November 2008


Keesokan paginya, supir tuk-tuk yg
kemarin sudah menunggu kami di gerbang hostel. Poli yg emang hobbynya foto,
masih belum puas-puas juga foto tuk-tuk, kali ini si abang tuk-tuk disuruh
bergaya di depan tuk-tuknya. Dari terminal bus yg kemarin kami naik bus kecil
(mirip2 metromini) ke arah Pai. Suasana di dalam bus udah bener2 kaya di Indonesia aja,
ramai dan berisik. Di tengah jalan,
bus kami dihentikan oleh tentara
(atau polisi, pokoknya berseragam). Mereka masuk ke dalam bus dan
memeriksa identitas penumpang satu demi satu. “Many Myanmar people
enter Thai illegally, and this area is near to Myanmar. There will be many
security check like this. Don’t worry
” Aun menjelaskan ketika saya dan Poli
menyakan kenapa ada pemeriksaan di dalam bus. Ada ibu2 tua yg tampaknya protes. Tak berapa
lama kemudian bus disuruh jalan kembali.

Sesampainya di Pai, kami mencari hostel, dan menemukan
tempat yg namanya “golden hut” yang
terletak di tepi sungai Pai (warnanya coklat euy). Hut, seperti pada kata Pizza
Hut, tapi bedanya Hut yg ini berupa rumah kayu. Kami sempat voting karena
dihadapkan pada dua pondok, yg satu lebih kecil (jadi lebih murah) dan yg satu
lebih besar (lebih mahal), dan berdasarkan suara terbanyak (actually semua
milih “hut” yg sama). Pondok (kamar) yg kami tempati lumayan besar, ada satu
king size bed dan kamar mandi di dalam. Selesai beres2, kami keluar dari hostel dan melangkah ke jalan utama kami berpapasan
dengan iring2an perayaan kecil. Lalu kami meng-explore Pai yg bisa
dibilang lumayan kecil untuk ukuran sebuah kota. Hal yg unik disini, banyak banget
bule-nya. Tiap jalan pasti ketemu
bule.

Pai terkenal sama adventure-nya.
Salah satu yg kami coba di hari pertama adalah “elephant safari”, alias safari bersama gajah. Lumayan murah
(seinget saya sekitar 500 bath berdua). Ada
harga ada kualitas, harga murah ini artinya fasilitas duduk di gajah itu bisa
dibilang seadanya. Cuman karung goni
saja yg menutupi punggung gajah. Saya dan Poli tertarik naik gajah, dan Aun
sangat tidak tertarik naik gajah “No Way” kata Aun. “Warmly! Enjoy! Happy!
Welcome to Karen’s elephant camp
”, well at the end of the elephant safari,  I really wanna dispute the word warm (hangat),
karena saya kedinginan.

Akhirnya naiklah kami ke punggung
gajah. Pawang gajah-nya masih muda
(masih belasan tahun) dan sering banget mengajak ngomong gajah itu. Kami berdua naik gajah, dan menembus
“hutan-hutan” Pai sepanjang perjalanan ke arah sungai Pai. Sepanjang perjalanan
temannya pawang gajah ngikutin dari belakang dan saya sibuk mengambil video dan
foto dengan kamera saya. Di deket sungai, ternyata Aun sudah menunggu
dan bilang “hey, give me your camera”. Kami berdua mulai sadar apa yg akan
dilakukan pawang gajah kepada kami berdua. Terlintas di benak kami dua orang
turis sebelum kami bajunya basah kuyup. “pasti mereka diceburin”. Benar saja gajah itu malah mengarah ke sungai dan
kaki2nya mulai masuk ke sungai sambil mengarah ke tengah.

Saya  : Poli, which side we will
fall, right or left?

Poli   : Right, if  left it is too dangerous for us

Saya  : Sh*t (sambil membayangkan
saya terpaksa berenang di air sungai yg berwarna kecoklatan).

Rupanya pikiran orang sama pikiran gajah itu berbeda. Si gajah
menjatuhkan kami ke arah kiri (gajah g*bl*k), yang berarti lebih ke tengah
sungai, dan lebih bahaya.

Sungai yg kami sangka tenang, ternyata
arusnya lumayan deras, dan dalam. Saya berusaha mencari pijakan dan terkaget2
karena kaki saya nggak nyentuh dasar sungai dan kami berdua mulai terseret
arus. Lesson learned here, berenang
di sungai tidak sama dengan
berenang di kolam renang.

Sementara di tepi sungai,
percakapan dalam bahasa Thailand
antara Aun dan temennya pawang gajah

TPG  : Mereka bisa berenang?

Aun   : mmm (sambil ngeliatin
kami yg sedang terseret arus dan berusaha keras untuk mengambang + (masih) tetap
merekam dengan handycam-nya) tampaknya tidak

Suddenly dia nyadar, OMG, temen2
dalam bahaya, (baru saat ini itu dia berhenti merekam). Temen pawang gajah itu
jadi panik dan lari2 di sepanjang tepian sungai berusaha menolong kami yg lagi
terseret arus. Saya jadi inget baywatch,
bedanya ini bukan Pamela Anderson yg lari2 buat nyelamatin kami, tapi
abang-abang Thailand
yg temenan sama gajah yang berusaha nyelamatin kami. Anyhow, saya dan Poli
berhasil berenang ke tepian (usaha sendiri), saya bertahan sama ranting pohon,
Poli berusaha mengambang. Yang
nyebelinnya, pawang gajahnya ketawa2 tanpa menyadari bahwa kami berdua terseret
arus dan bête banget sama dia. Saya jadi pengen nimpuk orang, sayangnya masih
deg-deg-an dan kedinginan (gara2 basah) karena kejadian tadi.

Setelah kejadian tadi, kami masih
tetap kembali naik gajah untuk ke titik keberangkatan. Sampai disana, kaami
ditawarkan, mau ngasih makan gajah nggak?? Tebak makanan gajah apa? Pisang.
Rupanya monyet punya saingan. Tapi gajah2 lebih rakus dibandingkan monyet,
karena mereka makan pisang tanpa mengupas kulit pisang, langsung ditelen
semuanya.

Pulang dari elephant safari, kami
masih menggunakan pick-up Toyota
bak terbuka yg sama. Berhubung basah, saya dan Poli tidak boleh duduk di depan
dan harus berada di bak terbuka itu. Kombinasi yg bisa bikin orang masuk angin.
Dingin (gara2 basah) + Angin. Malamnya kami mencoba makan di satu restoran yg
masuk ke Lonely Planet lalu ke satu restoran lagi yg lumayan cozy.

Sebagai salah satu cara buat melihat dunia 😉 dari kacamata seorang mahasiswa. Semoga bermanfaat.

Uni Eropa

Nama program beasiswanya Erasmus Mundus. Konsepnya u kuliah S2 di at least di 2 university yg berbeda di at least
2 negara eropa. List2 program yg ditawarkan ada di site dibawah ini
(ada kurang lebih 90an program). Aku ada nama dan email main list
candidate dan reserve list candidate angkatan 2007. Fyi program2 disini
ada buat any field. Details see below. Status: Reserve list

http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/projects/index_en.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Erasmus_Mundus

Buat
yang kerja di Health, Safety and Environment, di perusahaan2 minyak,
program ini rasanya menarik, yang sayangnya saya salah liat tanggal
deadline =( …….. padahal cocok banget sama first assignment di COP

http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/projects/action1/me3_en.pdf

Belanda

HSP Huygens

=> buat yg lulus S1 < 2 tahun yang lalu

Kalo
mau daftar2 deadlinenya tanggal 1 February 2009, jadi masih banyak
waktu. Kalo ada yg mau ke TU Delft, bisa kontak, lagi promosi nih
hahaha. Intinya u daftar university dulu (dan minta surat rekomendasi
buat daftar HSP Huygens), begitu u dapet rekomendasi, daftar HSP
Huygens. Makin cepat makin bagus =).Jumlah yg dikasih cukup lah, tapi
masih blm tahu cukup apa nggak buat backpacking pas liburan ;p. Status:
Accepted =)

http://www.nuffic.nl/international-students/scholarships/worldwide/hsp-huygens-programme

STUNED

Ini untuk yg pengalaman kerjanya > 2 tahun. Lumayan lho dapet EUR 870 per bulan.

http://neso.nuffic.nl/indonesia/indonesian-students/information-in-english/scholarships/stuned

NFP

Seinget
saya sama kaya STUNED, tapi u mesti dapet guarantee dari employer u
buat keep your place after you graduated. Tanya NESO Indonesia aja
detailnya

Shell Scholarship

Setahu saya shell
scholarship ini buat Belanda dan Inggris. Tetangga saya di spacebox
dapet shell scholarship, kalo ada yg interested, dapat saya kenalin.
Buat detailnya liat website dibawah. Dikasih EUR 870 per bulan. Tahun
2008 buat belanda ada 2 orang yg dapet.

http://www.shellscholar.org/apply/index.html

University Scholarship (or Faculty Scholarship)

Ini
biasanya tiap university punya. Buat mahasiswa yg daftar beasiswa tapi
nggak dapet2, mereka diikutkan buat beasiswa ini. Besarnya sekitar EUR
740 sebulan. Senior saya yg dapet ini lulus lho… jadi “beriman” aja =).
Sama bilang sama univ yg u mau daftar, “Hoi, saya lagi nyari
scholarship nih, bantuin dong -> biasanya mereka mau membantu”.
Temen seangkatan saya pas kuliah dulu jg dapeat beasiswa kaya gini.
Tiap univ beda2 besarnya.

DIKTI Scholarship

Dari DIKTI-nya Indonesia . Saya terus terang nggak tau cara applynya gimana, yg jelas 2 temen saya finance-nya dari sini

Depkominfo

Dari
temen2 saya yg dapet, Depkominfo ngasih duit yg kurang lebih sama kaya
Stuned buat yg mau menyelesaikan kuliah di Belanda , Australia ,
Sweden, Prancis dan Inggris.

PLN

Hanya untuk orang internal PLN, tahun 2008 di TUD ada sekitar 5 orang.

Moslem Youth Leader

Ini kayanya buat University Leiden aja deh, pernah ketemu anak2 yg dapet pas lagi nyari2 elektronik di MediaMarkt

Jepang

First
thing first, buat Jepang, dapet professor/sensei dulu. Abis itu kasih
research proposal dan minta surat rekomendasi dia (dipost) yg pake
“tandatangan” alias “Hanko”. Ampuh banget buat dapet beasiswa (trust me)

Asian Youth Fellowship

Kayanya
yg ini susah deh, applicants biasanya 120 orang, finalis sekitar 12, yg
diambil kayanya dua orang =P deadlinenya akhir tahun biasanya
(November/desember). Status: sampai seleksi dokumen

Anyway, websitenya di

http://www.asiaseed.org/ayfj/

Panasonic Scholarship

Lebih
mudah dari AYF, tapi lebih sulit dapetinnya dari monbukagakusho.
Sekedar gambaran, yg apply 1500an orang, nanti disaring jadi 40
semifinalis, lalu 12 finalis, dan terakhir jadi 3 yg dapet. Saya kenal
3 orang (sekarang sih kenal 5), anak2 yg dapet Panasonic scholarship
ini. Kalo butuh dikenalin =P yg dua (cewek) masih single lho hehehe.
Deadline biasanya bulan maret seinget saya. Cek sendiri aja deh.Status:
Finalist

http://www.panasonicscholarship.com/

Monbukagakusho Scholarship

Pokoknya
ini dari pemerintah jepang, dan seinget saya lumayan banyak jatahnya
(probabilitas u dapet lebih gede pokoknya disbanding AYF atau
Panasonic). Deadline sekitar bulan Juli.

http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html

ADB Scholarship

Saya
sih nggak tau detailnya, tapi temen saya pernah ada yg dapet. ADB =
Asian Development Bank lho, bukan Ayah Dan Bunda… silahkan googling
sendiri

MEM University of Tokyo

Ada scholarship
jg, tapi hanya buat anak mechanical, electrical, dan material
engineering. Gooling aja MEM University of Tokyo => Programnya
bahasa inggris buat 2 tahun, bukan bahasa jepang. Status: acceptance
letter dari professor

Beasiswa U to U

Pokoknya u
pake jalur cepet, minta professor u apply via university dia, yg
penting univ almamater kita ada hubungan dengan univ. yg kita tuju.
Contoh: Keio Univ dan ITB.

Inggris

Chevening

Menurut
saya ini beasiswa ke-2 yg paling susah ditembus (pertama ya AMINEF
lah). Saya kurang ngerti prosedurnya, mendingan liat kesini aja

http://www.chevening.com/

Shell Scholarship

Setahu saya shell scholarship ini buat Belanda dan Inggris. Univ-nya liat di websitenya aja hehe

http://www.shellscholar.org/apply/index.html

Prancis

Total Scholarship

Denger2
kata2 ini, saya jadi penasaran, kapan ya ada ConocoPhillips Scholarship
=). Deviana Octavira (apprentice April 2007) dapet tuh… detailnya tanya
dia aja hehehe status: Second Round via ITB, Devi lebih hebat, dia
tembus via UGM ;p

France Government Scholarship

Informasinya biasanya ada di website kedutaan prancis. Silahkan nyari sendiri hehe, …..Reta dapet beasiswa ini.

Australia

ADS/AFS Scholarship

Detail2 kaya gini tanya Robert (Apprentice October) aja, dia link-nya lebih banyak

South Korea

LG Scholarship

Beasiswa
yg ujung2nya ikatan dinas sama LG. Kayanya 4 temen saya yg dapet cukup
berbahagia meskipun uang sakunya pas2an, ,dua dari mereka malah lanjut
ke PhD

by:

RAI