“Shiroi koibito futta no” (translation: the white lover has fall down) gumamnya ketika melihat salju turun dari langit di dinginnya udara Sapporo. Inilah cerita di balik nama oleh-oleh paling terkenal di Hokkaido, coklat Shiroi Koibito.

Ketika itu saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Sapporo, tujuan saat itu adalah ke ke Shiroi Koibito Park, tempat Ishiya Chocolate factory. Perjalanan dengan kereta berakhir di Hassamu-eki. Di Hassamu-eki ketemu Yuriko, bareng-an naik mobil dari Hassamu-eki ke Ishiya. Supirnya? mamanya-temennya Yuriko (panjang ya koneksinya). Saat itu sedang turun salju, mirip seperti ketika inspirasi nama shiroi koibito muncul. Kadang-kadang, ketika turun salju di Belanda, ingatan saya kembali ke salju di Jepang. Dejavu.

Sapporo, December 2005