September 2008


Sekitar
kurang lebih setahun (lebih deng =P) yang lalu, gw dipanggil buat test di salah satu oil company buat ikutan program buat develop future leader mereka. Kedua kalinya gw dipanggil test ini, yang pertama gw nggak bisa datang karena satu dan lain hal.

Gw ikutan assessment day pertama. Gw, Inrie, Robert, Lia, Eva
dan Dian berasal dari batch pertama. Ketika ngeliat2 foto2 assessment day itu, gw inget ice breaking question gw “You found a magic lamp and a genie came out to give one wish only. What is your wish? Why?”. Jawaban gw simple aja, gw pengen 3 more wishes =). Hadi, anak yg jayus, dapet pertanyaan, mendingan masuk hutan penuh harimau atau berenang di lautan penuh hiu. Jawaban Hadi bikin orang ketawa. Masuk hutan penuh harimau, pas ditanya Why? “Because I cannot swim” dan
semua orang ketawa.

Lalu ada business case dan kita dibagi jadi 4 group buat bikin presentasi. Gw sekelompok sama Lia, Matt, Herlin, dan Leni. Saat group discussion, gw sering interrupt karena mereka pake bahasa ekonomi banget. Eva dan Dian satu grup. Inrie di grup yang lain. Robert di grup yang lain lagi. Dari grup gw, hanya gw dan Lia yg pass.

Panel interview buat gw ada dua kali. Yang pertama kayanya berisi HSE, SCM, dan IS. Pertama kali pas ditanya “tertariknya ke departemen apa?” tanpa basa basi langsung gw jawab HSE. Good answer karena karena jawaban ini gw lewat seleksi. Later I know that Pak Bori (my supervisor) and Bu Aty (one of manager in HSE) was in this panel. Panel
interview yg kedua kayanya dari HR dan Finance. Pertanyaannya general banget. Testnya seinget gw hari Senin, hari Kamis gw udah dikasih tahu hasilnya bahwa gw lolos dan Sabtu disuruh med-cek di Manggala Wana Bakti. Pas medcek gw ketemu bareng sama Eva dan Robert, the start of our friendship in the following month.

Assessment day kedua menghasilkan Suci, Etty, Ami, Hadi, Sari, dan Yudha. Finally, masing2 assessment day menyumbangkan 6 orang untuk jadi apprentice batch kita. All of us started together. Gw sebagai pionir di HSE gara2 HSE baru kali ini ikutan program apprentice.

First Assignment Apprentice yang lain??? Hadi, Suci, dan Ami ditempatkan di IS. Lia dan Inrie ditempatkan di Logistics, Sari dan Yudha di HR, sisanya di Finance, Robert di E&P, Dian di Business Analyst, Etty di Asset, Eva di Treasury.

Tiap senin sejak tgl 22 October ~ 28 Feb kita mesti ikutan weekly training, setengah hari dari jam 8.000 until lunch time. Asyiknya, disini kita semua bisa menghemat makan siang, karena makan siang disediakan kantor hehehe =).

Di HSE, gw ditempatin di Safety Engineering. Pertama kali duduk di cubicle gw, ada nama John Purba, abang PA-nya Paul disitu. Ternyata tempat gw itu tempat dia dulu. Dunia ini begitu sempit. Di safety engineering ada Pak Bori (Supervisor gw). Pak Erwan, Mbak Santy, Mbak Lusi, dan Tony. Yang bareng masuk gw di safety ada Ummi Kaltsum, my back to back selama 6 bulan. Masuknya bulan yg sama, dirotasi ke tempat lain jg bulan yg sama. Project gw ada Gelam Hazard Identification (bareng sama Pak Erwan), Kerisi Simultaneous Operations (bareng sama Mbak Santy dan Tony), ORF (disupervise Pak Bori).

Pertamakali kita “keluar” bareng saat Town Hall meeting di Hotel Dharmawangsa. Some of us join the Choir, tapi kebanyakan datang buat makanan aja rasanya hehehe.

Aktivitas yang nggak related sama kantor? Gw, Robert, Hadi dan Yudha pertama kali ke KKN – Kenduri Kuliner Nusantara di gedung arsip di daerah kota. Disinilah dibuat foto Hadi dan Yudha yang heboh di mid-april 2008 (masih ingatkah foto yang mana?)

CITOS merupakan tempat hang out favorit, mainly karena tempatnya yg deket banget sama RP2 dan kost2an anak2. Suci dan Etty bahkan dapat mengatakan Citos rumah kedua mereka, karena kost-an mereka bener2 di belakang Citos.

Pada first assignment ini berkembanglah gossip pertama love triangle between trio kwek-kwek, yang anggotanya berinisial HW, NY, RC. Semula kost-an CT14 hanya didiami oleh RC, tapi tak berapa lama kemudian HC dan NY bergabung dan mereka tinggal sekamar. Sejak itulah berkembang gossip ini.

Kita juga sering meramaikan milis yg kita bikin sendiri. Anggotanya hanya apprentice angkatan kita. Gw jg bingung kerjaan kita apaan sih, kok cuman bikin email2 nggak jelas di milis. Penyebar isyu udah pasti Yudha, gw bertindak sebagai bensin dan biasanya antara Lia dan Eva yg jadi korban. Hadi biasanya posting yang nggak jelas, dan Robert biasanya yang marahin Hadi. Inrie tidak dapat diduga di pihak mana. Sari kapok sejak kasus “aromatherapy”. Ami awal2 masih ikutan, tapi sejak dia sibuk jarang kelihatan. Dian bener2 jarang kelihatan dari awal. Etty dan Suci sesekali kelihatan berpartisipasi. Dari milis ini juga berkembang gossip kedua, “R*nc* dan L*nc*”. Nama sengaja disamarkan.

Awal Desember kita disuruh Presentasi Job Description ke hadapan para VP dan manager. Inilah pertama kali kita mengenal kata “dry run” dan melakukan dry run itu. Bbrp hari kemudian bbrp apprentice join ke acara Christmas dari kantor di Hotel Dharmawangsa. Masih berkaitan dengan Natal, kita pernah ikutan misa di Katedral (lupa siapa aja, ga ada kamera sih). Yang jelas gw inget ada Eva dan Robert. Malem2 itu di Bunderan HI, secara nggak sadar gw nerobos lampu merah, gara2 ngantuk. Udah malam benget euy.

Campus Visit merupakan saat2 menegangkan buat para campus coordinator. Sifat Robert berubah sejak dia jadi Campus Coordinator MM UI. Yudha dengan bangganya mengatakan “gw berhasil mengubah Robert”. MM UI merupakan campus visit paling banyak dihadiri apprentice. After that, balik ke RP2, dan 7 of us barengan ke Mal Artha Gading naik mobil gw (yg kapasitasnya cuman 5 orang), jadi ada 5 orang dempet2an di bagian belakang mobil gw sampe gw takut mobil gw kenapa2. Campus visit yg lain (UI, ITB, UGM, Unsri, ITS) berjalan lancar, kecuali ada kasus “Siapa yg bikin tiket dari Istambul ke Timika?”. Plus beberapa kejadian seperti dengan Mbak P yang cukup ditakuti di HR.

Akhir januari gw ikutan T-BOSIET Training di Cilegon. Mahal boooo trainingnya, kalo ga salah USD 700an buat 3 hari dimana kita ikutan HUET (Helicopter Underwater Escape Training), BFF (Basic Fire Figthing), Sea Survival, dan First Aid Training.

Ami sebagai assessment day coordinator bertanggung jawab sama assessment day, terutama assessment day preparation. Ketahuan juga bahwa Ami punya leadership yang tinggi, dan agak2 kolerik. Once,
sebelum assessment day 2, kita pulang jam 12.30 malam. Karena pusing, gw, Hadi, Lia sempet2nya ke atap RP2, dan lantai 12 buat foto2 di tempat2 yang terlarang, contoh terasnya para leadership team, etc. Jangan lupakan juga business case yang diketuai oleh Robert. Semua orang pernah merasakan leadershipnya Robert, sehingga dia dijuluki coordinator of intellectual team oleh Yudha.

Pembagian kerja buat assessment day garis besarnya seperti ini. Hadi bertanggung jawab buat goodies (jadi mesti baik2 sama Hadi). Yudha itu big big bos yg memberi nasehat, Robert mengetuai tim business case, gw ngurus2in guidelines dan ruangan, Lia yang ngurus2in CV kandidat, barengan sama Eva. Inrie yang ngurusin hotel kalo ga salah. Yang lain gw lupa.

Assessment day 1 dan 2 berjalan lancar. Khusus untuk AD2, Ami dipuji sama MJC “ini assessor package terbaik yang pernah ada”. Good point to pass the first year, secara MJC adalah godfathernya apprentice.

Setelah AD1 dan AD2, semua dikagetkan dengan hasil 1st year presentation senior kita. Only 5 of 9 who passed the presentation. About 50 per cent. Penurunan persentase, mengingat senior mereka 100 persen lulus (cuman 5 orang sih).

Second assignment untuk beberapa anak sudah pasti, tapi untuk apprentice yang lain belum pasti. Hadi dan Suci tetap di IS, tapi beda grup, Ami dipindahin ke BA. Sari tetap di HR, Yudha dipindah ke Finance – Tax. Lia tetap di SCM, tapi beda grup, skrg di MM, Inrie dipindah ke OEE. Etty pindah grup di finance. Eva terlepas dari cengkeraman treasury (dan di second assignment ini, baru kita melihat Eva lebih sering tersenyum), Dian pindah ke Business Excellence, gw pindah ke Business Continuity. Robert pindah ke BA, menemani Ami.

Di departemen Business Continuity gw yg baru ada Roger (bos gw), Mbak Anita, Fanny, Yura dan Noel. Small group, tapi kompak. Disini gw dapet 2 project, Business Continuity Planning yg membuat gw harus kontak dengan 3 orang di Houston, plus 39 BCP Coordinator di kantor, dan 1 orang dari IS plus 1 orang dari HSE. Bener2 high exposure just like Anggi said. Project kedua gw related sama Asia Pacific Risk Assessment. Negara yg terlibat: Jepang, South Korea, China, Hong Kong, Vietnam, Malaysia, Singapore, East Timor, Australia. Tough project I said.

Di second assignment ini, ada COPI Fastivity di daerah yang lumayan jauh. Some of us jadi volunteer di registration desk. Ada band Coklat yang manggung. Ada bbrp foto yang dijadikan “berita” di milis apprentice.

Kita mulai mengikutkan apprentice bawah di milis kita, jd isinya makin rame. Wiena, Yulis, Wesly, Richard, Fitri termasuk yang sering meramaikan milis ini. Isinya, makin nggak jelas.

Akhir bulan Mei, 5 of us ke Bandung, ke Ciwedey. Gw, Robert, Inrie, Lia, dan Etty akhirnya berangkat jg ke bandung. Akomodasi ditanggung sama Inrie (thanks Rie), Robert berperan sebagai bendahara, seperti biasa. Di tempat pertama, kawah putih, accidentally kita ketemu groupnya Damar cs yg jg kesitu. Abis kawah putih kita ke Situ Patengan dan melihat kebun teh dan juga danau (situ) patengan. Disini ada yang “numpang” di mobil gw sampe2 bagasi nggak bisa ditutup. Malam ditutup dengan hujan dan kita terjebak macet saat mau ke bandung. Dinner at Inrie and Sam’s favorite place =). Besoknya kita dibawa ke Pascal Hiper Square sebelum pulang ke Jakarta.

Early June, kita gabung sama bbrp orang dari COPI Outdoor ke Curug Cibodas. Ada gw, Robert, Hadi, Lia dan Fita (temen IBP). Ini pertama kalinya bbrp anak ke puncak dan perjalanan ke Curug ini lumayan capek jg. It’s worth it, the view was beautiful. Peserta yang lain, Pak Han and family, Pak Yanto and Family, Tri, dll.

Mid June ada dua hal, farewell trond-eric, dan kantor gw mati lampu yang akhirnya di-evakuasi. Abis farewell Trond-Eric, some of us went to Citos and Karaoke. Semenjak second assignment gw jarang join anak2 buat jalan2 bareng, mungkin gara2 gw ikutan shuttle sehingga waktu pergi dan waktu pulang kantor gw.Kantor mati lampu menyebabkan kita di “evakuasi” dan dipulangkan lebih awal. Jam 10an kalo nggak salah. Gw akhirnya ikutan shuttle pulang buat ngambil mobil soalnya gw, Robert, Lia dan Eva janjian buat jalan (entah kemana). Beberapa apprentice yang lain karaoke (dan neleponin kita nanyain kita ada dimana). Ketemuan di Citos jam 1-an, akhirnya kita ke Ancol, jalan2 di daerah pantainya, lalu dari situ ada dua pilihan, mau ke PRJ atau Kota Tua, akhirnya kita milih Kota Tua. Sampe di kota tua udah menjelang sore, dan kita akhirnya menikmati senja di kota tua, termasuk ke gedung museum seni rupa dan keramik, yg dibilang sama Lia itu White House. Lalu nyari mesjid buat Lia di belakang gedung BNI Kota. Dari sini Eva (atau Lia???) mau ke Grand Indonesia, katanya pengen ngeliat dancing fountain di Seibu. We cannot make it to 7 pm show, so, kita sebentaran ke Monas, foto2 bentaran dengan background monas di malam hari. Dari sini akhirnya kita ke Grand Indonesia, ngeliat Seibu Dancing Fountain. Grand Indonesia masih sepi banget, kita sampe ke daerah yang seolah2 itu di Belanda/ China/ Jepang dan toko2 disitu masih tutup. Eva dan Lia berubah jadi model dadakan hari ini.

Beberapa teman gw telah tahu bahwa gw sedang mempersiapkan backup plan, gw sebenarnya udah dapet kepastian dari awal mei bahwa gw tembus HSP Huygens, tapi gw waktu itu masih bimbang apakah akan lanjut terus di kantor atau ke TU Delft. Gw pernah cerita ke Inrie, bahwa gw akan cerita backup plan gw akhir bulan juni, kenapa? Karena akhir bulan itu deadline pembayaran tuition fee ke TU Delft. Kalau itu sudah beres, sebenarnya bisa dibilang gw udah registered as student.

Rencana awal, onshore field trip ini dilakukan bulan juni. Stephie yg koordinasi ini. Tapi akhirnya ditunda ke akhir July and awal august. Gw ikutan batch 1, akhir July. Di bandara, Etty jadi sasaran tembak sama Mas Salim, Ami dapet julukan baru -> Dora gara2 tas dia membuat dia mirip Dora the Explorer. Kita mengunjungi South Jambi Block, sekitar 11 jam perjalanan darat dari Palembang, nginep disitu. Batch 1 itu ada gw, Yudha, Lia, Suci, Etty, Eva, dan Ami. Orang yg nemenin kita itu Mas Salim, diassign sama Garry langsung. Nginep semalem di SJB, hari kedua kita tour SJB selama setengah hari. Kata Eva, block ini hidup segan, mati tak mau. Tapi fasilitas buat entertainmentnya oke banget, ada meja bilyar, karaoke, fitness, etc. After lunch ke Grissik, salah satu asset Tier 3 kita. Sampenya sore dan besoknya baru Plant tour. Di Grissik ini Ami diteriakin “woi jangan” gara2 mau berpose ngisi bensin di pompa bensin warehousenya grissik. Dari grissik kita ke Suban, salah satu anak emas COPI. Yang gw suka dari suban, pemandangannya di malam hari. Suban Cuma 2 jam dari Grissik, jadinya kita langsung ikutan plant tour. Nginep semalem, dan gw sekamar sama apprentice operations. Hari ke-4 kita pulang dari Suban, tapi semua, kecuali Ami dan Mas Salim, memutuskan untuk extend di Palembang. Etty dan Suci jadi tuan rumah, kita ber-4 hanya nurut2 aja. Pertama kali dibawa ke mall, buat ketemu sama temennya Lia, abis itu ke jembatan ampera, naik getek buat makan di restorant yg terapung di sungai musi. Dari situ kita ke semacam bunderan HI-nya Palembang, Mesjid Agung Palembang, dan ditutup dengan makan durian.

Bulan juni/juli ini beberapa apprentice angkatan atas udah sibuk bikin sesuatu buat MJC Farewell. Sebagai “pelindung” apprentice yang akan dipindahkan ke daerah Arab sono, ada yg pengen ngasih farewell gift buat dia. Ada bbrp hal yg pengen dikasih, pertama karikatur MJC plus semua apprentice (1st, 2nd and permanent), yang kedua video tentang MJC beserta kesan2 apprentice tentang dia. Yulis dan Robert yg ngerjain Video, Yudha yg ngerjain karikatur. Anyway, farewell MJC ini tanggal 7 August. Hightlightnya, semua pada inget sama komentarnya Eva “Pak Mike is unpredictable”, sama Wiena dishoot di WC, gambar di PC-nya Mere ;P.

Awal August ada farewell dari Business Continuity karena akhir August gw akan ke TU Delft, pursuing my further education. I had a nice gift from them, photo album, Lonely Planet Central Europe and card that has quotes from all personnel. Perwakilan dari HSE ada Ummi, Yanni diundang sama Mbak Anita. Dari apprentice angkatan gw ada Eva, Yudha, dan Lia. Roger inget sama Eva “hey, u yang bilang Pak Mike is unpredictable ya?”

Lalu tanggal 12-nya adalah my birthday. Bbrp datang ke atas membawa pempek, guess, gw sama sekali nggak mencicip mpek2 ini hehehehe. Mbak anita ngomong, kok diabisin Nald? Tentu aja ada foto2,
minjem kamera dari Pricha.

Farewell apprentice angkatan gw tanggal 14-nya. Tempat favorit tentu saja citos. Restorannya? Malay Village. Gw berharap full team datang, tapi Ami nggak datang =(. Anyway, we had fun together. Mungkin occasion kali ini yg datang lumayan lengkap (11 of 12). Let see, gw dikasih sweater, sama foto2 sejak assessment day sampai onshore field trip. Thanks guys, especially yg milihin. Rasanya ini kita kumpul paling lengkap sejak weekly training berakhir.

Weekend terakhir sebelum gw berangkat, gw habiskan dengan ke kantor, beres2in kerjaan. Foto2 di RP2, tgl 18-nya ke Es Krim Regusa bareng Eva, Lia, dan Robert. Gw awal2nya bingung, kenapa Lia bilang es krim Ragusa itu di Kota Tua. Setelah dicari2 bareng2, ternyata itu di deket Istana Merdeka. Dan yang lucu lagi gw tahu tempat ini sebagai Es Krim Italia. Akhirnya bisa memenuhi keinginan seseorang makan disini, berbuat kebaikan sebelum gw berangkat, lho lho. Malemnya farewell sama anak2 IBP, Bolat dan Baduy, temen2 jalan gw. Gile sibuk jg ya di hari2 terakhir.

Morning meeting sama Roger di selasa pagi bikin gw kaget. “Ron, u presentasi ke JT, kamis ini”. Gile, ini bikin gw kaget banget, karena JT ini presiden di kantor gw, alias orang nomor 1 disitu. Rencana semula yg ingin bersantai di minggu terakhir ini, gagal total. Akhirnya acara ditunda dari Kamis ke Jumat jam 15.00. walah, last day gw (sebelum kuliah lagi) ditutupnya sama presentasi ke big big bos. The presentation run well. Pertama kali gw presentasi di 12.B di tempat LT biasa meeting tiap selasa. Roger dan Noel bantu banget pas presentasi. Hari terakhir gw di kantor gw pulang jam 11.30 malem. Lia ngasih gelas bergambar foto pas gw ultah dan foto bareng di Grissik dan Pin Indonesian Travel Warning. Thanks Lia =). Gw jadi banyak hadiah farewell, termasuk dari temen2 yg lain ;p hehehe.

Dry run first year presentation, dijadwalkan tiap Selasa dan kamis dimulai dari pertengahan Juli sampe waktu presentasi. Gw hanya dua kali dry run (atau 3 kali ya) dengan presentasi project gw di BC. Robert, Lia, Inrie, Sari, Yudha termasuk yg lumayan rajin. Finally gw hanya sebagai pendengar dan pengamat yang setia.  

Do your best, God take care the rest. My friends already did their best in their presentation. The result is already announced. Some stay to be the future leader. The others have to know that no one is fails, only unlucky.

Chayo Chayo Chayo

Advertisements

Masih Jumat pagi (jam 8.07 AM) di Nordwijk ketika gw menerima SMS dari Lia “Ronce, aq ndak pass.. inrie yg pass, maaf y aq ndak bisa ada pas kamu kesini lagi..”. Grup terakhir yg presentasi ke VP dan manager telah mengetahui hasilnya. Gw yang masih tidur2an langsung berpikir “Is it a dream?” setengah nggak percaya membaca SMS Lia.

No, it’s not a dream. Hari itu gw tidur dengan HP di sebelah kepala gw, pengen denger berita hasil akhir grup 3 yg presentasi, jadi gw bisa dapet update terkini dari temen2 angkatan gw begitu ada berita. Gw langsung telepon Lia, berusaha menghibur dia, dan SMS inrie, nyelamatin dia, but I know in Inrie’s heart she feel sad. Kegembiraan apprentice yang pass bisa dibilang kegembiraan dan kesedihan yang jadi satu. Dia pass, tapi di saat yg bersamaan, teman2 dia bbrp tidak pass. Dari Inrie, gw tahu Ami pass dan Dian nggak pass.

SMS itu cukup buat hari terakhir gw di MoT Introduction week jadi gloomy. Sehari sebelumnya, kamis malam, ketika beach party bareng temen2 MoT, gw deg-deg-an dengan presentasi grup terakhir (if I don’t
go to Netherlands, that is my presentation group). Gw cuman bisa berharap group yg presentasi hari Jumat can do their best, semangatin mereka via SMS dan telepon hari kamis itu. Mental mereka pasti campur aduk setelah kejadian hari senin (hanya 1 of 4 yg pass). Pada saat itu gw in the middle of nowhere di Nordwijk. Akses internet terbatas karena
kita bener2 sibuk dengan Introduction week, telepon jg terbatas sama pulsa =(.

Dari pantai Nordwijk, gw cuman bisa ngeliatin lampu2 oil platform di North Sea yg kelihatan dari pantai. Malam itu gw yakin anak2 pasti tidurnya nggak tenang, tegang, menghadapi detik2 menentukan di kerjaan mereka. Gw jg tegang, karena gw pasti akan menerima kabar baik dan kabar buruk dari temen2 gw. Pertanyaannya, siapa yang akan ngasih kabar baik, dan siapa yg akan kasih kabar buruk?

SMS yg shocking jg datang dari Robert bbrp hari sebelumnya, hari senin siang (senin sore WIB), “Hari ini yang lolos cuman 1, coba tebak siapa”. Sumpah deh Bert, saat itu bukan saat yg tepat untuk bercanda, tapi dari nada SMS Robert, gw tahu pasti Hadi yang lolos. SMS berikutnya “Gimana Nald, udh tahu yg lolos? Yg lolos cm Hadi” GILAAAA!!!!!! Sumpah gw nggak habis pikir kenapa Cuma 1 yang pass (dari 4 orang yg presentasi). Gw tahu bagaimana Etty dan Sari semangatnya bikin presentasi seperti apa, dry run sampai bener2 dry. Sari nggak lolos? Sebelum presentasi kita semua dari awal menduga kebalikannya, Sari pasti lolos……. Gw nggak bisa komentar soal Etty karena gw nggak pernah ada saat dia dry run. Yudha udah ngasih tahu gw bahwa dia nggak pass sebelum gw ke Nordwijk. Buat yg ga tau gw lagi ngapain, gw lagi diospek dutch style tanggal 15~19 September sama jurusan gw.

Hasil hari pertama jg bikin kita up and down. Robert dan Yani pass, while on the other hand Suci dan Eva didn’t make it. Pas Senin pagi WIB, pas gw telepon suara Robert benar2 tegang, dari anak2 gw tahu dia emosinya lagi nggak stabil bbrp hari sebelum presentasi. Yulis kena marah, Wiena jg kena marah. Eva, gw tahu dia nothing to loose. Suci… setahu gw Suci udah nothing to loose. Yang gw tahu berusaha sampai detik2 terakhir adalah Robert. Persiapannya menurut gw yg paling matang, selain Inrie, Lia dan Sari (pokoknya yg sering dateng dry run).

Semula di analisa gw yang posisinya paling aman Sari dan Lia. mainly karena mereka berdua penempatannya masih di satu departemen. Sari di HR Services dan TM (HR), Lia di Logistic dan MM (SCM). Kedua bos mereka jg suka banget sama mereka, tapi nasib berbicara lain.

Out of 12 orang yg presentasi, only 5 that is passed. Kalo ngeliat cuman buat angkatan gw (excluding Yani) only 4 of 11 that is passed. That means it’s only < 40% of apprentice that is passed. Sumpah, gw bener2 nggak menduga ada hasil seperti ini. Gw mikirnya ada at least 6 orang yg pass.

Ada saat di hidup seseorang, ketika nasibnya ditentukan hanya dalam 40 menit presentasi. Hasil kerjaan selama setahun dinilai di 40 menit itu. Is it fair? No, it is not, but this is life, nothing is fair in it.

For my fellow apprentices “you have done your best, let God take care the rest”. Buat yang pass, congratulations for the future leaders of COPI, buat yang nggak pass, ingatlah persahabatan yg terjalin selama setahun ini, all of you also the future leaders, no one fails, only unlucky.

Delft, selama dua tahun ini gw akan tinggal disini ngelanjutin kuliah
master gw. Why Delft? mainly because it has TU Delft dan it’s in Europe
hohoho, untuk memuaskan keinginan gw untuk meng-explore Europe  =) ….

Sebelum sampai disini, semua serba kilat. Gw masih kerja sampe Jumat
(22 Aug 2008), hari Sabtu malemnya (23 Aug 2008) flight gw ke
Amsterdam. Di hari jumat itu gw mesti presentasi sama big big bos (yep,
sama presiden, alias orang nomor satu di kantor gw, Mr. JT) tentang
project (departement) gw…. Morning meeting hari selasa (abis long
weekend 17an) bikin shock gw. Pas morning meeting Roger ngomong
“Ronald, this Thursday you will present your projects to Jim”. Gubrak,
berantakanlah rencana gw bersantai2 di kantor di minggu terakhir sebelum
berangkat… Huhuhu….. Anyway, presentasinya ternyata ditunda dari
hari Kamis ke hari Jumat jam 15.00…..(untung ditunda, jd lebih banyak
persiapan) di ruangan 12.B keren banget booo, kapan ya gw jadi salah satu dari LT (Leadership Team) dan meeting tiap hari selasa disitu =P hehehe ngimpi dot com =)……Karena presentasi itu gw pulang jam 11.30 PM hari Jumat
itu, abis presentasi gw mesti beres2in cubicle gw yg akan gw tinggalkan
selama dua tahun ini, padahal besoknya flight gw ke amsterdam.

Sabtunya packing, udah disiapin sih semua barang, tapi masih
berantakan. Nyokap gw kayanya ngedumel, karena kejadian ini pernah
terjadi sebelumnya. Sejarah berulang, 3 tahun lalu, pas gw ke Jerman, malah lebih parah. Jumat pagi sampe siang masih kuliah di
Bandung, siangnya naik Argo Gede (bareng Andreas) ke Jakarta, sampe jam
3-an sore. Packing !!!! buat 3 bulan dalam waktu 3 jam hehehe. Kali ini
gw punya setengah hari buat packing, tapi untuk 2 tahun!!!!! Sambil packing telepon sering nyala hooo…. Salah satu yg unik yg gw bawa adalah kunci sepeda =) karena isyunya di belanda kunci sepeda itu mahal booo….

Flight selama ke Amsterdam gw bertemu dengan sesama anak TUD,
Andri Setiawan. Ngomong2 soal nama, sebelumnya gw udah pernah
berkenalan dengan 3 orang yg bernama Andr(i/y) Setiawan. Persiapan dia
bener2 mantap buat kuliah. Buku2 textbook sudah dibawa dari Indo
(katanya disana aslinya mahal – bener banget huhuhu) dan beratnya bbrp
kilo. Ngeliat dia gw jadi malu. Buku2 yg gw bawa itu judulnya “Lonely
Planet – Central Europe”, hadiah farewell dari Business Continuity –
Thanks guys; “The Naked Traveler”; “Keliling Eropa 6 bulan hanya 1000
dollar”; dan “Jomblo”. Sama sekali nggak ada textbook yg gw bawa. Terus
terang aja, project gw di BC makan waktu gw banget, blm lagi bikin2
presentasi, email2an dengan BU di China, Jepang, South Korea, Australia + East Timor, Vietnam. Belum lagi project BCP gw sama Houston…… Jadi benar2 nggak ada waktu buat ngurus2 yg kaya
gitu….

Sampe di Amsterdam jam 6an pagi waktu sono (sekitar jam 11-an WIB).
Cuaca 12 derajat celcius. Samuiiiiii (alias dingin), padahal ini kan
masih summer. Kebayang kan kalo winter. Ada orang dari TUD yg ngejemput
kita di Schiphol. Bahkan ada booth TUD di Schiphol. Gw dikasih backpack TU Delft, food bag (yg lucunya ada Indomie di dalamnya), sama amplop berisi keperluan2 kita. Gw muter2 dulu di Schiphol sampe jam 10an baru berangkat ke
Delft (yg katanya sekitar 50an kilo dan 45 menit dari Schiphol). Di
Delft lebih hangat dikit (16 derajat). Ada 4 orang di mobil. Penjemput
(namanya Jurgen), 1 orang Rumania, gw, dan Mas Andri. Si Rumania
dianter dulu, baru kita diantar. Gw tinggal di Feldmannweg, alias
“Spacebox”. Sampe disitu, kamar gw nggak bisa dibuka. Setelah ketemu orang International Office di Sport center, gw dikasih kunci buat tinggal di hostel. Jadilah malam
pertama gw di Delft gw habiskan di DUWO student hostel. Hiks….

Summary:
Jumat (22/8) masih kerja

Sabtu (23/8) packing paginya, malemnya flight ke Amsterdam

Minggu (24/8) sampe ke holland, gw dikasih kunci yg salah =(
Senin-Jumat (25/8 ~ 29/8) summer school

Next on summerschool