November 2006


BAB IV

UEC DAN LINGKUNGAN SEKITAR

Bab ini berfokus pada kampus UEC dan
daerah sekitarnya tempat exchange student sering berkunjung untuk makan,
belanja, dan mengurus hal-hal lainnya

4.1
The
University of Electro-Communications

Kampus UEC (Denki Tsuushin Daigaku), atau
yang lebih dikenal sebagai dentsuudai, terletak di Chofu Shi, Tokyo To. Chofu
shi berada di bagian barat dari downtown Tokyo (23 ku). Shinjuku-ku merupakan
tempat terdekat yang dapat diakses dari Chofu station, sekitar 15 menit dan 2
stasiun dengan kereta Special Express atau Semi Special Express.

Kampus UEC terletak pada satu kompleks
sekitar 10 menit berjalan kaki dari Chofu station.

4.1.1 International House (Dormitory)

International
House atau yang dalam bahasa Jepang ”Kokusai Kouryuukaikan” terletak di bagian
belakang dari UEC. Terdiri dari lima lantai dan penghuninya adalah
International Student yang sedang belajar di UEC.

Lantai 5 merupakan lantai khusus
mahasiswi. Lantai 1-3 biasanya diisi oleh mahasiswa. Lantai 4 mayoritas dihuni
oleh mahasiswa, tetapi kadang-kadang 1-2 kamar dapat diisi oleh mahasiswi jika
kamar di lantai 5 telah penuh terisi.

Fasilitas International House

  1. Common
    Room

Common Room ini terletak di Lantai 2. Di
dalam ruangan ini terdapat sebuah Flat TV berukuran besar yang mempunyai
puluhan channel (Cable TV). Selain itu juga terdapat sebuat DVD Player.

Tempat ini sering dijadikan tempat party
oleh foreign students. Biasanya Welcome Ceremony untuk mahasiswa baru (yang
dikoordinir oleh mahasiswa JUSST senior) diadakan disini

  1. Mesin Cuci
    dan Pengering

Setiap lantai memiliki dua mesin cuci dan
dua mesin pengering. Penggunaan mesin cuci dan pengering ini tidak dikenakan
biaya.

  1. Piano dan
    Microwave

Barang-barang  ini terletak di lantai 1, di sebelah kantor
Fukihara-san. Kebersihan microvawe selalu diperhatikan oleh Fukihara-san karena
microvawe ini digunakan bersama

4.1.2 International Affairs Office

International
Affairs Office ini merupakan counterpart dari International Student Office di
ITB. International Office ini mengurus segalal macam hal yang berkaitan dengan
mahasiswa asing. Ada sekitar 10 staf disini, tetapi yang paling sering
berurusan dengan mahasiswa JUSST adalah Naoko Sasaki dan Mika Kogiso.

4.1.3 P-Building

P-Building
terletak di sebelah gakushoku dan library building. P-Building merupakan tempat
yang paling sering dikunjungi oleh mahasiswa JUSST dikarenakan oleh beberapa
hal

  1. JUSST
    Office

Terletak di Lantai 6 P-Building. Di dalam
kantor ini terdapat beberapa orang seperti Suzuki Sensei, Yena-san,
Hisatsune-san, dan Monica

  1. JUSST Room

Terletak persis di seberang JUSST Office.
JUSST room merupakan tempat hang-out mahasiswa JUSST di waktu luang (ketika
sedang tidak di kelas atau ketika sedang tidak berada di laboratorium). Ruangan
ini dijaga oleh para tutor seperti Kocho, Hiro, Ushiyama, dan lain lain. Tutor ini
berganti ganti setiap tahun.

  1. Japanese
    Class

Ruang kelas bahasa Jepang selalu berada di
lantai satu atau lantai dua P-building. Pada lantai 2 terdapat ruang audio
visual.

  1. Toyama
    Sensei Class

Ruang kelas Prof. Noboru Toyama (Pimpinan
program JUSST) berada di ujung koridor lantai 1. Kelas beliau merupakan salah
satu kelas yang cukup populer dimata mahasiswa.

4.1.4 University Coop

Gedung
Coop terdiri dari  3 lantai. Setiap
lantai mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Secara umum dapat dilihat sebagai
berikut

University Coop (University Cooperation)
merupakan ”Kokesmanya” UEC. Terletak di lantai 1 (persis di bawah Gakushoku).
Dalam Coop terdapat sebuah minimarket yang cukup lengkap, barang-barang yang
dijual antara lain makanan, ATK (alat tulis kantor), majalah dan novel,
barang-barang elektronik (laptop, kalkulator, etc). Univ. Coop menyediakan juga
tiket-tiket konser, tiket Tokyo Motor Show, etc. Coop juga merupakan tempat
part-time sebagian mahasiswa JUSST. Prioritas biasanya diberikan pada mahasiswa
yang tidak menerima beasiswa, tetapi bagi mahasiswa yang memperoleh beasiswa
pun dapat mengajukan diri untuk bekerja di Coop.

Salon UEC juga terletak di lantai 1 gedung
Coop. Harga potong rambut (per 1 April 2006) adalah 2000 yen. Satu hal yang
membedakan dengan salon di Indonesia, adalah pengguna harus membuat janji dulu
dan jadwalnya disesuaikan dengan waktu kosong penata rambut.

Gakushoku merupakan singkatan dari Gakusei
Shokudai atau dalam bahasa Indonesianya tempat makan untuk pelajar. Gakushoku
merupakan satu-satunya kantin di UEC. Harga makanan bervariasi dari sekitar 350
yen sampai 600 yen, tergantung pada pesanan anda. Gakushoku menyediakan minuman
gratis. Minuman ini ada 2 jenis, satu berupa ocha (teh hijau) dan air dingin.
Gakushoku ini terletak di lantai 2 gedung Coop

4.1.5 Hall Olahraga

Hall
Olahraga terletak di West Campus. Hall yang terbesar digunakan untuk olahraga
basket, bulutangkis, sepak bola, tenis meja, dll. Salah satu fasilitas yang
diperoleh mahasiswa asing adalah dapat menggunakan hall ini secara gratis untuk
berolahraga setiap hari Jumat malam (19.00 – 21.00).

4.1.6 Sakanami

Sakanami
merupakan satu-satunya kolam ikan di UEC. Tempat ini sering dijadikan tempat
BBQ oleh mahasiswa asing. Hal ini sebenarnya dilarang, tetapi masih sering
dilanggar. Akibatnya seringkali pesta BBQ ini dibubarkan dengan agak paksa oleh
Keamanan UEC.

4.1.7 Library Building

Gedung
ini merupakan gedung tertinggi di UEC (10 lantai). Lantai 1-3 merupakan
perpustakaan, sedangkan sebagian lantai 1 dan lantai 4-10 merupakan ruang kelas
dan laboratorium. Gedung ini populer di mahasiswa JUSST October 2005 sebagai
suicide building, karena sebulan sebelum kami datang seroang mahasiwa UEC bunuh
diri dengan cara melompat dari lantai 10 gedung ini.  Kabar terbaru dari teman-teman di UEC, seorang
wanita paruh baya bunuh diri dari lantai 10 gedung ini pada pertengahan bulan
Oktober 2006.

4.1.8 Main Building

Main
Building merupakan gedung besar yang pertama kali terlihat ketika anda memasuki
UEC. Angkatan kami hanya sedikit sekali menggunakan gedung ini. Pertama kali
ketika opening ceremony untuk kami. Kali kedua kami menggunakan gedung ini
adalah dalam rangka home visit UEC sebagai tempat pertemuan dengan calon
”orangtua asuh” kami selama dua hari. Acara terakhir yang kami ikuti disini
adalah etegami.


4.2 Department Store and Supermarket

Department Store yang terdapat di sekitar
UEC adalah sebagai berikut

4.2.1 Parco

Parco
yang berarti taman dalam bahasa Italia, merupakan salah satu department store
yang cukup besar di Jepang. Salah satu cabang berada di dekat kampus UEC. Parco
ini dapat ditempuh sekitar 10 menit berjalan kaki dari UEC atau hanya sekitar 5
menit bersepeda. Lantai bawah berisi food market dan seupermarket yang menjual
berbagai jenis makanan dan minuman. Lantai paling atas terdapat bioskop dan
toko buku.

4.2.2 Seiyu

Seiyu
terletak persis di sebelah Parco. Seiyu merupakan tempat favorit kami untuk
belanja bahan makanan. Seiyu terdiri dari 4 lantai. Supermarket terletak di
basement. Setiap minggu ada penawaran khusus dari hari Senin-Rabu sehingga
harga beberapa jenis makanan menjadi lebih murah. Seiyu terletak antara UEC dan
Chofu station. Waktu yang diperlukan sekitar 10 menit berjalan kaki dari
International House.

4.2.3 Maruetsu

Maruetsu
merupakan supermarket yang lebih besar dibandingkan dengan Seiyu maupun Parco.
Maruetsu merupakan tempat membeli daging yang murah, karena setiap hari diatas
jam 8 malam, sebagian besar daging memperoleh diskon yang cukup besar.

4.2.4 Donkey Hotel

Dari
namanya, bisa menyesatkan, ini bukan salah satu Hotel yang ada di sekitar UEC,
melainkan supermarket yang menjual makanan dengan harga yang cukup murah.
Umumnya harga2 disini bisa sampai 40 persen lebih murah dibandingkan dengan
supermarket yang lain. Lokasinya sekitar 20 menit naik sepeda ke arah Jindaiji
Temple.

4.3 Restoran 24 Jam

Di Jepang terdapat beberapa restoran yang
buka 24 jam dengan menu utama beefbowl. Tempat makan ini sangat populer di
Jepang karena pelayanannya yang cepat dan harganya yang murah. Restoran-restoran
tersebut antara lain

4.3.1 Matsuya

Matsuya
mempunyai papan nama berwarna oranye. Matsuya dapat ditemukan di semua tempat
di Tokyo. Selama tinggal di Jepang, saya paling sering makan di Matsuya.
Berbeda dengan Yoshinoya dan Genkiya dimana kita membayar kepada orang. Di
Matsuya, pembeli berurusan dengan vending machine dulu untuk memesan makanan.
Untuk yang belum terlalu mengerti bahasa Jepang, di vending machine ini ada
gambar makanan berikut harga. Keunggulan Matsuya adalah setiap pembelian gratis
miso soup.

4.3.2 Yoshinoya

Papan
namanya yang berwarna kuning cukup mencolok mata sehingga tempat makan ini
gampang sekali ditemukan. Yoshinoya mempunyai outlet yang paling tersebar luas
di Tokyo. Posisinya pun strategis, dekat dengan stasuin. Yoshinoya paling
sering mengeluarkan penawaran khusus dan diskon khusus dibandingkan dengan
kedua pesaingnya. Yoshinoya merupakan salah satu yang pernah mempunyai cabang
di Indonesia.

4.3.3 Genkiya

Genkiya
terdekat terletak di Tenjin street, sekitar 10 menit berjalan kaki dari UEC.
Genkiya tidak mempunyai banyak outlet di Tokyo dibandingkan dengan Matsuya dan
Yoshinoya. Keunggulannya harga makanan disini lebih murah dibandingkan dua
pesaingnya. Genkiya merupakan tempat favorit exhchange student dari Meksiko
untuk makan.

4.4 Organisasi yang berkaitan dengan UEC
4.4.1 CIFA

Chofu International Friendsip Association
(CIFA) merupakan sebuah organisasi yang membantu orang-orang asing yang tinggal
di Chofu-shi. Lokasi UEC yang terletak di Chofu membuat sebagian besar
mahasiswa asing UEC menjadi anggota CIFA. Iuran keanggotan CIFA adalah 1000 yen
selama setahun. Untuk urusan administratif sehari-hari CIFA dipegang oleh Jun
Mamohara. CIFA terletak di gedung City Council lantai 9.

CIFA menyediakan kursus bahasa gratis
untuk anggotanya. Selama saya menjadi anggota CIFA, saya mengikuti kelas privat
bahasa Jepang yang diajar oleh Tominaga sensei. Untuk kelas privat Bahasa
Jepang, untuk fall semester saya memilih dua kali seminggu, yaitu selasa sore
dan kamis sore. Jadwal kelas bahasa Jepang CIFA sangat fleksibel karena
tergantung kesepakatan dari mahasiwa dan sensei.

CIFA sering mengadakan acara kumpul-kumpul
untuk para anggotanya. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain

  • Takao-san
    Trip (22 Oktober 2005)
  • Kompetisi
    Ping Pong
  • Home Visit
    di daerah Gunung Fuji

4.4.2 MIFO

Musahshino International Friendship
Organization merupakan organisasi yang bertujuan untuk mempererat tali
silaturahmi antara mahasiswa asing di Jepang dan orang Jepang. MIFO dapat
dijumpai hampir di setiap kampus di Jepang. Untuk UEC, MIFO menyelenggarakan
acara kumpul bersama setiap hari Kamis jam 16.00 di P-Building.

MIFO sangat sering mengadakan acara di
UEC. Hal yang pasti dilakukan setiap semester adalah Flea Market (Pasar Barang
Bekas) yang selalu dilakukan pada hari yang sama dengan Opening Ceremony untuk
mahasiswa JUSST. MIFO juga seringkali mengadakan party. Setiap awal semester
MIFO selalu mengadakan Welcome Party, atau pesta penyambutan untuk mahasiswa
baru, dimana tiap peserta diwajibkan membayar biaya 500 yen. Pesta MIFO ini
biasanya dilakukan tiap hari Jumat malam

Kegiatan MIFO yang saya ikuti selama saya
menjadi mahasiswa exchange antara lain

·
Flea
Market (6 Oktober 2005)

·
Welcome
Party untuk mahasiswa baru Fall Semester (28 Oct 2005)

·
New Year
Party (19 Januari 2006)

·
Flea
Market (6 April 2006)

·
Welcome
Party untuk mahasiswa baru Spring Semester (19 Mei 2006)

4.4.3 Chofu City Council

Mahasiswa JUSST di minggu pertama akan ke
Chofu City Council building untuk mengurus Alien Card, semacam KTP untuk orang
asing. Bangunan ini juga menjadi tempat yang akan didatangi untuk mengurus
pembayaran pajak.

Pada lantai 4 dan lantai 5 terdapat Chofu Public Library, perpustakaan ini
mempunyai koleksi buku bahasa Inggris yang cukup banyak. Fasilitas lainnya adalah
adanya fasilitas peminjaman Audio CD, maupun Video Cassetes. Masa peminjaman
adalah 2 minggu dan bisa lagi diperpanjang 1 minggu untuk maksimal 2 buku.

Advertisements

BAB III

MINGGU PERTAMA DI JEPANG

Minggu-minggu pertama di Jepang
merupakan waktu yang sibuk sekaligus waktu yang mengajarkan mahasiswa banyak hal
baru.

3.1 Penjemputan di Narita Airport

Saya tiba di Narita Airport  sekitar pukul 8 pagi waktu Jepang. Pihak UEC
sudah menyiapkan tiga orang penjemput untuk menjemput saya dan dua mahasiswa
exchange student lainnya (Kanon Ruamchat dari Thailand dan Jullietta Jung dari
Australia). Selain itu di dalam bus kami juga ada dua mahasiswa program doktor
(Julius Jilbert dari Indonesia dan Nattapong Kitsuwan dari Thailand).

Perjalanan
dari Narita Airport ke Chofu memakan waktu sekitar 2 jam dan harga karcis
limousin bus 3200 yen.  Biaya untuk ke
Cofu station lebih murah jika menggunakan kereta, tetapi hal ini sangat tidak
direkomendasikan jika anda mempunyai bawaan yang banyak. Jika barang bawaan
anda sedikit hal ini dapat dicoba. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  1. Dari
    terminal kedatangan luar negeri ikuti tanda panah yang menunjuk ke arah
    stasiun
  2. Cari
    Keisei Line (bukan JR Line), beli tiket ke arah Nippori (Y 1000). Ingat,
    ambil kereta Express, bukan Local (waktu yang dibutuhkan lebih singkat),
    tapi jangan mengambil Skyliner (kereta paling cepat yang dipunyai oleh
    Keisei Line, setingkat diatas Express)
  3. Turun di
    Nippori,  beli tiket ke Shinjuku (Y
    190) dan naik Yamanote Line  (kereta
    berwarna hijau muda) yang arahnya berlawanan arah jarum jam. (Note:
    Yamanote line merupakan jalur sirkuler di Tokyo, satu jalur searah jarum
    jam, satu jalur berlawanan arah jarum jam)
  4. Turun di
    Shinjuku, beli tiket ke chofu (Y 230) yang berada pada Keio Line.
    Perjalanan Shinjuku – Chofu memakan waktu sekitar 15 menit dengan kereta
    ”Special Express” atau ”Semi Special Express”. Chofu adalah stasiun ke dua
    setelah Meidaimae jika anda menaiki kereta Special Express (Tokkyu) atau
    Semi Special Express.(Jun Tokkyu). (Shinjuku – Meidaimae – Chofu)

3.2 Hari Pertama di UEC

Perjalanan dengan limousine bus dari
Narita Airport ke Chofu station sekitar dua jam. Di Chofu station kami susah
ditunggu oleh senior kami (mahasiswa JUSST April 2005) yang menolong kami
membawakan koper dan barang-barang lainnya.
Perjalanan dari Chofu station ke UEC memakan waktu sekitar 10 menit.

Setibanya di UEC, kami langsung dibawa ke
International Office dan disambut oleh Sasaki-san.  Sasaki-san menyerahkan kepada kami sebuah map
dan kunci kamar kami International House. Kamar saya adalah A-402. Kami juga
menerima uang beasiswa dan initial allowance financial support.

Y 80.000          Beasiswa bulan Oktober

Y 25.000          Initial Financial Support

(Y 12.000)       Biaya Sewa Kamar

===================================

Y
93.000         Uang
yang diterima di hari pertama dari Sasaki-san

3.3 Minggu Pertama di
Chofu

Minggu pertama kami di Chofu, Tokyo
diisi  dengan banyak paper-works .  Kami hanya perlu mengikuti pengarahan
orang-orang dari International Office. Adapun perincian hal-hal yang harus
dilakukan dapat dilihat pada tabal di bawah ini.

4 Oktober 2005 (Selasa)

9:00 – 11:30

Main Building 2 F Meeting room (Upstairs of International Office)

Self Introduction

Paper Work for Enrolment

  • Student
    ID Card
  • UEC Library
  • FEDU
    Computer
  • Bank Account

· Passport

· 1 Photos (3x3cm)

· Air ticket coupon docket

· Black Pen, Notepad

15:00 – 16:30

P-210

Guidance and Placement test of Japanese Language

Pencil

BAB II

SEBELUM BERANGKAT KE JAPAN

Setelah
dipastikan diterima di short-term exchange program di UEC, sekitar akhir bulan
Agustus, mahaswa akan menerima surat dari International Office UEC yang dapat
diambil dari kantor ISO ITB.  Surat ini
berisi

  1. Certificate of Elligibility
  2. Acceptance of  Entrance
  3. Certificate of Scholarship

2.1 Japanese Visa

Mengurus Visa ke
Jepang merupakan hal yang tidak sulit. Kita cukup melengkapi
persyaratan-persyaratan yang diperlukan dan menunggu sekitar 3 hari kerja.
Jangan lupa membawa pas foto berwarna.

2.2 Bebas
Fiskal

Mengurus surat
bebas fiskal merupakan hal yang paling merepotkan diantara hal-hal yang lain
sebelum berangkat ke Jepang. Sangat disarankan hal ini langsung dilakukan
secepatnya begitu mahasiswa dipastikan diterima mengikuti program exchange di
Jepang.

Sekurang-kurangnya
ada tiga instansi yang harus dilewati, yaitu ITB, Depdiknas dan Kantor Pajak.
Alokasikan waktu sekitar 2-3 minggu untuk mengurus bebas fiskal ini.

2.3 Tiket Pesawat

Tiket pesawat disediakan oleh pihak pemberi beasiswa
(dalam hal ini JASSO). Mahasiswa mengambil tiket pesawat di biro perjalanan
yang ditunjuk oleh JASSO. Tiket pesawat tersebut saya ambil di sebuah biro
perjalanan  yang berlokasi di Hotel Nikko
Jakarta, yang terletak tepat di depan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta
Prosesnya tidak berbelit-belit, karena nomor telepon contact person di biro
perjalanan tersebut diberikan kepada kita oleh pihak ISO ITB. Mahasiswa hanya
perlu menelepon dan membuat janji untuk mengambil tiket pesawat tersebut. Tiket
pesawat ini merupakan salah satu syarat di instansi terakhir bebas fiskal,
yaitu kantor pajak, untuk menerbitkan surat bebas fiskal.

2.4 Barang yang disarankan dibawa

Beberapa barang ini
antara lain:

  1. Satu stel pakaian resmi

Pakaian resmi
ini dapat berupa satu stel jas dan sepatu pantovel. Pakaian ini diperlukan pada
saat opening ceremony

  1. Konverter colokan

Colokan
(elektric plug) di Jepang menggunakan 2 pipih, sedangkan di Indonesian
menggunakan 2 bundar. Jadi jika mahasiswa membawa barang elektronik dari
Indonesia, sangat disarankan membawa konverter ini dari Indonsia. Jika lupa
membawa, konverter ini dapat dibeli di Shinjuku (Sakuraya, Big Camera, atau
Yodobashi) dengan harga sekitar 200 yen (kl Rp. 16.000).

  1. Pasfoto

Minggu pertama
kedatangan exchange student di UEC diisi oleh paperworks. Jadi membutuhkan
beberapa lembar pasfoto. Pasfoto ini jika dibuat di studio mini di UEC
menghabiskan 900 yen untuk sekitar 10 foto.

  1. Pakaian musim dingin

Lebih murah
membeli pakaian musim dingin di Indonesia daripada di Jepang. Longjohn (pakaian
dalam untuk musim dingin) maupun jaket untuk musim dingin cukup mudah di
peroleh di Jakarta atau Bandung

  1. Peralatan mandi untuk 1 minggu

Peralatan mandi
ini hanya untuk berjaga-jaga sampai mahasiswa mulai mengetahui dimana
supermarket untuk membeli keperluan sehari-hari

  1. Souvenir

Souvenir ini
bisa berupa barang yang mencerminkan Indonesia. Pada kebudayaan Jepang,
mahasiswa umumnya memberikan hadiah perkenalan yang disebut ”omiyage” dalam
bahasa Jepang kepada sensei yang menjadi penaggung jawab mereka, satu di awal
perkenalan, dan satu lagi ketika mahasiswa mau lulus/meninggalkan Jepang.

  1. Koin Indonesia dan Uang Kertas Indonesia, semua denominsi

Salah satu
agenda rutin International Office UEC adalah mengadakan kunjungan ke sekolah
dasar. Pada masa saya menajalani exchange program ada 3 kali kunjungan ke
sekolah dasar ini. Koin ini dapat dibagikanke anak anak di tempat kelas kita
”mengajar”  (anak SD tempat kita
memperkenalkan budaya negara kita) sebagai cindera mata kecil-kecilan. Mereka
cenderung lebih tertarik ke uang logam Rp. 1.000

  1. Uang Yen secukupnya

Mata uang rupiah
agak sulit ditukarkan di Jepang, selama di Jepang saya belum pernah sekalipun
melihat money changer yang mau menerima rupiah. Jadi ada baiknya mahasiswa
sudah mempersiapkan uang yang dibutuhkan, sebaiknya langsung berupa yen. Jika
anda tidak membawa yen, USD dan UR merupakan mata uang lain yang cukup diterima
di money exchange di Jepang.

BAB I

GETTING STARTED

1.1 Latar Belakang

Progam JUSST (Japanese
University Studies in Science and Technology) yang diselenggarakan The
University of Electro-Communications sudah berlangsung sejak tahun 1999. Pada
awalnya pertukaran mahasiswa ini dirintis oleh dosen Teknik Elektro ITB, yaitu
Dr. Ir. Suhono Supangkat dan baru beberapa tahun kemudian proses seleksi
diserahkan ke International Students office ITB.

Informasi yang lebih mendetail
dapat diperoleh pada website JUSST yang dapat digoogling dengan keyword “JUSST
UEC”. Website JUSST ini menyediakan informasi yang cukup lengkap.( http://www.fedu.uec.ac.jp/JUSST
)

Website tentang penulis dapat diakses di http://www.fedu.uec.ac.jp/~f05ralex
jika ingin mengetahui tentang first days in Tokyo, etc.

1.2 Important Dates

Tanggal dan Kegiatan disini
saya ambil berdasarkan timeline yang saya jalani selama mendaftar dan akhirnya
diterima sebagai mahasiswa short-term exchange Program JUSST dari The
University of Electro-Communications

Tanggal

Kegiatan

Dec 22nd 2004

Pengumuman ISO (melalui milis dan papan pengumuman)
bahwa pendaftaran exchange program untuk UEC telah dibuka

Feb 4th 2005

Deadline
menyerahkan persyaratan di ISO

Feb XX 2005

Pengumuman
peserta test wawancara

Feb 14th 2005

Wawancara di
ISO

Feb 16th 2005

Pengumuman
hasil wawancara

Early March
2005

Deadline
penyerahan aplikasi exchange student ke ISO

May 27th 2005

Recommendation
letter dari UEC untuk JASSO scholarship diperoleh

Aug 16th 2005

Application
for JASSO scholarship successful

Aug 29th 2005

Japanese visa
was issued

Early Sept 205

Mengurus bebas
fiscal

Sept 22nd 2005

Email dari
International Office UEC tentang flight arrangement

Oct 2nd 2005

Flight JL726
departure at 22.35 from Seokarno-Hatta
Airport

Oct 3rd 2005

Arrive at 07:55 (GMT +9) in Narita Airport

1.3 Proses Seleksi

Secara umum saya bisa membagi proses
seleksi ini menjadi dua bagian, yang satu proses seleksi dari ISO ITB dan yang
kedua proses seleksi dari Jepang.

1.3.1 Proses Seleksi ITB

Dapat dibagi menjadi dua tahap

  1. Seleksi
    Dokumen

Dokumen yang akan diminta sebagai syarat
pendaftaran ada tiga buah, yaitu Transkrip Nilai, TOEFL, dan Curiculum Vitae.

  1. Wawancara
    (14 Februari 2005)

Test ini diikuti sekitar 12 mahasiswa yang
lulus seleksi dokumen yang dilakukan oleh pihak ISO ITB. Wawancara ini
dilakukan oleh tiga orang dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Pertanyaan wawancara seputar motivasi mahasiswa mengikuti program exchange
student, research apa yang akan dilakukan disana, apakah sudah menghubungi
profesor yang diingini disana atau belum, etc.

Setelah wawancara, mahasiswa yang
berkeinginan mengikuti program exchange disaring menjadi lima orang. Kelima
mahasiswa ini diberi waktu sekitar 2 minggu oleh ISO untuk mengisi formulir
exchange student JUSST UEC dan melengkapi persyaratannya. Pada saat pengumuman
siapa saja yang lolos test wawancara, nomor urut tampaknya merupakan total
score mahasiswa yang bersangkutan (hasil wawancara, transkrip nilai, TOEFL,
curiculum vitae) yang menentukan nomor urut pada rekomendasi ISO ITB yang
dikirim ke pihak UEC.

Nomor urut rekomendasi ISO ini tidak
menjamin 100 persen peluang diterimanya mahasiswa sebagai exchange student ke
UEC. Hal yang sangat menentukan adalah isi dari formulir pendaftaran yang akan
mahasiswa kirim ke UEC.

1.3.2 Proses Seleksi Jepang

Dapat dibagi menjadi dua tahap

  1. Seleksi
    UEC

Seleksi ini bertujuan untuk memilih
mahasiswa yang akan direkomendasikan ke pihak pemberi beasiswa untuk mengikuti
program exchange student di UEC. Pihak UEC sendiri dibatasi oleh kuota beasiswa.

  1. Seleksi
    pemberi beasiswa

Pemberi beasiswa ini yang memutuskan
apakah mahasiswa yang direkomendasikan oleh universitas akan memperoleh
beasiswa atau tidak. Umumnya peluang keberhasilan mahasiswa yang diajukan bisa
dibilang mendekati 100%.

1.4 Application Form

Faktor
paling penting dalam penyeleksian dari pihak UEC tampaknya adalah isi dari
application form mahasiswa calon peserta exchange student. Pertama-tama
pastikan kelengkapan semua persyaratan. Application form ini harus dibuat
semenarik mungkin, terutama untuk bagian research proposal, karena dari bagian
inilah pihak International Office UEC akan mencarikan profesor yang sesuai
dengan bidang anda

Faktor
lain yang perlu diperhatikan adalah ”video clip” tentang diri anda, Video klip
ini hendaknya dibuat semenarik mungkin. Mahasiswa JUSST periode Oktober 2005
tidak diperlukan membuat video clip ini. Video Clip ini diterapkan untuk
mahasiswa JUSST periode April 2006 (untuk periode October 2006 dst saya tidak
terlalu mengetahuinya. Buat video clip ini semenarik mungkin dengan
mengeluarkan segenap kemampuan yang anda miliki. Jika anda bisa menari,
tunjukkan tarian anda di video clip, tapi jangan terlalu lama. Ini menunjukkan
anda mempunyai sesuatu yang lebih dibandingkan dengan calon peserta lainnya.
Salah seorang teman saya dari Mexico merupakan seorang dancer, dan setiap ada
acara JUSST atau yang diatur oleh International Office UEC, dia selalu disuruh
mengisi acara.

1.4.1 Research

Pada
field ini, tuliskan semua kegiatan research yang pernah anda ikuti, sebisa
mungkin setiap research hanya satu halaman saja seperti format abstrak.  Anda dapat juga menulis research yang hendak
dilakukan disana.

1.4.2 Profesor

Profesor, atau yang di Jepang akrab dipanggil
dengan sensei, merupakan pribadi paling penting dalam menentukan kelulusan anda
di Jepang. Dalam application form ada bagian yang harus kita isi, apakah ingin
memperoleh research supervisor di Jepang atau tidak? Saya sangat menyarankan
jawaban untuk bagian ini YA, karena akan banyak sekali manfaat yang dapat
diperoleh jika anda bergabung dengan lab.

International
Office UEC umumnya mempunyai hubungan yang baik dengan beberapa professor
sehingga dapat dikatakan setiap tahun professor yang menerima mahasiswa JUSST
di laboratorium mereka merupakan muka-muka lama. Daftar profesor yang
hubungannya dekat dengan pihak international office ini antara lain Prof.
Tetsuya Miki, Prof. Kazuyuki Suzuki, Prof. Morita, Prof. Kaneko, Prof. Hisayuki
Aoyama. Daftar lengkap dapat dilihat pada lampiran.

Profesor
di Jepang umumnya sangat sibuk, sehingga tidak sempat membalas email dari orang
yang tidak dia kenal. Seorang teman pernah mengatakan, ”jika anda meng-email 10
profesor dan mendapat jawaban satu saja dari profesor tersebut, anda sedang
beruntung”. Jadi, jangan berkecil hati jika profesor yang anda inginkan sebagai
supervisor anda tidak mereply email anda.

Application
form saya untuk bagian profesor yang diiginkan untuk menjadi research
supervisor berisi 4 professor dari Department of Mechanical and Control
Engineering. Prof yang saya dapatkan ternyata bukan profesor yang saya pilih,
melainkan profesor lain (juga dari Department of Mechanical and Control
Engineering). Hubungan profesor saya ini sangat dekat dengan International
Office UEC, sehingga karena kedekatannya itulah saya diterima di lab beliau.

Mengapa memilih profesor yang tepat merupakan hal
yang penting?

  1. Salah satu
    faktor diterima tidaknya anda dalam program exchnge ini

Peluang calon peserta akan lebih besar
jika profesor yang dipilih mempunyai hubungan yang dekat dengan pihak
International Office UEC.

  1. Profesor
    yang tepat memperbesar peluang anda untuk melanjutkan studi (Master atau
    Doktor di UEC)

Peluang anda jika ingin melanjutkan studi
di UEC terbuka lebih lebar jika anda sudah pernah melakukan research dengan
profesor anda. Itu adalah salah satu nilai plus yang membuat anda berbeda
dengan calon pelamar beasiswa lainnya.  Suatu
keberuntungan jika anda mempunyai profesor yang lumayan berpengaruh di UEC
(e.g. Tetsuya MIKI – mantan presiden International Office UEC), kans anda untuk
melanjutkan postgraduate anda di UEC semakin terbuka lebar.

Nemu file2 lama di komputer, mending dipublish saja dan dibaca tidak hanya orang2 yg berkunjung ke kantor ISO ITB. This was made to accompany a report for International Office Institut Teknologi Bandung.

***

Apakah yang dimaksud dengan  program
JUSST?

JUSST atau Japanese University
Studies in Science and Technology merupakan program pertukaran mahasiswa yang
diselenggarakan oleh
University of
Electro-Communications. Peserta program ini berasal dari sister university UEC

Ada berapa Negara yang
mengikuti program JUSST ini?

Selama kita menjadi mahasiswa JUSST, ada mahasiswa lainnya dari negara
Australia, Thailand, China, Taiwan, Meksiko, Bulgaria, dan Estonia.

Ada berapa mahasiswa di
program JUSST ini?

Jumlahnya tidak pernah tetap setiap tahun. Mahasiswa JUSST October 2005
berjumlah 14 orang. Selain itu pada saat kami datang sudah ada senior mahasiswa
JUSST April 2005 yang berjumlah 8 orang yang akan pulang pada bulan Maret 2006.
Pada April 2006, datang mahasiswa baru sebanyak 11 orang, sedangkan mahasiswa
lama sudah pulang.

Apakah hanya mahasiswa S1
yang mengikuti program JUSST ini?

Tidak. Ada beberapa mahasiswa S2 yang mengikuti program ini juga.

Berapa lama program JUSST?

Program JUSST berlangsung selama 1 tahun. Dimulai sejak tanggal 1 Oktober
setiap tahunnya (Untuk mahasiswa ITB)

UEC terletak dimana?

UEC terletak di 1-5-1 Chofugaoka, Chofu Shi, Tokyo To, Japan.  Chofu shi merupakah salah satu ward di
Tokyo-To. Analogi dengan Jakarta, asumsikan kita
tinggal di Jakarta Barat, dengan pusat kota
(downtown) terletak di Jakarta Pusat.

Apakah mahasiswa JUSST dijemput di Narita Airport?

YA. Mahasiswa JUSST akan dijemput
oleh mahasiswa asing UEC di Narita Airport. Mereka akan menunggu kita di
Arrival gates beserta papan nama UEC, sehingga mudah dikenali. Dari Narita Airport, kita akan naik Airport
Limousine Bus (3200 yen) ke Chofu station selama sekitar 1.5 Jam.

===============================================================

Apakah kita akan mendapat
sertifikat dan transkrip dari program JUSST?

YA. Pada saat closing ceremony,
anda akan memperoleh sertifikat dan transkrip nilai JUSST.

Apakah mata kuliah yang kita ambil di Jepang bisa ditransfer ke ITB?

Hal ini berbeda untuk tiap program studi. Saya hanya dapat memberikan mata
kuliah dari Program Studi Teknik Elektro. Tetapi untuk lebih jelasnya hubungi
Sekretaris Akademik Program Studi anda.

Contoh mata kuliah yang mungkin
dapat diganti dengan kredit dari UEC

Kode

Mata Kuliah

SKS

Counterpart di Jepang

EL40Z1

Tugas Akhir I dan Seminar

1

Independent Research Study /
UEC Academic Skills III : Research and Presentation

ELWXYZ

Pilihan Teknik Elektro I

3

Pilihan Engineering

ELWXYZ

Pilihan Teknik Elektro II

3

Pilihan Engineering

KU4XXX

Pilihan Non Teknik

2

Japanese Language/Pilihan Eng.

Berapa mata kuliah yang
harus diambil di program JUSST ini?

Mata kuliah yang harus diambil selama setahun harus berjumlah minimal 31
SKS untuk mahasiswa Indonesia.

Untuk Fall Semester, ada 12 SKS
mata kuliah wajib yang harus diambil (13 SKS jika anda masuk ke Elemetary
Japanese IA) dan minimal 6 SKS mata kuliah engineering yang harus diambil dan
satu mata kuliah yang creditnya N/C (Non Countable).

Untuk spring semester, ada 6 SKS
Japanese languange yang harus diambil dan UEC Academic Skill III – Research and
Presentation (meskipun kreditnya digabung dengan kredit pada semester fall),
serta minimal 6 sks mata kuliah pilihan engineering serta satu matakuliah
yang  kretidnya N/C (Non-Countable.

Perincian mata kuliah yang harus diambil pada fall semester (October –
Maret)

Credits

Courses

6

Elementary Japanese IA

1

Supplementary Elementary
Japanese IA

2

UEC Academic Skill I – Computer
Literacy

2

UEC Academic Skill II – Cross Cultural
Communications

2

UEC Academic Skill III –
Research and Presentation

6(at least)

Engineering Classes (minimum 6
credits)

N/C

Independent Research Study for
Undergraduate Students I