk perjalanan yang waktunya lebih
lama yang rencananya spring holiday dan summer ini, bahwa Eropa tak
selalu aman. Tidak seaman di Jepang, ketika saya sangat sering
traveling sendirian. Entah mengapa kata-kata Kleinknect terngiang di
telinga, tentang sunk cost, “Forget it, that cost is already lost”.

Tragis,
saya masih ingat dengan peringatan “Beware of Pickpocket” di salah satu
sudut stasiun Brussel Nord, tapi yang saya perlu komentari dari
peringatan itu seharusnya “Beware of Bag-thief”.