Why the weather is become colder? I wish the weather is more friendly to me.
 
Entah mengapa cuaca di Tokyo jadi semakin dingin. Brrrrrr. Tadi saat menghembuskan nafas aja, keluar uap air. bagaimana kalau musim dingin? bisa-bisa yang keluar butir-butir es. OK berikut ini kegiatan selama beberapa minggu terakhir
 
Nov 6th Sunday
 
Indonesian Church @ Suidobashi. Selesai kebaktian kita makan siang “nasi hainan” di restoran singapura. Akhirnya merasakan nasi hainan lagi setelah 2 bulan. Abis itu ke tokyo station mau mengunjungi Imperial Palace, sayangnya cuaca tidak mendukung. jadinya cuman ke Marunouchi Building dan Marunouchi-naka-dori, tempatnya lumayan sepi, padahal ada toko branded spt Prada atau Hermes. Di Marunouchi building lagi ada pameran lukisan. Berhubung buta sama seni, jadi cuman liat2 aja.
 
Dari situ balik lagi ke Shinjuku naik Yamanote Line. Berhubung cape di kereta tidur bentar, tahu-tahunya pas bangun di Takadanobaba. Sial, kelewatan 2 stasiun lagi. Ya udah ambil kereta lagi ke shinjuku. Mana di shinjuku lagi hujan lagi. Rencana awal mau nyari Yodabashi Camera. Tapi malah ke kinokuniya lagi (beda lokasi dengan yang kemarin). Abis dari situ baru ke Yodobashi.
 
Balik2 ke dorm, chatting sama hannah, main topic, perbedaan budaya indonesia sama eropa. semua dimulai dari pembicaraan tentang homo dan lesbi. Di eropa banyak, di Indo sedikit (yang nampak). Dia baru dari gym, dan disana katanya banyak homo.  Sepupu gua yg satu ini sedang berusaha melancarkan kemampuan bahasa Indonesianya. Enak juga sih jadi dia, bisa 3 bahasa. Inggris, Ceko dan Indonesia.
 
Nov 5th Saturday
 
Kami (Liu Jia, Xiao Xin and me) bareng2 ke Yasukini Jinja (buat gua udah kedua kalinya). Setelah itu ke Waseda University, disana lagi ada festival, jadi rame banget. Ada cheerleader tapi cowok, dengan kelakuan yang aneh2, mengingatkan pada cheerleader anak-anak Pangudi Luhur (sekolah khusus cowok) yang agak nyeleneh. Kita juga sempat mengunjungi kuil yang lumayan bagus. Sayangnya namanya kaga tau, jadinya cuman foto2 aja. Ada anak kecil pake kimono, pengen difoto, jadi ngomong “sasshin totemo i desuka” tapi pas ngomong, malah pake kudasai. Payah.
 
Setelah itu kita ke Ikebukuro ke Sunshine City -> Toyota Auto Salon Amlux Tokyo -> Suatu jalan yang mengingatkan sama Dortmund central (tapi lebih rame). I miss Dortmund. Setelah itu ke chinese supermarket yang menjual bahan-bahan makanan (termasuk belut, kodok, kura-kura) buset dah. Disana ketemu Ma Ling (Pork). Terakhir melihat benda itu di Carrefour 2 bulan yang lalu. Abis itu harga duren mahal pisan. Bisa bisnis impor durian nih. masa secuil gitu 800 yen????
 
Sasaran berikut -> nyari kinokuniya di Shinjuku. Karena Xiao Xin dan Liu Jia udah rencana balik, kita misah di Shinjuku. Kinokuniya ternyata ada at least 2 di shinjuku. Jadi berbekal Tokyo Handy Map, dimulailah pencarian tersebut (pake peta biar tdk nyasar). Di takashimaya saat mau foto pohon natal eh malah disamperin satpam, dia bilang “…..sasshin…….” cuman kata sasshin doang yang gua tangkep, sambil nyilang2 tangan, ya udah kaga jadi foto. Di kinokuniya banyak buku bahasa inggris (but no indonesian😦 books)
 
Balik-balik ternyata ada birthday party. Felicia dan temannya ulang tahun. Yang bikin bingung, logat Indonesia dia kok aneh ya. Bukan seperti orang yang dibesarkan di Indonesia. Di lantai 4 benar-benar kacau. Kamar Anigi ditempelin toilet paper bertuliskan aneh2, kamar hugo ditulisin spidol “welcome home Hugo”. Bener juga kata Reza, lantai 4 itu lantai yang paling error
 
Nov 4th Friday
 
Belajar kanji. Belajar sekitar 14 kanji. Katakana sudah diselesaikan. Sekarang kanji dimulai. Kata gurunya sih kita harus bisa menulis sekitar 60 kanji saat semester ini berakhir.
 
Nov 3th Thursday
 
CULTURE DAY HOLIDAY. I love holiday.
 
NHK Research Laboratory. Kelas TV Broadcasting mengadakan kunjungan ke NHK building. Prof. Toyama yang bawa kita kesana. Yang paling berkesan tentu saja “Super Hi Vision” gambarnya benar-benar real. Pengen punya TV kaya gitu di rumah, tapi pasti mahal dan mesti nunggu bertahun-tahun lagi (soalnya masih di laboratory, belum masuk produksi massal)
 
Nachte haltestelle -> Shibuya. Kenapa ya hari ini banyak banget orang di shibuya. Di sekitar Hachiko statue banyak orang. Kayanya tempat buat janjian ketemu gitu deh. Dari sini nyari shibuya 109. Dari bawah sampai atas isinya fashion melulu (Anisa dan Feli pasti seneng kalo kesini). dan banyak young girls🙂. Kayanya cowoknya dikit banget. Liat kanan kiri cewek semua. Coba UEC kaya gini.
 
Nov 2nd Wednesday
 

Katakana test. Sensei awal-awal bilang test ditunda. Eh ternyata Cuma

 
 Nov 1st Tuesday
 
Mesin Foto Box di depan P Building dipenuhi 5 orang buat membuat foto. Ramon, Ta, Hugo, Nayeli and me mau ngambil foto bareng-bareng di foto box yang di desain hanya untuk 1 orang itu. Hasilnya rusak. Jadinya pada bete semua😦
 
Oct 31st Monday
 
Happy Halloween.
 
Oct 30th Sontag
 
Pertama kalinya ke gereja selama di Jepang. Janjian ketemu sama Martinus di Shinjuku. Berhubung terjadi misscommunication, gua nunggi di KEIO WEST GATE, nanus nunggu di JR WEST GATE, jadi nyari2an deh selama 10an menit. Gerejanya “GIII” di Suidobashi. Banyak ketemu anak Indo, spt Handra, Sony, David, Lita, Virgin, Nanus, dll.
 
I’m feel like home, so many Indonesian people. Udah gitu mereka lagi jual nasi uduk dengan sambal kacang. Jarang2 kan makan makanan indo di Jepang🙂. Udah gitu ketemu orang Manado lagi di Tokyo. Kaget juga saat dengar ada orang yang bicara dengan logat manado. (Rilya dan Hendrik).
 
Dari situ, ternyata ada anggota gereja (Hendry) yang berulang tahun. Jadi kita ke apartemen dia di ODAIBA. Kedua kalinya ke odaiba dalam bulan ini. Ada pesta ultah yang menunya pizza. Enak sih, tapi masih merindukan Pizza hut. Btw disini belum nemu Pizza Hut, yang menu cuma McD dan KFC doang.
 
Oct 29th Samstag
 
MEXICAN PARTY. JUSST students dari meksiko merencanakan mexican party di tepi sungai, sayangnya cuaca tidak mendukung, jadinya diadakan di Dormitory. Arqui yang masak-masak makanan. Aaron, Nayeli, Hugo, dan Ramon mempersiapkan segala sesuatunya. Salutnya sama mereka, mereka memperhatikan bahwa Jullietta vegetarian, sehingga ada makanan yang disiapkan khusus buat dia. Yu Ling dan Xiao Xin juga dateng, sama Yo dan Anigi. Di tengah-tengah pesta bergabung Said dan orang Ghana yang namanya aku lupa.
 
Oct 28th Freitag
 
MIFO Party. Makanannya banyak banget. Untung aja pas lagi hoki tau ada party ini. Jadi semua makanan kucobain satu demi satu. Udah gitu pas pesta berakhir boleh dibawa pulang lagi kuenya.🙂
 
Oct 27th Donnerstag
 
SENTO. Hari ini bareng2 sama Japanese tutor (Mai, Kocho, Hiro, Makoto ke sento. Anak-anak JUSST yang ikut Jullietta, Colin, James, Anigi, Yo. Saat mau pulang kita baru tahu Jullietta di “kick out” gara-gara dia punya tato. Apes banget deh tuh anak. Ternyata orang jepang tidak suka dengan orang bertato.
 
Oct 26th Mittwoch
 
Nothing Special today
 
Oct 25th Dienstag
 
Hari Belanja. Udah gitu Beer nunjukin tempat baru “MARUETSU” buat beli daging yang murah. Sayangnya kita telat dateng, sehingga pilihan daging2 cuman dikit. Setelah itu ke hyaku en shop. Guess what. Nemu LUX disitu. Kok bisa ada sabun lux ya disitu. Senangnya.
 
Oct 24th Montag