Masih Jumat pagi (jam 8.07 AM) di Nordwijk ketika gw menerima SMS dari Lia “Ronce, aq ndak pass.. inrie yg pass, maaf y aq ndak bisa ada pas kamu kesini lagi..”. Grup terakhir yg presentasi ke VP dan manager telah mengetahui hasilnya. Gw yang masih tidur2an langsung berpikir “Is it a dream?” setengah nggak percaya membaca SMS Lia.

No, it’s not a dream. Hari itu gw tidur dengan HP di sebelah kepala gw, pengen denger berita hasil akhir grup 3 yg presentasi, jadi gw bisa dapet update terkini dari temen2 angkatan gw begitu ada berita. Gw langsung telepon Lia, berusaha menghibur dia, dan SMS inrie, nyelamatin dia, but I know in Inrie’s heart she feel sad. Kegembiraan apprentice yang pass bisa dibilang kegembiraan dan kesedihan yang jadi satu. Dia pass, tapi di saat yg bersamaan, teman2 dia bbrp tidak pass. Dari Inrie, gw tahu Ami pass dan Dian nggak pass.

SMS itu cukup buat hari terakhir gw di MoT Introduction week jadi gloomy. Sehari sebelumnya, kamis malam, ketika beach party bareng temen2 MoT, gw deg-deg-an dengan presentasi grup terakhir (if I don’t
go to Netherlands, that is my presentation group). Gw cuman bisa berharap group yg presentasi hari Jumat can do their best, semangatin mereka via SMS dan telepon hari kamis itu. Mental mereka pasti campur aduk setelah kejadian hari senin (hanya 1 of 4 yg pass). Pada saat itu gw in the middle of nowhere di Nordwijk. Akses internet terbatas karena
kita bener2 sibuk dengan Introduction week, telepon jg terbatas sama pulsa =(.

Dari pantai Nordwijk, gw cuman bisa ngeliatin lampu2 oil platform di North Sea yg kelihatan dari pantai. Malam itu gw yakin anak2 pasti tidurnya nggak tenang, tegang, menghadapi detik2 menentukan di kerjaan mereka. Gw jg tegang, karena gw pasti akan menerima kabar baik dan kabar buruk dari temen2 gw. Pertanyaannya, siapa yang akan ngasih kabar baik, dan siapa yg akan kasih kabar buruk?

SMS yg shocking jg datang dari Robert bbrp hari sebelumnya, hari senin siang (senin sore WIB), “Hari ini yang lolos cuman 1, coba tebak siapa”. Sumpah deh Bert, saat itu bukan saat yg tepat untuk bercanda, tapi dari nada SMS Robert, gw tahu pasti Hadi yang lolos. SMS berikutnya “Gimana Nald, udh tahu yg lolos? Yg lolos cm Hadi” GILAAAA!!!!!! Sumpah gw nggak habis pikir kenapa Cuma 1 yang pass (dari 4 orang yg presentasi). Gw tahu bagaimana Etty dan Sari semangatnya bikin presentasi seperti apa, dry run sampai bener2 dry. Sari nggak lolos? Sebelum presentasi kita semua dari awal menduga kebalikannya, Sari pasti lolos……. Gw nggak bisa komentar soal Etty karena gw nggak pernah ada saat dia dry run. Yudha udah ngasih tahu gw bahwa dia nggak pass sebelum gw ke Nordwijk. Buat yg ga tau gw lagi ngapain, gw lagi diospek dutch style tanggal 15~19 September sama jurusan gw.

Hasil hari pertama jg bikin kita up and down. Robert dan Yani pass, while on the other hand Suci dan Eva didn’t make it. Pas Senin pagi WIB, pas gw telepon suara Robert benar2 tegang, dari anak2 gw tahu dia emosinya lagi nggak stabil bbrp hari sebelum presentasi. Yulis kena marah, Wiena jg kena marah. Eva, gw tahu dia nothing to loose. Suci… setahu gw Suci udah nothing to loose. Yang gw tahu berusaha sampai detik2 terakhir adalah Robert. Persiapannya menurut gw yg paling matang, selain Inrie, Lia dan Sari (pokoknya yg sering dateng dry run).

Semula di analisa gw yang posisinya paling aman Sari dan Lia. mainly karena mereka berdua penempatannya masih di satu departemen. Sari di HR Services dan TM (HR), Lia di Logistic dan MM (SCM). Kedua bos mereka jg suka banget sama mereka, tapi nasib berbicara lain.

Out of 12 orang yg presentasi, only 5 that is passed. Kalo ngeliat cuman buat angkatan gw (excluding Yani) only 4 of 11 that is passed. That means it’s only < 40% of apprentice that is passed. Sumpah, gw bener2 nggak menduga ada hasil seperti ini. Gw mikirnya ada at least 6 orang yg pass.

Ada saat di hidup seseorang, ketika nasibnya ditentukan hanya dalam 40 menit presentasi. Hasil kerjaan selama setahun dinilai di 40 menit itu. Is it fair? No, it is not, but this is life, nothing is fair in it.

For my fellow apprentices “you have done your best, let God take care the rest”. Buat yang pass, congratulations for the future leaders of COPI, buat yang nggak pass, ingatlah persahabatan yg terjalin selama setahun ini, all of you also the future leaders, no one fails, only unlucky.

Advertisements